Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Tampilkan postingan dengan label Ahmadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmadi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juli 2010

PKS : penerapan aturan Mendagri tentang pemberian senjata api (senpi) bagi Satpol PP tidak tepat diterapkan di Semarang


SUARAMERDEKA-BALAI KOTA- DPRD Kota Semarang menolak aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang pemberian senjata api (senpi) bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Wakil Ketua DPRD Kota, Ahmadi mengatakan, penerapan aturan Mendagri tersebut tidak tepat diterapkan di Semarang. Kalau secara normatif regulasi berarti diperbolehkan, tetapi pengunaan senpi bagi Satpol PP tidak diterima dan belum saatnya dilakukan di sini.

Terpenting yang dilakukan pemkot melalui Satpol PP adalah dengan menggunakan pendekatan persuasif kepada masyarakat, bukan dengan cara kekuatan atau kekuasaan.

”Pendekatan dengan model kekuasaan dan kekuatan tidaklah tepat. Kalau ini dilaksanakan akan terjadi gelojak di masyarakat. Pemerintahan baru Kota Semarang nanti saya harap tidak melaksanakan aturan itu,” kata Ahmadi di Balai Kota, Rabu (7/7).

Seperti diketahui, Kemendargri mengeluarkan aturan Permendagri No 26 tahun 2010 tentang penggunaan senjata api bagi Satpol PP. Permendagri ini sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah (PP) No 6 tahun 2010 tentang Polisi Pamong Praja, khususnya Pasal 24 yang mengamanatkan anggota Satpol PP dalam pelaksanaan tugas operasionalnya dapat dilengkapi dengan senjata api.

Senpi yang digunakan bisa gas air mata berbentuk pistol, revolver, senapan yang dapat ditembakkan dengan peluru gas atau peluru hampa, stik, dan senjata kejut listrik berbentuk stick dengan menggunakan aliran listrik.
Siap Melaksanakan
Ahmadi menduga aturan Kemendagri tersebut dilatarbelakangi kejadian di Makam Mbah Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, situasi Kota Semarang selama ini relatif kondusif. Kalau ada sebagian masyarakat yang unjuk rasa terhadap kebijakan pemkot, masih wajar dan dapat dikendalikan.

”Kalau tidak ada kecocokan lebih memilih cara mediasi. Jika pemkot mengajukan anggaran APBD untuk penggunaan senpi, kami akan pertanyakan alasan pengajuannya. Kenapa, apa latar belakangnya, berdasarkan pengalaman kasus apa? Saya pikir saat ini tidak alasan untuk menggunakan senpi,” tegasnya. Sriyono, Wakil Wali Kota DPRD, juga sependapat penggunaan senpi bagi Satpol PP di Kota Semarang belum perlu dan tidaklah tepat.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Tri Supriyanto mengatakan, kalau aturan dari pusat itu sudah diberlakukan, disosialisasikan, dan harus diikuti pihaknya siap untuk melaksanakannya.

Apalagi jika itu sudah menjadi instruksi dari Pemerintah Pusat. ”Setiap aturan dari pusat tidak sembarangan dikeluarkan. Pasti sudah dikaji betul dan melalui pembhasan dari rapat dengar pendapat atau forum-forum lain,” kata dia.

Dijelaskan, penggunaan senpi oleh Satpol PP Kota Semarang bukan sesuatu yang baru. Pada 2006 lalu pemkot pernah menganggarkan dana APBD untuk penggunaan Senpi sebesar Rp 100 juta. Namun penggunaan senpi tidak jadi, karena surat permohonan persetujuan ke Mabes Polri tidak keluar.

Anggaran yang sudah dialokasikan dikembalikan. Jika masyarakat tidak setuju, dia juga tidak masalah. ”Kami tidak minta, itu kan aturan dari pusat. Tapi kalau memang disetujui ya kami akan mengajukan anggaran ke APBD lagi. Dasarnya pengajuan aturan Kemendagri itu.” (H21,H37-16)
READ MORE >>

Selasa, 13 April 2010

Harini-Ari Kerahkan Massa

SEMARANG - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Harini-Ari berorasi politik di hadapan massa pendukungnya. Minggu (11/4), kesempatan kampanye dimanfaatkan untuk pengerahan massa di Lapangan Olahraga Pegandan, Sampangan. Ribuan pendukung pasangan calon nomor urut 2 itu memadati lapangan dengan terus meneriakkan yel-yel.

Harini Krisniati menegaskan, waktu pemilihan yang tinggal tujuh hari lagi, perlu dipastikan figur calon wali kota yang layak pilih. ”Pesan kepada seluruh kader, pastikan kepada warga bahwa pilihan yang paling tepat untuk memimpin Kota Semarang adalah pasangan Harini-Ari,” katanya.

Meski kampanye berada di Zona V yang meliputi Kecamatan Gunungpati, Gajahmungkur, dan Mijen, massa yang datang dari seluruh penjuru Kota Semarang. Sebagian besar massa yang datang merupakan kader militan, baik dari PKS maupun Gerindra.

Ketua Tim Sukses Koalisi Merah Putih Gerindra PKS, Ahmadi meminta seluruh kader untuk menggiatkan gerakan ke rumah-rumah untuk menyampaikan kepada warga. ”Kami kerja 24 jam untuk berkunjung ke rumah-rumah. Jangan sampai lengah sedikitpun. Gerakan ini harus betul-betul maksimal,’’ tandasnya. (H22-18)



READ MORE >>

Senin, 08 Maret 2010

Elektabilitas Harini-Ari Terdongkrak

(SUARAMERDEKA)- Imbas direct selling dan sosialisasi yang dilaksanakan tim pemenangan Harini Krisniati-Ari Purbono melonjakkan elektabilitasnya pasangan calon wali kota dan wakil wali kota tersebut.

Survei yang digalang internal mereka, tingkat keterpilihan pasangan itu mencapai 38%. Padahal survei yang sama pada awal Maret 2010, angka yang diperoleh hanya 12%.


Ketua Tim Sukses Koalisi Merah-Putih, Ahmadi menegaskan, survei dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Semarang dengan 400 responden.

’’Baliho besar kami memang sedikit, hanya 12 titik, tapi alhamdulillah hasil survei kami justru menunjukkan ada lonjakan tajam,’’ katanya, di sela-sela pelantikan Tim Sukses 16 kecamatan dan 177 kelurahan serta tingkat TPS di Posko Pemenangan Harini-Ari Jl Sriwijaya, Minggu (7/3).

Ahmadi memaparkan, evaluasi direct selling telah mengunjungi 7.419 rumah. ’’Kami memang sengaja mendatangi satu per satu rumah mensosialisasikan pasangan Harini-Ari.’’

Tim Sukses

Upaya lain yang juga digalang yakni, tim sukses tingkat TPS. Sebagai tempat pencoblosan, maka tiap-tiap TPS diterjunkan sejumlah orang. ’’Akan ada 17 orang per TPS yang bekerja. Mereka terdiri atas unsur pemuda, perempuan, tokoh masyarakat dan petugas yang bekerja pada hari H yakni saksi dan keamanan. Tim TPS kami telah terbukti bekerja solid dalam pemilu yang telah dilaksanakan,’’ katanya.

Harini, calon wali kota menyampaikan, usaha keras memang perlu digenjot menuju pencoblosan. Selama ini Koalisi Merah Putih yang terdiri dari Partai Gerindra dan PKS merupakan gabungan solid, tanpa ada isu perpecahan. (H22-18)
READ MORE >>

Minggu, 07 Maret 2010

Pedagang pasar minta Harini jadi Srikandi


Wawasandigital-Selain melakukan silaturahmi kepada para sesepuh pejuang Kota Semarang, Selasa (2/3) kemarin, hari ini, Rabu, (3/3), pasangan Harini Krisniati-Ari Purbono melanjutkan silaturahmi ke pasar-pasar tradisional di Semarang.Pasar Waru menjadi kunjungan pertama silaturahminya. Dalam kunjunganya, dihadapan sekitar 200 pedagang, Harini menyalami masing-masing pedagang yang tersebar di lapak-lapak daganganya.Tuminah, penjual ikan, saat gilirannya berjabat tangan dengan Harini mengatakan, dirinya sangat simpati kepada Harini yang menyempatkan mengunjungi lapaknya.

’’Ampun lali wargane nggih,bu?’’ pesan Tuminah kepada Harini untuk tidak melupakan warganya seandainya terpilih menjadi pemimpin Semarang pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) pada 18 April mendatang.

Selain Tuminah, Yusri, bakul bumbon di Pasar Waru juga menyatakan bangga dengan adanya calon pemimpin dari kalangan perempuan.

Menurutnya, majunya calon perempuan berarti ada kemajuan dari kaum ibu. ’’Jangan semua pria, jadilah Srikandi,’’ kata Yusri semangat.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang pedagang di Pasar Regol, Bugangan, Daryanti, pedagang sayur di pasar tersebut mengaku bersemangat karena ada calon perempuan.

Waliyah, anggota PKL Bugangan tersebut mewakili sekitar 110 pedagang di Pasar Regol mengatakan, agar Harini memberikan bantuan modal kepada sejumlah pedagang.

Beragam masalah
Dari Pasar Regol, pasangan yang diusung PKS-Gerindrqa melanjutkan kunjungannya di Pasar Dargo. Di Pasar yang terkenal sebagai pusat beras tersebut, salah seorang petugas pasar, Budiharjo mengungkapkan, saat ini pasar tersebut sepi, karena sekarang banyak produsen beras yang langsung menjualnya ke konsumen dan distributor.

Menurutnya, dengan komunikasi yang semakin canggih, memudahkan para produsen menyalurkan dagangannya langsung kepada konsumen tanpa melalui pasar. Ia berharap kepada Harini, sebagai calon pimpinan, untuk memperhatikan kondisi sejumlah pedagang di Pasar Dargo.

Sementara itu, Ahmadi ketua tim sukses Harini-Ari mengatakan, kunjungan ke pasar-pasar tradisional dilakukan guna mengetahui masalah yang terjadi di sejumlah pasar tradisional di Semarang.

Menurutnya, keberadaan pusat-pusat perbelanjaan, selama iniÁ masih dikambing hitamkan oleh para pedagang pasar tradisional.

"Karena ternyata problem di pasar-pasar tersebut sangat beragam, oleh sebab itu kami mengunjungi pasar-pasar tradisional ini agar memberikan penilaian yang lebih objektif," katanya.iik/hid-Yn

READ MORE >>

Sabtu, 06 Maret 2010

Harini Disambati Pedagang Pasar

SEMARANG (JawaPos)- Salah satu lokasi yang 'wajib' dikunjungi para calon wali kota dan wakil wali kota untuk menarik simpati warga adalah pasar tradisional. Seperti yang dilakukan calon wali kota yang diusung Koalisi Merah Putih, Harini Krisniati.

Kemarin (3/3), mantan Plt Sekda ini berkunjung ke tiga pasar tradisional, yakni Pasar Waru, Pasar Regol dan Pasar Dargo. Seperti biasa, satu-satunya perempuan yang nyalon wali kota ini menjadi tempat berkeluh kesah para pedagang.


"Jalan depan pasar mbok didandani, Bu! Biar saya ndorong gerobaknya enak," keluh Lasmi, 47, pedagang sayur di Pasar Regol.

Pedagang lain, Rahayu, 39, menginginkan pemerintah lebih memperhatikan pedagang pasar agar tidak kalah oleh supermarket. "Pasarnya diperbaiki ya Bu, dan supermarket jangan boleh berdiri dekat sini, nanti kami ndak laku," katanya.

Harini pun mendengarkan segala keluh kesah pedagang tersebut dengan seksama. Dia bahkan tak ragu berbincang akrab sembari sesekali memegang amisnya ikan segar atau bumbu dapur yang menyengat.

Sikapnya yang familiar itu tentu saja membuat pedagang merasa tak berjarak. Perbincangan pun diselingi guyonan yang hangat dan akrab.

"Kalau terpilih, beri kami modal gratis ya, Bu! Kalau tidak nanti tak datangi ke balaikota," ucap Waliyah, pedagang Pasar Regol disambut tawa pedagang yang lain.

Harini mengatakan, saat ini pemkot sedang menggodog masterplan pasar, baik modern maupun tradisional. Dengan perencanaan itu, maka akan ada garis dan ketentuan yang jelas perkembangan pasar agar tidak saling mematikan.

"Pasar modern dibutuhkan karena masyarakat kota yang praktis dan serbacepat. Sementara warga kota lain butuh pasar tradisional untuk sekalian bersosialisasi. Keduanya sama-sama penting dan harus ditata agar sama-sama berkembang pesat," katanya.

Ketua Tim Sukses Harini-Ari, Ahmadi menambahkan, pihaknya sengaja mengunjungi pasar tradisional untuk lebih mengetahui persoalan yang ada. Selama ini maraknya pusat perbelanjaan seringkali menjadi kambing hitam menurunnya pasar tradisional, padahal belum tentu demikian.

"Makanya kita kesini agar memiliki penilaian lebih objektif. Dan ternyata problem pasar tradisional sangat beragam," kata Ahmadi. (dib/aro)


READ MORE >>

Rabu, 24 Februari 2010

Dipandu Hanoman dan Cakil daftar ke KPU


PINDRIKAN KIDUL- Wawasan - Pasangan Harini-Ari Purbono mengembalikan formulir ke KPU Kota Semarang, Selasa (23/2). Proses pengembalian ini terbilang unik karena pasangan yang memasang slogan Rindu Semarang Berubah ini, mengajak serta para pelaku seni. Bahkan sebelumnya, didampingi tim suksesnya menyempatkan diri berdialog dengan pedagang di Pasar Bulu. Selanjutnya dengan melakukan iring-iringan, mereka berjalan ke Gedung Pandanaran tempat kantor KPU berada. Dari pasar Bulu, Harini-Ari diarak menuju KPU dengan ditandu oleh para Hanoman dan Cakil serta Prajurit Semarangan.

Hanoman direpresentasikan sebagai perlambang dari kesatria yang merupakan karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin. Sedangkan Cakil atau Dinaya Karya, melambangkan watak angkara murka, rakus dan serakah.

Ditemui oleh Ketua KPU Hakim Djunaedi didampingi anggota Henry Wahyono dan Joko Santosa, rombongan dipimpin oleh Ketua Tim Sukses Koalisi Pelangi, Achmadi. Tampak pula dalam rombongan beberapa anggota dewan seperti Gunadi Susetyo, Agung Budi Margono, Johan Rifai, M Afif dan Saryadi serta Hermawan Sulis, sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang.

Hakim menyatakan menerima pendaftaraan pasangan calon ini karena sudah memenuhi kriteria dan syarat pendaftaraan yang ada. ’’Mereka menggunakan sistem perolehan kursi yakni gabungan antara kursi Gerindra dan PKS di DPRD berjumlah total 10 kursi. Ini sudah cukup untuk menjadi syarat pendaftaraan sesuai dengan dengan UU Pemilu tahun 2009,’’ terangnya.

Ketua Tim Sukses Ahmadi menambahkan, pihaknya menargetkan meraih 400 ribu suara dalam Pilwalkot 18 April mendatang. Untuk itu, segala persiapan telah dilakukan untuk mengantarakan Harini-Ari menuju kursi Walikota-Wakil Walikota Semarang 2010-2015.

"Pokoknya kita siap lahir dan batin dan semoga rakyat Semarang meridloi ikhtiar kita bersama," tandasnya.

Harini Krisniati menambahkan, sejak Senin kemarin, dirinya telah mengundurkan diri jabatan Plt Sekda Kota Semarang dan Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) dan hal itu sudah seizin dan diberi restu oleh Walikota Sukawi Sutarip. Dengan demikian, tidak ada masalah lagi jika dirinya melakukan kampanye di jam kerja sebagai PNS demi kemenangannya dalam Pilwakot ini.

"Saya sudah meletakkan jabatan saya, hanya saja masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan, karena itu merupakan tanggung jawab saya. Setelah ini, saya bisa all out dalam kampanye dan pemenangan Pilwalkot," katanya. hid-Yn

READ MORE >>

Harini-Ari Targetkan 50% Suara


TUGUMUDA-Harini Krisniati, calon wali kota dari Koalisi Merah Putih Partai Gerindra dan PKS siap all out dalam kampanye dan pemenangan Pilwalkot 2010.

Hal itu ditegaskan seusai pendaftaran di KPU yang telah dinyatakan lolos, Selasa (23/2), calon yang maju bersama Ari Purbono sebagai calon wakil wali kota tersebut.

Jabatan Harini sebagai Plt Sekda Kota Semarang dan Kepala Dinsospora telah dilepasnya, meski masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan terlebih dulu.

’’Kami sudah siap untuk pemenangan Pilwalkot. Kami mohon doanya,’’ katanya, kepada wartawan.

Ketua Tim Sukses Ahmadi mengatakan, persiapan untuk menuju langkah pemenangan telah digalang. Setidaknya, koalisi itu menargetkan mampu mendulang suara hingga 400 ribu suara atau 50% dari jumlah pemilih.

’’Target ini sudah kami perhitungkan dan kami siap meraihnya,’’ tegasnya.
Saat pendaftaran di KPU, Harini-Ari beserta tim diterima KPU yang dipimpin M Hakim Junaidi.

Hakim menandaskan bila pendaftaran Harini-Ari telah memenuhi syarat. PKS yang memiliki 6 kursi dan Gerindra yang meraih 4 kursi di DPRD telah melampaui batas minimal 8 kursi sebagai prasyarat pengusungan balon walikota-wakil walikota.

’’Seluruh syarat telah dipenuhi, dan dengan demikian saya nyatakan pendaftaran sah,î kata Hakim, yang disusul tepuk tangan seluruh hadirin.

Proses pendaftaran Harini-Ari kemarin berlangsung meriah. Mengawali start dari Pasar Bulu, keduanya menuju kantor KPU dengan cara ditandu.
Sepanjang perjalanan, iring-iringan yang dengan aksi kuda lumping tersebut mampu menarik perhatian para pengguna jalan.

Cabut Status

Di saat bersamaan, KPU mencabut status ’’diterima dengan catatan’’ pendaftaran yang dilakukan oleh pasangan Bambang Raya-Kristanto yang diusung oleh Partai Golkar dan Aliansi 13 Parpol Nonparlemen.

Pencabutan dilakukan setelah KPU menerima kiriman faksimili berupa salinan surat dari DPP PDS yang berisi rekomendasi berkoalisi dengan Golkar dan klarifikasi ketua DPC yang sah.

’’Atas hasil klarifikasi tersebut kami menyatakan pendaftaran Bambang Raya-Kristanto dari Partai Golkar sekarang menjadi sah,’’ katanya.
Diberitakan sebelumnya, KPU menyatakan menerima pendaftaran namun masih bersifat sementara. Pasalnya, PDS terdapat dualisme kepemimpinan.

Di sisi lain, pengesahan KPU itu belum berarti Golkar bernafas lega. Pasalnya Aliansi 22 parpol menyebut ada dukungan 8 dari 13 parpol yang berkoalisi dengan Golkar itu palsu.

Aliansi beralasan ke-8 parpol itu diklaim telah mendukungnya untuk mengusung Mur Aris Sutoto beserta wakilnya.
Bahkan, Sabtu (20/2), ketua ke-8 parpol yang terdiri atas PDS, PKPI, Barnas, PMB, PNBKI, PPD, Partai Keadilan, PPI, dan PKDI dilaporkan ke kepolisian. (H22,H54-87)

READ MORE >>

Selasa, 23 Februari 2010

Hari ini pasangan Harini-Ari mendaftar di KPUD


suaramerdeka-SEMARANG- Setelah pasangan calon Bambang Raya Saputra - Kristanto dan Mahfudz Ali - Anis Nugroho Widharto mendaftar ke KPU, pasangan Harini Krisniati-Ari Purbono juga segera menyusul. Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung koalisi Partai Gerindra dan PKS berencana berangkat mendaftar ke KPU, Selasa (23/2) ini.

Langkah keduanya yang kian mantap ikut Pilwalkot 2010 ini terlihat lancar, tanpa ada konflik berarti, seperti halnya pasangan calon yang lain. Koordinator Tim Sukses Koalisi Merah Putih Gerindra-PKS, Ahmadi menandaskan, kedua partai pengusung itu telah sepemaham untuk berjuang bersama memenangkan pasangan Harini-Ari. Berkas-berkas pendaftaran telah siap, tinggal diserahkan ke KPU. ‘’Semua sudah siap. Insya Allah kami mendaftar besok (hari ini-Red),’’ katanya.


Dalam perjalanan ke KPU, nantinya juga dimeriahkan karnaval pergelaran seni rakyat semarangan. Arak-arakan kesenian berupa prajuritan, hanoman, dan raksasa wayang itu mulai dari Pasar Bulu dan melintas di Tugu Muda pukul 15.30.

‘’Kami memang ingin membuat pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota lebih meriah. Ini sekaligus sarana sosialisasi ke masyarakat,’’ paparnya.
Farchan Besok Terpisah, Jubir Koalisi Pelangi, Agung Purno Sarjono berencana akan mendaftarkan pasangan calon M Farchan dan Dasih Ardiyantari ke KPU, Rabu (23/2). ‘’Kami sudah menyelesaikan persoalan administrasi pendaftaran,’’ katanya.

Agung mengatakan, Koalisi Pelangi yang terdiri dari PAN, PKB, dan PPP, setelah deklarasi pasangan, meneruskan pada jaringan dan simpul-simpul partai hingga struktur tingkat bawah.Di samping itu, juga membentuk tim sukses dari tingkat kota hingga kelurahan. Menurut dia, ini adalah langkah awal, dan masih perlu langkah-langkah sistemik dan strategis ke depan sampai dengan penyiapan tim pemenangan tiap TPS termasuk saksi-saksi. ‘’Pokoknya kami siap sampai saat pemilihan 18 April mendatang,’’ tandasnya. (H22,H54-18)
READ MORE >>

Sabtu, 20 Februari 2010

PKS : Pengobatan Pujiono Ditanggung Pemerintah


AHMAD Pujiono (6 bulan), bayi yang terlahir tanpa hidung mengetuk keprihatinan para petinggi yang duduk di DPRD Kota Semarang.

Bahkan, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Ahmadi, berencana untuk menggalang dana demi kesembuhan buah hati pasangan Suparni (34) dan Ratman (33), warga Jerudang RT 03 RW 03 Kelurahan Gondoriyo itu.


Rabu (17/2) lalu, Ahmadi menjenguk Pujiono yang masih tergolek lemah di RSUD Tugu, lantaran diare berkepanjangan. Bayi malang itu sempat meneteskan air mata serupa nanah di kedua ujung matanya.

”Memang, jika dia merasa kesulitan bernafas, matanya selalu mengeluarkan air mata yang warnanya kuning, sedikit mengental seperti nanah,” kata Ratman sembari menyeka air yang hampir menetes ke pipi putra keduanya itu.

Ahmadi kemudian menatap lekat bola mata Pujiono yang juga tumbuh tak sempurna. Mulut anak itu hampir tak pernah mengatup karena hanya celah mulut mungilnya yang saat ini membantunya bernafas.

”Saya sangat prihatin dengan keadaan Pujiono yang masih seumuran dengan anak bungsu saya itu. Kami akan berusaha membantu dengan seluruh potensi yang ada. Kami juga akan mengupayakan penggalangan donasi untuk membantu kesembuhan Pujiono,” ujar Ahmadi seusai menjenguk Pujiono .

Ratman sempat menemui jalan buntu saat akan mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk membantu biaya pengobatan hidung anaknya itu. Menurutnya, setelah penderitaan anaknya diberitakan di media, instansi-instansi bersangkutan kemudian memberikan kemudahan.

Di hari yang sama, Wakil Ketua Komisi D Kota Semarang, Suryanto beserta Anggota Komisi D, M Rukiyanto, pun turut menjenguk Pujiono yang masih dirawat di Ruang Melati RSUD itu.

Keterbatasan Alat

Keterbatasan prasarana Computed Tomography Scanner (CT-Scan) di RSUD Tugu, membuat RS tersebut terpaksa akan merujuk Pujiono ke RSUP Dokter Kariadi untuk segera dilakukan operasi pembuatan lubang hidung.

Menurut dokter spesialis anak RS Tugu, dokter Djoko Sugiharto, operasi tersebut dapat dilakukan jika diare yang dialami pasiennya itu sudah sembuh.
”Panas dan sariawannya sudah berangsur membaik, sekarang tinggal penyembuhan diarenya.

Setelah itu barulah kami membuat rujukan ke RSUP Dokter Kariadi untuk segera dilakukan operasi pembuatan lubang hidung serta tulang hidung yang tidak dimiliki Pujiono,” papar dr Djoko.

Sementara pemeriksaan bola mata Pujiono yang juga tumbuh tidak sempurna, dapat dilakukan setelah proses operasi hidung buatan itu rampung. ”Bola mata yang tumbuh menyempit itu juga membuat penglihatannya terganggu.” (Diantika Permatasari-87)
READ MORE >>

Senin, 15 Februari 2010

Pilwalkot Semarang Diprediksi Dua Putaran


SEMARANG TENGAH- Ketua Koalisi Merah-Putih, Ahmadi memperkirakan Pilwalkot April mendatang bakal berlangsung ketat. Hingga Minggu (14/2) kemarin, sudah ada tiga pasangan calon yang resmi mendeklarasikan diri. Jika menilik kekuatan politik yang ada, jumlah tersebut masih mungkin untuk bertambah dua, sehingga paling tidak ada lima pasangan calon yang akan bertarung.

Tambahan dua pasangan tersebut berasal dari Koalisi Pelangi (PAN, PKB dan PPP) serta Golkar yang dikabarkan berhasil menggandeng partai-partai kecil.


’’Dengan konstelasi politik seperti ini, kami memperkirakan Pilwalkot berlangsung dalam dua putaran. Karena itu, kami akan melakukan persiapan sejak awal,’’ kata Ahmadi.

Hingga kemarin, tiga pasangan yang sudah mengukuhkan diri maju dalam pertarungan adalah Mahfudz AliñAnis Nugroho (Manis) yang diusung Partai Demokrat. Disusul, Harini KrisniatiñAri Purbono dari Koalisi Merah-Putih yang merupakan gabungan dari Gerindra dan PKS. Terakhir, pasangan SoemarmoñHendi Hendrar Prihadi yang diusung PDI Perjuangan.

Menghadapi persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat, Koalisi Merah-Putih dikatakan Ahmadi terus melakukan konsolidasi. Selain akan memaksimalkan mesin partai, pihaknya terus membentuk tim sukses di seluruh kecamatan.

’’Kami menargetkan dalam pekan ini tim sukses di seluruh kecamatan dapat terbentuk. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan Harini-Ari kepada masyarakat,’’ kata Ahmadi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini.

Sosialisasi diakui Ahmadi menjadi fokus perhatian pihaknya dalam beberapa hari terakhir ini. Termasuk acara peringatan HUT Gerindra ke-2 yang berlangsung Minggu, (14/2) kemarin, pihaknya juga memanfaatkan untuk meraih dukungan masyarakat.

Koalisi Pelangi

Sementara itu ketika beberapa partai sudah mulai mendeklarasikan pasangannya, Koalisi Pelangi hingga kemarin masih belum terlihat tanda-tanda menyusul. Koordinator Koalisi Pelangi (PAN, PKB, PPP) Djunaedi mengatakan, pihaknya masih konsolidasi internal. ’’Kami bukannya diam, sosialisasi tetap terus kami. Sambil terus mencari figur wakil wali kota yang memiliki elektabilitas tinggi,’’ kata Djunaedi.

Diakui, pihaknya saat ini telah mengantongi sejumlah nama yang nantinya akan disandingkan dengan M Farchan. ’’Kami pastikan, sebelum hari pertama pendaftaran, sudah menetapkan pasangan yang akan diusung,’’ pungkasnya. (H54-18)

READ MORE >>

Sabtu, 13 Februari 2010

Tiga Pasangan Calon Resmi Terbentuk


M Farchan Masih Dicarikan Pasangan

SEMARANG, KOMPAS - Tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang terbentuk. Setelah pasangan Mahfudz Ali-Anis Nugroho Widharto yang telah mendeklarasikan diri, pasangan Harini Krisniati-Ari Purbono menyusul kemudian, dan pasangan Soemarmo HS-Hendi Hendrar Prihadi akan melakukan langkah serupa.


Pasangan Harini-Ari yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-Partai Gerindra resmi dideklarasikan di depan Masjid Besar Kauman, Johar, Kota Semarang, Jumat (12/2). Pasangan ini mengusung slogan "Rindu Semarang Berubah". Ketua Koalisi Merah Putih Ahmadi mengatakan, koalisi tersebut adalah koalisi kerakyatan, lintas agama, suku, ideologi, dan profesi.

Deklarasi itu mengejutkan karena sebelumnya Partai Gerindra berkoalisi dengan Partai Golkar. Pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang Agus Priyadi menyebutkan, keinginan DPC Partai Gerindra yang berkoalisi dengan Partai Golkar ternyata tidak disetujui oleh Dewan Pimpinan Pusat.

"Saya baru menerima rekomendasi dari DPP tadi malam (Kamis, 11/2) bahwa DPP merekomendasikan Harini sebagai calon wali kota Semarang. Setelah ini, komunikasi dengan Partai Golkar tetap kami jalin dan kami akan menyampaikan secara resmi mengenai rekomendasi itu," kata Agus.

Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan, selama ini koalisi antara Golkar dan Gerindra tidak sampai di DPP. DPP lebih memilih berkoalisi dengan PKS dan mengusung calon Harini Krisniati.

Secara terpisah, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) secara resmi akan mengusung pasangan Soemarmo-Hendi Hendrar Prihadi. Rencananya, deklarasi pasangan itu akan dilakukan pada Minggu (14/2) di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Kota Semarang.

Sekretaris DPC PDI-P Kota Semarang Supriyadi mengatakan, rekomendasi dari DPP mengenai pasangan Soemarmo-Hendi telah sampai di DPC PDI-P. Karena itu, apa pun keputusan dari DPP akan didukung oleh segenap kader di bawah.

"Saat ini kami melakukan pendekatan kepada para calon yang ikut mendaftar melalui PDI-P untuk bergabung dan turut memenangkan pasangan yang kami usung," kata Supriyadi.

Pasangan Farchan

Sementara itu, Ketua Koalisi Pelangi (Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan) Djunaedi mengungkapkan, pihaknya masih mencari bakal calon wakil wali kota untuk dipasangkan dengan calon wali kota M Farchan. Beberapa nama sudah mendekat.

"Kami menunggu bagaimana tanggapan dari Pak Farchan. Pendapat calon yang kami usung turut menentukan calon wakil wali kota," kata Djunaedi. (UTI)
READ MORE >>

Harini-Ari Usung Rindu Perubahan

SEMARANG TENGAH-SuaraMerdeka- Koalisi Merah-Putih PKS-Partai Gerindra mendeklarasikan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Harini Krisniati-Ari Purbono.

Bertempat di depan Masjid Agung Semarang Kauman, deklarasi tersebut dikemas dalam pagelaran budaya yang bernuansa religius-kerakyatan.


Di depan massa yang hadir, Harini Krisniati menyerukan, ’’Di tempat ini dulu berdiri kadipaten. Masa kejayaan Semarang pernah ada di sini. Kini kami Harini-Ari maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota bagi yang rindu Semarang berubah.’’

Pasangan tersebut memang mengusung slogan ’’Rindu Semarang Berubah’’.
Oleh karena itu lokasi deklarasi mereka, yakni dekat masjid dan pasar, yang merupakan tempat berlalu lalang banyak orang dimanfaatkan untuk berdialog dengan sejumlah warga. Berbagai harapan disampaikan kepada mereka, seperti persoalan banjir rob hingga rendahnya gaji buruh.

Saat ini Harini dikenal sebagai pejabat di lingkungan Pemkot dengan menempati posisi Plt Sekda. Sementara Ari adalah anggota DPRD Kota Semarang dengan jabatan wakil ketua Komisi B.

Ketua Panitia Deklarasi, Ahmadi mengatakan, koalisi yang dibangunnya adalah bersifat kerakyatan, lintas agama, ras, dan suku, serta profesi. Deklarasi itu juga diperkuat dengan pembacaan nota kesepakatan PKS-Gerindra oleh Ketua DPD PKS Kota Semarang, Johan Rifai, dan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Agus Priyadi.

Kesepakatan itu adalah kedua partai berkoalisi dalam Pilwalkot 2010, mengusung pasangan Harini-Ari, dan mendaftarkan ke KPU tepat waktu. Selain itu kedua partai juga sepakat bekerja sama dalam Pilwalkot 2010 serta mendukung pemerintahan masa bakti 2010-2015. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP Gerindra, Suhardi dan Ketua Wilda Jateng-DIY PKS, Agus Purnomo.

Keputusan DPP

Ditemui wartawan, Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Agus Priyadi mengatakan, akan membentuk tim sukses bersama dengan PKS. Terkait koalisi yang pernah dijalin dengan Golkar sebelumnya, ia mengakui hal itu memang proses yang berlangsung di tingkat lokal. Oleh karena DPP Gerindra memiliki keputusan untuk bergabung dengan PKS, maka DPC Gerindra Kota Semarang pun melepas koalisinya dengan Golkar.

’’Dengan kondisi ini kami akan sampaikan ke Golkar secara resmi. Sampai saat ini pemberitahuan masih sebatas lisan ke Ketua Golkar, Agung Priyambodo. Ini memang menjadi problem perasaan kami,’’ katanya.

Sebelum deklarasi, Harini-Ari menyempatkan masuk Pasar Yaik Baru dan berbelanja. Mereka berbincang tentang kondisi pasar dan harga dagangan. Beraneka budaya yang tampil dalam deklarasi di antaranya, musik band, kelompok pengamen jalana, barongsai, reog, dan tari warak. (H22,H54-87)

READ MORE >>

Jumat, 12 Februari 2010

Koalisi Partai Politik Terpecah


SEMARANG, KOMPAS - Koalisi Partai Golkar dan Partai Gerindra menjelang Pemilihan Umum Wali Kota Semarang 2010 terpecah. Partai Gerindra secara tiba-tiba berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Perpecahan ini berpotensi pula memecah koalisi partai politik lain karena Partai Golkar mulai membuka kemungkinan membentuk koalisi baru bersama parpol lain.

Ketua Koalisi PKS-Gerindra atau Koalisi Merah Putih, Ahmadi, Kamis (11/2), menyampaikan, pendekatan dengan Gerindra telah dilakukan oleh PKS sejak Gerindra keluar dari Koalisi Pelangi. "Ketika berkoalisi dengan Golkar, bukankah koalisi mereka belum disetujui oleh DPP?" ujar Ahmadi.


Kabar koalisi PKS dengan Gerindra ini mencuat selama seminggu terakhir. PKS yang mengusung Ari Purbono akan memasangkan Harini Krisniati yang kini Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Semarang sebagai calon wali kota Semarang setelah berkoalisi dengan Gerindra.

Deklarasi koalisi parpol serta pengusungan pasangan Harini-Ari ini akan diumumkan Jumat (12/2) di Alun-alun depan Masjid Kauman, Johar, Kota Semarang. Ahmadi juga mengklaim bahwa dukungan dari Partai Gerindra sudah solid.

"Hari ini (Kamis) Harini bertemu langsung dengan Prabowo Subianto di Jakarta. Kami juga sudah mendapat kepastian dari DPP PKS mengenai koalisi dengan Gerindra," ujar Ahmadi.

Ahmadi menyebutkan, kekuatan pasangan Harini-Ari adalah karena merupakan satu-satunya pasangan yang mengusung perempuan. Selain itu, mereka akan mengusung semangat perubahan Kota Semarang sebagai isu sentral. Ahmadi yakin, pasangan ini dapat menjawab keinginan masyarakat yang merindukan sosok baru di Kota Semarang.

Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang Agung Priyambodo menyampaikan, sampai Kamis (11/2) sore, Golkar belum menerima pernyataan pengunduran diri Partai Gerindra dari Koalisi Golkar-Gerindra. Golkar masih berkomitmen dengan koalisi tersebut.

"Kalau sampai malam ini tidak ada pernyataan mundur, saya khawatir ada implikasi hukum bagi Gerindra. Mungkin bukan dari Golkar, tetapi dari calon yang kami usung. Bagaimanapun ada banyak pertanyaan," kata Agung.

Jika Gerindra tidak setuju dengan calon yang diusung oleh koalisi Golkar-Gerindra, seharusnya dikomunikasikan terlebih dulu. Agung mengatakan, DPD Golkar Kota Semarang akan berkoordinasi dengan DPD provinsi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Jika Gerindra benar-benar lepas dari koalisi dengan Golkar, alternatif lainnya adalah Golkar akan menggandeng parpol lain di luar parlemen. Selama ini, parpol-parpol kecil itu tergabung dalam aliansi 22 parpol dan akan mengusung Mur Aris Sutoto.

Parpol yang kemungkinan digandeng Golkar antara lain Partai Damai Sejahtera, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Karya Peduli Bangsa. Jika itu terjadi, aliansi 22 parpol juga akan terpecah dan peta koalisi menjelang pilwalkot berubah. (uTI)
READ MORE >>

Besok, Harini - Ari Deklarasi

SEMARANG -RadarSemarang- Duet baru Harini Krisniati-Ari Purbono hasil koalisi Partai Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin mendekati kepastian. Pasangan ini bahkan sudah merencanakan akan menggelar deklarasi Jumat (12/2) besok pagi di Masjid Agung Semarang, Kauman. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Sukses Koalisi Merah Putih PKS-Gerindra Ahmadi Rabu (10/2) kemarin.


Rencana deklarasi, menurutnya, berani disampaikan karena sekarang sudah ada kepastian koalisi yang digalangnya bersama Partai Gerindra. Bahkan, ia sudah mengetahui akan turunnya rekomendasi dari DPP Partai Gerindra dan restu DPP PKS. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Ketua DPD PKS Kota Semarang, Johan Rifai yang kemarin masih di Jakarta.

"Kalau PKS, SK atau rekomendasi itu hanya dari DPW PKS Jateng. DPP prinsipnya hanya memberi restu atau menyetujui saja. Dan sekarang saya ini di Jakarta, nanti malam (tadi malam) mau konsultasi dengan DPP," katanya dalam wawancara melalui telepon.

Ari Purbono sendiri mengatakan, arah pembicaraan koalisi antara PKS dengan Gerindra memang sudah mendekati kenyataan. Begitu juga pasangan yang akan diusung oleh koalisi PKS-Gerindra ini. "Kepastiannya sudah 90 persen, hampir 100 persen" tegasnya.

Ari menegaskan bahwa pasangannya ini akan menjadi kuda hitam pada Pilwalkot Semarang mendatang. Hal ini dikarenakan Harini Krisniati adalah satu-satunya perempuan dalam Pilwalkot Semarang 2010 Mengingat sampai sekarang tidak ada bakal calon perempuan, selain Harini yang hendak maju dalam Pilwalkot Semarang. Apalagi Harini Krisniati yang kini menjabat Plt Sekda Kota Semarang itu dinilai bisa bersaing dengan para calon lain yang berasal dari birokrat, seperti Mahfudz Ali (wakil wali kota), Soemarmo HS (mantan Sekda), dan Muhammad Farchan (Kabid Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang).

"Ya harapannya kaum wanita, ibu-ibu dan remaja putri memilih figur dari kaumnya. Lagi pula Bu Harini kan birokrat yang pada posisinya sekarang bisa mengimbangi calon-calon birokrat lainnya," jelasnya.

Sementara itu terkait konsep deklarasi, Ari membeberkan deklarasi yang akan dilakukan tidak mewah. Deklarasi akan digelar di tengah-tengah rakyat di depan Masjid Agung Kauman Semarang yang letaknya di samping Pasar Johar. "Deklarasinya akan dilakukan secara sederhana, deklarasinya yang pro rakyat, makanya akan kita lakukan di tengah-tengah rakyat," tuturnya.

Harini Krisniati ketika dikonfirmasi enggan berkomentar banyak soal namanya yang mencuat dipasangkan dengan Ari Purbono sebagai hasil Koalisi PKS-Gerindra.

Dirinya memang tidak akan berbicara banyak soal pencalonannya. Yang terpenting baginya nanti dalam Pilwalkot akan keluar sebagai pemenang. "Ndak usah banyak bicara, sing penting sesuk menang," tandasnya.

Harini sendiri memandang majunya dalam pilwalkot ini sebagai amanat yang sangat berat. Selain dari segi tugas dan tanggungjawab yang semakin berat, juga jalan menuju ke sana yang harus bersaing dengan kandidat lain yang menurutnya lebih berkualitas.

"Tapi sejak dulu, komitmen saya pada birokrasi Kota Semarang kuat, sejak mula saya sudah berjanji untuk mengabdi pada Semarang. Kalau direstui mari kita sama-sama bekerja maksimal untuk menjadi lebih baik," katanya.

Sedangkan terkait pengajuan izin ke pimpinan, Harini menyatakan sejauh ini belum mengajukan izin resmi. "Ya nanti kalau saatnya tiba ya pasti, itu kan administrasi," tandasnya.(dib/aro)






READ MORE >>

Kamis, 11 Februari 2010

Besok,Harini-Ari Dideklarasikan


SEMARANG(SI) – Duet Harini Krisniati- Ari Purbono hasil dari koalisi PKS-Gerindra semakin nyata.Pasangan yang berpotensi menjadi ‘kuda hitam’ dalam Pilwalkot ini rencananya dideklarasikan pada Jumat (12/2).

Kepastian itu disampaikan oleh Ketua Tim Sukses Koalisi Merah Putih PKS-Gerindra, Ahmadi kemarin. Deklarasi akan digelar di depan Masjid Agung Semarang yang berada di Kauman Semarang. Deklarasi dilakukan menyusul sudah adanya kepastian koalisi antara PKS dan Gerindra.Ahmadi mengaku sudah mengetahui rencana turunnya rekomendasi dari DPP Partai Gerindra dan DPP PKS yang akan mengusung pasangan Harini-Ari. Harini yang kini masih menjadi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Semarang dicalonkan oleh Gerindra. Sementara Ari Purbono dicalonkan menjadi wakil wali kota oleh PKS.

Upaya merealisasikan pasangan Harini-Ari ini juga menjadi bagian kejutan yang dari awal sudah dijanjikan PKS dalam menghadapi ajang lima tahunan ini. Pasangan ini diprediksikan menjadi “kuda hitam” bagi pasangan bakal calon lainnya. Mengingat majunya Harini yang notabene bukan orang partai juga baru diketahui baru-baru ini. Di samping itu, faktor perempuan tentu akan menjadi penilaian tersendiri bagi masyarakat dalam memilih pasangan calon pada Pilwalkot Semarang yang akan berlangsung 18 April mendatang. Di sisi lain, majunya Harini bakal memecah suara kalangan PNS di Kota Semarang.

Selain Harini, saat ini ada beberapa pejabat pemkot yang turut maju menjadi bakal calon wali kota, yakni Mahfudz Ali (wakil wali kota incumbent), Soemarmo HS (mantan sekda), dan M Farchan (Kabid Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang). Ari Purbono menegaskan, arah pembicaraan koalisi antara PKS dan Gerindra sudah mendekati kenyataan, demikian halnya pasangan yang akan diusung. Ari yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang ini mengemukakan, deklarasi yang akan dilakukan tidak mewah. “Deklarasinya akan dilakukan secara sederhana, deklarasinya yang prorakyat, makanya akan kita lakukan di tengah-tengah rakyat,”ungkapnya.

Sementara itu, Harini Krisniati masih enggan berkomentar banyak soal namanya yang mencuat dipasangkan dengan Ari Purbono. Kepada wartawan, dirinya memang tidak akan berbicara banyak soal pencalonan. “Nggak usah banyak bicara, sing penting sesok menang,”tandasnya. (alkomari)


READ MORE >>

Pasangan Harini-Ari Siap Deklarasi



SEMARANG-SUARAMERDEKA NEWS-Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Harini Krisniati-Ari Purbono, siapkan deklarasi. Munculnya pasangan yang diusung Koalisi Merah Putih, PKS dan Partai Gerindra, itu semakin memanaskan peta politik Pilwalkot.

Ketua Tim Sukses Koalisi Merah Putih, Ahmadi mengatakan, mesin politik dua partai sudah siap menggerakkan sosialisasi dan kampanye. Jumat (12/2) pukul 13.00, koalisi tersebut menggelar deklarasi di alun-alun depan Masjid Agung Kauman.


Tempat itu dipilih sebagai sarana mendekatkan diri kepada masyarakat. Dengan bertemu langsung masyarakat diharapkan terjadi dialog dan bisa diketahui keluhan mereka. ’’Kami ingin deklarasi bernuansa prorakyat,’’ katanya, Rabu (13/2).

Ahmadi menandaskan, DPD PKS Kota Semarang sudah berkomunikasi dengan DPC Partai Gerindra Kota Semarang untuk bersama-sama memperjuangkan kemenangan Harini-Ari. Hal itu merupakan tindak lanjut keputusan DPP Partai Gerindra yang menyebut calon wali kota Harini dan berkoalisi dengan PKS sudah final. Selama ini keberadaan Harini sebagai figur calon wali kota belum begitu banyak muncul di permukaan, misalnya memasang baliho berukuran besar maupun beriklan di media.

Sementara Ari yang diusung PKS sebagai calon wakil wali kota sudah bergerak terlebih dulu dengan memasang banyak spanduk di berbagai jalan protokol. ’’Dengan sudah berpasangan maka konsep kampanye Harini-Ari tetap meneruskan tema membangun keluarga sejahtera. Insya Allah, Gerindra juga sudah menyiapkan mesin politknya,’’ tambahnya.
’’Direct Selling’’ Diterangkan Ahmadi, sebelum pendaftaran di KPU, pihaknya telah menyiapkan tim sosialisasi di 177 kelurahan dan 16 kecamatan. Beragam bentuk sosialisasi disiapkan, di antaranya direct selling. Dimintai tanggapannya Harini mengatakan sudah siap untuk deklarasi. ’’Yang penting menang,’’ tegasnya.

Apakah Harini juga segera memasang baliho bergambar dirinya sebagaimana calon-calon lainnya. Ia hanya tersenyum ditanyai itu. Selama ini Harini yang saat ini menjabat Plt Sekda memang tidak terlalu banyak bicara soal Pilwalkot.
Terpisah, Ari yang juga politikus PKS itu mengatakan, partainya tidak alergi untuk mengusung kepala daerah perempuan. Apalagi dalam Pilwalkot dirinya hanya menempati posisi calon wakil wali kota, yang berarti mendampingi Harini sebagai calon wali kota. (H22,H54-87)

READ MORE >>

Senin, 18 Januari 2010

Akhmadi: Saya Tidak Pernah Masuk Pengurus


Radar Semarang- DARI seluruh anggota dewan yang namanya tercantum dalam kepengurusan PSIS, ada satu yang terlihat janggal. Dia adalah Akhmadi, politisi PKS yang kini duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Semarang. Kenapa janggal? Ya, selama ini PKS bisa dibilang berbasis anggota dewan yang getol menolak pendanaan untuk PSIS, dengan alasan tidak jelas pertanggungjawabannya.

Lalu, mengapa Akhmadi mau bergabung dalam pengurus PSIS? Jangan berapriori dulu. Karena ternyata Akhmadi mengaku sama sekali belum pernah ditawari, apalagi datang pada saat pelantikan pada Jumat 8 Januari lalu.

Akhmadi memang mengaku dapat undangan dari Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip. Dalam undangan tercantum untuk keperluan silaturahmi dengan pengurus PSIS. "'Tapi saya tidak datang karena kebetulan ada acara penting," katanya.

Justru Akhmadi mengaku kaget namanya bisa muncul di koran sebagai bagian dari kepengurusan PSIS. Dalam struktur, Akhmadi didudukkan sebagai Ketua Bidang Pembinaan. "Saya mempertanyakan kenapa nama saya bisa muncul, padahal rapat saja saya tidak ikut," katanya.

Meski begitu, Akhmadi mengaku tidak begitu memedulikan. Menurutnya, jika PSIS benar-benar membutuhkannya, justru mereka yang akan aktif menemui. "Kalau nggak ya sudah, biarkan saja," katanya.

Terkait dominasi anggota dewan Kota Semarang dalam struktur PSIS, Akhmadi secara khusus tidak bersedia mengomentari. Menurutnya, hal itu jadi urusan pribadi masing-masing. "Asal tidak menganggu tugas-tugas kedewanan bagi saya tidak masalah. Ya profesional sajalah," tandasnya singkat. (dib/isk)


Nb: Ahmadi, Wakil DPRD II Kota Semarang dari PKS
READ MORE >>

Anggota Dewan Ramai-Ramai Jadi Pengurus PSIS

Dicurigai untuk Amankan Duit APBD

Radar-Semarang -Dengan alasan untuk lebih memaksimalkan roda organisasi, PSIS merombak struktur kepengurusannya beberapa waktu lalu. Pengurus lama yang tak aktif diganti, dan pos-pos yang tak efektif dihapuskan. Yang menarik, sebagian besar pengurusnya justru anggota DPRD Kota Semarang. Upaya PSIS membungkam dewan? Atau justru dewan sendiri tergiur ingin menikmati sebagian duit PSIS dari kucuran APBD?


STRUKTUR yang ada di kepengurusan lama seperti ketua harian, bendahara umum, sekretaris, serta komisi-komisi dihapus. Selain itu, anggota bidang juga dirampingkan. Yang ada hanya ketua bidang dan wakil.

Hasilnya, kepengurusan yang semula gemuk sekitar 30 orang, kini tampak lebih ramping: hanya 17 orang. Pelantikan pengurus dilakukan pada Jumat 8 Januari lalu. Ketua Umum PSIS yang juga Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menyerahkan SK pelantikan yang dihadiri mayoritas pengurus.

Namun perubahan mendasar tak hanya itu. Pada kepengurusan lama, pengurus lebih banyak terdiri atas unsur birokrat atau pejabat eksekutif. Namun sekarang sebaliknya. Sepuluh dari 17 pengurus adalah anggota DPRD Kota Semarang.

Selengkapnya, susunan pengurus PSIS yang baru adalah Ketua Umum Sukawi Sutarip, Sekum Prijo Anggoro, Bendahara Sri Poncowati, dan Humas Suryanto (dewan-PKB). Ketua Bidang Pendanaan Supriyadi (dewan-PDIP) dan wakilnya Fajar Adi P (dewan-Demokrat). Selanjutnya, Ketua Bidang Promosi dan Usaha dipegang oleh Sumartono (dewan-Demokrat) dan wakilnya Danur Rispriyanto (dewan-Demokrat). Ketua Bidang Legal adalah Kholison (dewan-PKB) dan wakilnya Adi Siswanto.

Ketua Bidang Pembinaan dipercayakan kepada Achmadi (dewan-PKS) dengan wakil Sugihartono (dewan-Demokrat). Novriadi (dewan-Demokrat) menjadi ketua Bidang Liga dan Donny Riandika sebagai wakil. Ketua Bidang Kompetisi dipegang oleh Edy Purwanto (dewan-Demokrat) dan sebagai wakilnya Wahyu Liluk Winarto. Pembantu umum, David Novian.

Melihat susunan tersebut, pertanyaan besar pun muncul. Apakah dominasi anggota dewan yang terhormat itu ada kaitannya dengan pengamanan jatah dana hibah dari APBD Kota Semarang? hal ini tentunya memiliki relevansi, mengingat pemberian dana hibah itu sering tersendat akibat derasnya penolakan DPRD.

Namun dugaan tersebut ramai-ramai dimentahkan anggota dewan yang jadi pengurus PSIS. Simak saja pengakuan Kholison. Anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra-PKB tersebut beralasan, justru keterlibatan dirinya di PSIS ingin membantu supaya klub kebanggaan rakyat Semarang itu tidak selalu bergantung pada APBD.

"Selama ini, semua orang, termasuk saya, sering mencerca ngemisnya PSIS pada APBD. Tapi kebanyakan hanya ngomong tanpa menyumbang pemikiran apapun. Nah dengan masuk di pengurus, saya jadi memiliki peran untuk berbuat sesuatu membuat PSIS tak lagi mengandalkan APBD," kata politisi muda PKB itu.

Kholison berpendapat, jika mau, seharusnya banyak perusahaan besar di Kota Atlas berpotensi besar membantu pendanaan PSIS. Hanya saja, kompensasi yang ditawarkan kepada sponsor, selama ini kurang menjanjikan. Sehingga mereka (perusahaan) tidak bersedia membantu. Kholison mengaku memiliki banyak konsep yang bisa dilakukan PSIS untuk menarik sponsor.

"Misalnya, perusahaan air minum kemasan. Selain billboard-nya dipasang di setiap sudut stadion, dia diberi hak sebagai satu-satunya yang boleh berjualan minuman di dalam stadion. Itu kan penawaran menarik," katanya membocorkan salah satu konsepnya.

Yang pasti, menurut pria yang mengaku sangat suka sepak bola itu, sudah saatnya PSIS sebagai klub profesional dikelola secara professional juga. Hal ini tentu saja berkait erat dengan sumber daya manusia. Kholison menyatakan, orang-orang yang berkecimpung di dalam PSIS, bukan hanya orang yang mencintai bola. Namun juga memiliki kemampuan dan pengalaman manajerial yang mumpuni.

"Jadi keberadaan saya dalam kepengurusan tidak sekadar numpang nama, tapi benar-benar bekerja untuk PSIS," tegas pria yang menjabat Ketua Bidang Legal tersebut.

Pernyataan Kholison diamini Supriyadi. Politisi PDIP yang menjabat sebagai Ketua Komisi D itu sepakat dengan konsep keluar dari ketergantungan APBD. Menurut Supriyadi, justru dengan keterlibatan dewan di kepengurusan PSIS, ingin menunjukkan bahwa anggota dewan tidak hanya bisa bicara. Tapi juga bisa bekerja.

Selama ini Supriyadi mengakui bahwa pendanaan PSIS melalui APBD sering tersendat oleh penolakan anggota dewan. "Dengan masuk pengurus, kami buktikan tak hanya bisa menolak, tapi juga bisa mencarikan solusi yang terbaik bagi PSIS," katanya.

Kendati demikian, hal itu diakuinya bukan persoalan mudah. Para pengurus terdahulu tentu bukan orang sembarangan. Mereka, lanjutnya, sudah pernah mencoba mencarikan dana untuk PSIS dari segala sumber. Karena itu, Supriyadi yang kebetulan diplot sebagai Ketua Bidang Pendanaan ingin bertemu para pengurus PSIS lama.

"Saya ingin bertemu para tetua yang sudah berpengalaman. Saya ingin menimba ilmu, apa-apa saja yang sudah mereka lakukan. Sehingga saya memiliki gambaran apa yang harus saya lakukan ke depan," ujarnya.

Pernyataan agak berbeda justru diberikan oleh Wakil Ketua Bidang Promosi dan Usaha, Danur Respriyanto. Menurut anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat tersebut, sebagai klub profesional PSIS tak boleh bergantung pada APBD. Namun jika pemerintah kota memiliki kemampuan dalam keuangan, menurut dia, hal itu tidak usah dipermasalahkan.

"Tapi asal semua pos urusan wajib yang berhubungan dengan kesejahteraan rakyat sudah terpenuhi. Pendidikan, kesehatan, dan infrasruktur misalnya. Kalau itu sudah terpenuhi dan mampu membiayai PSIS ya mengapa tidak," kata Danur yang memang sebelumnya pengurus PSIS.

Namun Danur mengingatkan, segala bentuk pendanaan melalui APBD harus bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Menurut Danur, dengan keterlibatan anggota dewan, bisa berarti positif bagi PSIS. Dewan yang sudah menguasai prinsip-prinsip penganggaran sekaligus pertanggungjawabannya, bisa mengapilkasikannya di PSIS.

Mencermati pernyataan anggota dewan tersebut, memang menunjukkan semangat tinggi yang mereka miliki. Namun, di satu sisi, ada pertanyaan yang mengambang soal pembagian konsentrasi. Di satu sisi, sebagai anggota dewan mereka dituntut memiliki integritas tinggi sebagai wakil rakyat. Di sisi lain, sebagai pengurus PSIS, mereka memiliki tanggung jawab untuk membawa PSIS ke prestasi puncak.

Ketua Bidang Liga Novriadi memiliki pandangan bahwa soal pembagian konsentrasi bukan masalah besar. Anggota dewan, kata dia, sebelumnya sudah berpengalaman membagi waktu dan konsentrasi antara profesi kedewanan, pekerjaan regular, waktu untuk keluarga dan waktu untuk partai.

"Jadi tidak masalah. Selama ini nyatanya berjalan baik. Dan jangan lupa, di kepengurusan kita tidak harus ada setiap waktu. Yang dibutuhkan dari kita adalah ide, konsep, dan pemikiran bagaimana PSIS ke depan," paparnya.

Angota dewan dari Fraksi Partai Demokrat tersebut menyontohkan dirinya yang harus bertanggungjawab pada kompetisi liga PSIS U-12, U-15, U-18 dan U-23. Menurutnya, kompetisi yang berlenjautan dan berjenjang akan mampu menghasilkan bibit pemain berkualitas. Para pemain muda yang lahir dari kompetisi usia dini inilah yang akan memperkuat PSIS bersaing di level lebih tinggi.

Untuk itu, Novri mengklaim akan berusaha maksimal agar kompetisi usia dini mendapat porsi lebih. Dalam hal pendanaan, misalnya, lanjut Novri, selama ini usia dini sering dipinggirkan. "Kalau asupan gizi kurang, bagaimana kita bisa berharap pemain muda kita berkembang. Tidak adil dong. Makanya PSIS ke depan harus juga berkonsentrasi pada pembinaan pemain muda." (dib/isk)


Nb: Ahmadi, Wakil DPRD II Kota Semarang dari PKS
READ MORE >>

Rabu, 13 Januari 2010

PKS : Angg. utk kesehatan harusnya minimal sama dgn thn lalu, bukan dikurangi

SEMARANG, KOMPAS - Pemerintah Kota Semarang terlihat tidak peduli terhadap kesehatan masyarakat, terbukti dengan minimnya anggaran untuk bidang kesehatan. Anggaran kesehatan tahun 2010 justru turun hingga Rp 13 miliar dibandingkan tahun lalu.


Beberapa anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Semarang mengungkapkan hal itu dalam rapat Banggar, Selasa (12/1). Rata-rata anggota Banggar spontan mengaku miris dan menolak begitu mendengar penurunan anggaran belanja langsung di Dinas Kesehatan dari Rp 50,1 miliar menjadi Rp 36,5 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Tatik Suryati dalam kesempatan tersebut mempresentasikan rencana anggaran untuk Dinas Kesehatan pada 2010. Tatik menyebutkan, beberapa program kesehatan antara lain penanganan kejadian luar biasa (KLB), penanganan gizi buruk, hingga jaminan kesehatan masyarakat Kota Semarang nonkuota Jamkesmas.

Untuk program Jamkesmaskot misalnya, dengan jumlah sasaran yang sama, yaitu 186.000 penduduk miskin, jumlah anggaran justru berkurang dari Rp 26,5 miliar menjadi Rp 18,8 miliar. Pos pelayanan terpadu (posyandu) bahkan tidak dianggarkan.

"Ini sangat memprihatinkan. Anggaran untuk kesehatan minimal sama dengan tahun lalu, bukan justru dikurangi," kata Ari Purbono dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hanik Khoiru Solikah dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga menyoroti hal serupa. Meski untuk posyandu mendapat dana bantuan sosial dari anggaran belanja langsung sebesar Rp 25.000 per bulan, angka itu masih sangat kecil.

"Apalagi angka pertumbuhan anak balita sangat tinggi. Di wilayah-wilayah minus seharusnya mendapat perhatian lebih," kata Hanik.

Wakil Ketua Banggar Ahmadi menyebutkan, banyak masyarakat menjadi miskin karena sakit. Pemerintah harus membuat format supaya masyarakat tidak sakit. Keseriusan pemkot harus tampak dalam kebijakan anggaran.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang Hadi Purwono mengungkapkan, penurunan anggaran akibat turunnya dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Jika masih ada kekurangan, penambahannya dapat dilakukan di APBD Perubahan.

Namun, menurut Ari, kebijakan anggaran seharusnya tidak tergantung dari DAU dan DAK. Tidak masalah anggaran defisit asalkan untuk kepentingan publik. Jika DAU/DAK turun, pemerintah harus mencari solusinya dan bukan mengorbankan kepentingan publik. (uti)

Nb : Ahmadi, Waka DPRD II Kota Semarang dari PKS
Ari Purbono, Aleg PKS DPRD II Kota Semarang
READ MORE >>

Senin, 11 Januari 2010

PKS : DKK lamban menyikapi DB di Gunungpati.

SEMARANG - Kendati puluhan warga di empat dusun di Kelurahan Gunungpati terjangkit demam berdarah -empat di antaranya bahkan telah meninggal dunia -toh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menganggap belum perlu menerapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa).


DKK justru menganggap lonjakan penderita DB di Kota Semarang adalah biasa. Alasan mereka, jumlah penderita DB pada awal Januari, Februari dan Maret diperkirakan melonjak.

Sejauh ini, Puskesmas Gunungpati hanya akan memantau perkembangan penyebaran penyakit mematikan tersebut. Setelah melakukan pengasapan (fogging) di empat dusun di Gunungpati, pihak Puskesmas kini intens melakukan pemantauan jentik nyamuk.

Kepala DKK Semarang dr Tatik Suryati justru mengklaim saat ini angka penderita DB di Kota Semarang sudah menurun dibanding beberapa tahun terakhir. Meski, kata dia, pada akhir 2009 lalu dan awal 2010 ini, angka kasus DB mulai melonjak.

"Untuk kategori KLB memang belum ditetapkan," katanya. Yang perlu diwaspadai, kata Tatik, pada Januari, Februari, dan Maret. Diperkirakan lonjakan kasus DB akan terlihat grafik naik.

Bagaimana dengan kasus DB di Gunungpati? Sayangnya Tatik mengaku belum tahu pasti data penderitanya. Data pasti baru akan disampaikan resmi pada Senin (11/1) besok.

Dia hanya mengingatkan masyarakat untuk kembali menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk. Upaya Pemberantasan sarang nyamuk jauh lebih efektif dan hemat biaya, dibanding pengasapan. "Jangan hanya mengandalkan fogging. Itu sama sekali tidak efektif."

Kepala Pukesmas Gunungpati dr Mada Gautama Soebowo mengatakan, saat ini pihaknya masih merawat satu pasien yang terjangkit DB. Kini kondisi pasien sudah berangsur membaik. Menurut dia, jumlah penderita DB dan tifus hampir seimbang. Menurut dia, merebaknya penyakit tifus di Kelurahan Gunungpati akibat pola makan pada musim penghujan. "Pola makan kurang terjaga,"

Salah satu pasien yang masih dirawat di ruang Merpati Puskesmas Gunungpati, Jamri, 40, mengakui kondisinya kini berangsur membaik dibanding dua hari sebelumnya. Hasil tes laborat jumlah trombositnya juga semakin meningkat.

Seperti diberitakan koran ini kemarin, DKK lamban menyikapi merebaknya jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di empat dukuh di wilayah Kecamatan Gunungpati. Empat dukuh yang dimaksud adalah Perbalan, Pasarsari, Sekrangkeng, dan Jagalan. Semua dukuh berada di Kelurahan Gunungpati.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Ahmadi menyesalkan lambannya pihak DKK. Dia meminta Puskesmas setempat dan DKK berkoordinasi untuk penanganan, sebelum jatuh korban.

Ahmadi menyatakan, langkah cepat DKK perlu dilakukan untuk menekan jumlah penderita DB di wilayah Gunungpati. Dia meminta DKK menetapkan status KLB jika memang mengharuskan. Hal senada disampaikan Suryanto, anggota dewan lainnya. Menurut Suryanto, status KLB bukan untuk menakut-nakuti warga. Tapi sebagai upaya konkret penanganan menekan laju wabah DB. (dit/isk)
READ MORE >>

Bingkai Kehidupan

"Save Palestine" Demonstration in Semarang

"Save Palestine" Demonstration in Semarang
Semarang, 21 Maret 2010

Mars PKS

Mars Partai Keadilan SEJAHTERA - Watch more Videos at Vodpod.

Harapan Masih Ada

Aktifitas Aleg DPRD Kota Semarang


Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur

Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur
Evendi Sunarko, SPd dan Sutopo, SE

Sekretariat DPC

Dewan Pengurus Cabang
Partai Keadilan Sejahtera
Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Jl. Menoreh Utara I/7 Semarang-Jawa Tengah
Telp (024)8501042

Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team