SEMARANG - Kendati puluhan warga di empat dusun di Kelurahan Gunungpati terjangkit demam berdarah -empat di antaranya bahkan telah meninggal dunia -toh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menganggap belum perlu menerapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa).
DKK justru menganggap lonjakan penderita DB di Kota Semarang adalah biasa. Alasan mereka, jumlah penderita DB pada awal Januari, Februari dan Maret diperkirakan melonjak.
Sejauh ini, Puskesmas Gunungpati hanya akan memantau perkembangan penyebaran penyakit mematikan tersebut. Setelah melakukan pengasapan (fogging) di empat dusun di Gunungpati, pihak Puskesmas kini intens melakukan pemantauan jentik nyamuk.
Kepala DKK Semarang dr Tatik Suryati justru mengklaim saat ini angka penderita DB di Kota Semarang sudah menurun dibanding beberapa tahun terakhir. Meski, kata dia, pada akhir 2009 lalu dan awal 2010 ini, angka kasus DB mulai melonjak.
"Untuk kategori KLB memang belum ditetapkan," katanya. Yang perlu diwaspadai, kata Tatik, pada Januari, Februari, dan Maret. Diperkirakan lonjakan kasus DB akan terlihat grafik naik.
Bagaimana dengan kasus DB di Gunungpati? Sayangnya Tatik mengaku belum tahu pasti data penderitanya. Data pasti baru akan disampaikan resmi pada Senin (11/1) besok.
Dia hanya mengingatkan masyarakat untuk kembali menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk. Upaya Pemberantasan sarang nyamuk jauh lebih efektif dan hemat biaya, dibanding pengasapan. "Jangan hanya mengandalkan fogging. Itu sama sekali tidak efektif."
Kepala Pukesmas Gunungpati dr Mada Gautama Soebowo mengatakan, saat ini pihaknya masih merawat satu pasien yang terjangkit DB. Kini kondisi pasien sudah berangsur membaik. Menurut dia, jumlah penderita DB dan tifus hampir seimbang. Menurut dia, merebaknya penyakit tifus di Kelurahan Gunungpati akibat pola makan pada musim penghujan. "Pola makan kurang terjaga,"
Salah satu pasien yang masih dirawat di ruang Merpati Puskesmas Gunungpati, Jamri, 40, mengakui kondisinya kini berangsur membaik dibanding dua hari sebelumnya. Hasil tes laborat jumlah trombositnya juga semakin meningkat.
Seperti diberitakan koran ini kemarin, DKK lamban menyikapi merebaknya jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di empat dukuh di wilayah Kecamatan Gunungpati. Empat dukuh yang dimaksud adalah Perbalan, Pasarsari, Sekrangkeng, dan Jagalan. Semua dukuh berada di Kelurahan Gunungpati.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Ahmadi menyesalkan lambannya pihak DKK. Dia meminta Puskesmas setempat dan DKK berkoordinasi untuk penanganan, sebelum jatuh korban.
Ahmadi menyatakan, langkah cepat DKK perlu dilakukan untuk menekan jumlah penderita DB di wilayah Gunungpati. Dia meminta DKK menetapkan status KLB jika memang mengharuskan. Hal senada disampaikan Suryanto, anggota dewan lainnya. Menurut Suryanto, status KLB bukan untuk menakut-nakuti warga. Tapi sebagai upaya konkret penanganan menekan laju wabah DB. (dit/isk)
Senin, 11 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “PKS : DKK lamban menyikapi DB di Gunungpati.”
Posting Komentar