
SEMARANG, KOMPAS - Koalisi Partai Golkar dan Partai Gerindra menjelang Pemilihan Umum Wali Kota Semarang 2010 terpecah. Partai Gerindra secara tiba-tiba berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Perpecahan ini berpotensi pula memecah koalisi partai politik lain karena Partai Golkar mulai membuka kemungkinan membentuk koalisi baru bersama parpol lain.
Ketua Koalisi PKS-Gerindra atau Koalisi Merah Putih, Ahmadi, Kamis (11/2), menyampaikan, pendekatan dengan Gerindra telah dilakukan oleh PKS sejak Gerindra keluar dari Koalisi Pelangi. "Ketika berkoalisi dengan Golkar, bukankah koalisi mereka belum disetujui oleh DPP?" ujar Ahmadi.
Kabar koalisi PKS dengan Gerindra ini mencuat selama seminggu terakhir. PKS yang mengusung Ari Purbono akan memasangkan Harini Krisniati yang kini Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Semarang sebagai calon wali kota Semarang setelah berkoalisi dengan Gerindra.
Deklarasi koalisi parpol serta pengusungan pasangan Harini-Ari ini akan diumumkan Jumat (12/2) di Alun-alun depan Masjid Kauman, Johar, Kota Semarang. Ahmadi juga mengklaim bahwa dukungan dari Partai Gerindra sudah solid.
"Hari ini (Kamis) Harini bertemu langsung dengan Prabowo Subianto di Jakarta. Kami juga sudah mendapat kepastian dari DPP PKS mengenai koalisi dengan Gerindra," ujar Ahmadi.
Ahmadi menyebutkan, kekuatan pasangan Harini-Ari adalah karena merupakan satu-satunya pasangan yang mengusung perempuan. Selain itu, mereka akan mengusung semangat perubahan Kota Semarang sebagai isu sentral. Ahmadi yakin, pasangan ini dapat menjawab keinginan masyarakat yang merindukan sosok baru di Kota Semarang.
Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang Agung Priyambodo menyampaikan, sampai Kamis (11/2) sore, Golkar belum menerima pernyataan pengunduran diri Partai Gerindra dari Koalisi Golkar-Gerindra. Golkar masih berkomitmen dengan koalisi tersebut.
"Kalau sampai malam ini tidak ada pernyataan mundur, saya khawatir ada implikasi hukum bagi Gerindra. Mungkin bukan dari Golkar, tetapi dari calon yang kami usung. Bagaimanapun ada banyak pertanyaan," kata Agung.
Jika Gerindra tidak setuju dengan calon yang diusung oleh koalisi Golkar-Gerindra, seharusnya dikomunikasikan terlebih dulu. Agung mengatakan, DPD Golkar Kota Semarang akan berkoordinasi dengan DPD provinsi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Jika Gerindra benar-benar lepas dari koalisi dengan Golkar, alternatif lainnya adalah Golkar akan menggandeng parpol lain di luar parlemen. Selama ini, parpol-parpol kecil itu tergabung dalam aliansi 22 parpol dan akan mengusung Mur Aris Sutoto.
Parpol yang kemungkinan digandeng Golkar antara lain Partai Damai Sejahtera, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Karya Peduli Bangsa. Jika itu terjadi, aliansi 22 parpol juga akan terpecah dan peta koalisi menjelang pilwalkot berubah. (uTI)
Comments :
0 komentar to “Koalisi Partai Politik Terpecah”
Posting Komentar