Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Tampilkan postingan dengan label pilwakot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pilwakot. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 April 2010

Ari Titip Marmo soal Infrastruktur

SEMARANG(SI) – Calon wakil wali kota Ari Purbono menitipkan persoalan infrastruktur Kota Semarang yang minim dan tidak merata kepada pasangan Soemarmo HS-Hendrar Prihadi (Marhen).

Calon yang diusung PKS-Gerindra ini mengatakan pemenang pilwalkot ke depan memiliki tugas yang sangat berat dalam membangun Kota Semarang. Merujuk hasil kunjungannya selama masa kampanye, ternyata masih banyak daerah di Kota Semarang yang masih ketinggalan dilihat dari berbagai sisi. Salah satunya menyangkut infrastruktur. Di mana pembangunan sarana dan prasarana di kota jauh lebih maju dibandingkan dengan daerah pinggiran.

“Saya pernah mendatangi kampung di belakang Universitas Negeri Semarang (Unnes),tepatnya di Kelurahan Sekaran Gunungpati, lokasinya sulit di jangkau. Kami harus jalan kaki,”tutur Ari kemarin. Dia menambahkan, sarana dan prasarana di kampung tersebut sangat tertinggal. Di samping itu, masih masalah pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi juga harus menjadi perhatian utama wali kota dan wakil wali kota 2010–2015.

Untuk itu,Ari berharap wali kota terpilih bisa lebih sering turun ke bawah bersama DPRD guna menyerap aspirasi masyarakat. Hal ini untuk mengetahui secara riil kondisi masyarakat, utamanya di daerah pinggiran. Mengenai perolehan suaranya yang kecil, Ari mengaku legawa. “Yang kalah harus legawadan yang menang ya jangan lekas berpuas diri,” ujar Ari. Kini politikus PKS ini sudah aktif kembali menjalani tugas-tugas kedewanannya.

Calon paling muda dalam pilwalkot kemarin ini mengatakan, dalam sebuah pertandingan harus dijalani dengan jiwa sportif. Sehingga apa pun hasil pada pilwalkot harus diterima dengan lapang dada.Meski begitu,dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya. Begitu pula dengan kader PKS maupun Gerindra yang telah bekerja keras mendukung pasangan Harini-Ari. Menurut dia, salah satu penyebab kekalahannya pada pilwalkot adalah minimnya waktu persiapan yang dimiliki.

Dengan hanya waktu tiga bulan, Ari mengaku kalah start dengan calon-calon lain. Padahal, yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini adalah bertatap muka langsung dengan masyarakat. “Kalau ingin menang, ya memang harus banyak menyapa masyarakat secara langsung,”ucapnya.

Calon wali kota yang diusung Partai Golkar Bambang Raya Saputra juga mengakui kemenangan Marhen dalam Piwalkot Semarang. Kemenangan Marhen karena adanya dukungan yang kuat dari masyarakat terhadap pasangan yang diusung PDIP itu. “Apalagi Marhen didukung orang-orang provinsi,” tandas ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Semarang ini. (alkomari)





READ MORE >>

Selasa, 20 April 2010

Pilwalkot Dinilai Bermasalah


Dari Pelanggaran Pilwalkot hingga Partisipasi Masyarakat yang Rendah

SEMARANG, KOMPAS - Sebagian peserta Pemilu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2010 merasa tidak puas dengan perolehan suara sebagaimana tercantum dalam penghitungan cepat Komisi Pemilihan Umum. Mereka merasa dirugikan akibat terjadinya beberapa masalah dan pelanggaran dalam Pilwalkot Semarang.

Anggota Tim Kampanye Mahfudz Ali-Anis Nugroho Widharto, Novriadi, Senin (19/4), di Kota Semarang, mengemukakan ketidakpuasannya perihal karut-marut daftar pemilih tetap (DPT) menjelang hari pemungutan suara, Minggu (18/4). Dia mengatakan, banyak kader partainya yang tidak dapat mencoblos karena namanya tidak tercantum dalam DPT.

"Masalah DPT ini menjadi tanda tanya besar mengenai kinerja KPU Kota Semarang. Kami akan menanyakan langsung kepada KPU mengenai masalah DPT ini," kata Novriadi.

Calon wali kota Semarang M Farchan yang berpasangan dengan Dasih Ardiyantari juga menyesalkan rendahnya partisipasi warga pada pilwalkot. Tercatat, dari penghitungan sementara di 2.240 tempat pemungutan suara, partisipasi pemilih berkisar 59 persen.

"Ada 40 persen orang tidak memilih. Ke depan, ini harus menjadi perhatian KPU dan pemerintah. Jika masyarakat sudah apatis, pemerintahan juga tidak akan berjalan baik," kata Farchan.

Politik uang

Anggota Tim Pemenangan Harini Krisniati-Ari Purbono, Agung Budi Margono, menyesalkan maraknya politik uang yang dilakukan peserta pilwalkot lain. Sebelumnya, kata Agung, timnya memperkirakan perolehan suara Harini-Ari lebih dari yang tercantum dalam hasil penghitungan cepat (45.295 suara).

Dia menduga, bergesernya keputusan pemilih salah satunya dipengaruhi oleh politik uang. Menurut dia, politik uang yang merajalela merusak demokrasi. Oleh karena itu, pelakunya harus ditindak tegas.

Calon wali kota Bambang Raya Saputra yang berpasangan dengan Kristanto sebaliknya. Dia dapat menerima segala proses dan hasil dari Pilwalkot Semarang. Menurut dia, seluruh tim telah berupaya maksimal untuk memenangkan pilwalkot. Namun, karena awal pencalonannya lebih lambat dibanding calon lain, waktu sosialisasi menjadi lebih singkat.

Ketua tim sukses pasangan Soemarmo HS-Hendrar Prihadi, Sriyono, optimistis hasil penghitungan akhir tidak akan berbeda dengan penghitungan cepat. Dia yakin akan hal itu setelah berhitung dengan segala kemungkinan.

Sriyono mengatakan, pada akhirnya kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tetap mendukung calon yang diusung. "Tidak mungkin kami mengkhianati partai. Kalaupun ada, pasti hanya segelintir," katanya.

Senin (19/4), surat suara di dalam kotak suara telah sampai di Petugas Pemungutan Kecamatan (PPK). Penghitungan di PPK akan dimulai Selasa ini. Ketua Panwas Pilwalkot Semarang Yunan Hidayat memastikan seluruh Panwas Kecamatan mencocokkan formulir C1, hasil penghitungan di TPS, dengan penghitungan di PPK. (UTI)




READ MORE >>

Warga Tak Percaya Pemilu, Golput Menang di Pilkada Kota Semarang


SEMARANG (voa-islam.com) – Sebagian besar rakyat Semarang tak percaya lagi kepada Pemilihan Umum. Mereka lebih memilih golput daripada memilih salah satu kontestan. Dalam pesta demokrasi bertajuk “Pemilihan Walikota Semarang, Jawa Tengah,” angka golput (golongan putih) mencapai 40 persen. Angka ini mengalahkan pemenang sementara pasangan Soemarmo-Hendi (Marhen).

Pasangan Marhen memperoleh suara 34,04 persen atau sekitar 166.173 suara, sedang pasangan Mahfudz Ali-Anis Nugroho di urutan kedua dengan 31,162 persen atau 152.141 suara. Sedangkan Bambang Raya-Kristanto mendapatkan 17,029 persen atau 83.129 suara, disusul Harini-Ari sebesar 9,333 persen atau 45.561 suara sedang pasangan Farchan-Dasih memperoleh 8,433 persen atau 41.169 suara.

Menurut pakar politik Undip, Teguh Yuwono angka golput yang cukup tinggi tersebut dikarenakan beberapa aspek. Di antaranya sikap antipati dari masyarakat yang masih belum merasa yakin terhadap pemimpin, apakah nantinya bisa merubah keadaan Kota Semarang atau tidak.

…masyarakat yang masih belum yakin terhadap pemimpin, apakah nantinya bisa merubah keadaan Kota Semarang atau tidak…

Selain itu, pertimbangan bahwa keikutsertaan dalam pilwakot, tak akan ada pengaruhnya. Pasalnya, mereka percaya telah ada sistem yang mengatur mengenai proses pilwakot ini.

"Untuk menyelenggarakan pilwakot ini pasti sudah ada sistem yang mengatur sehingga mereka percaya dengan adanya sistem tersebut, pilwakot akan berjalan lancar," kata Teguh, Senin (19/4/2010).

Ia menilai anggapan masyarakat mengenai faktor figur yang kurang menjual, menurutnya tidak begitu berpengaruh. Justru, dia menganggap bahwa figur-figur calon walikota dan wakil wali kota saat ini sudah merupakan yang terbaik yang dipunyai Semarang. [taz/mi]




READ MORE >>

Senin, 19 April 2010

di Kecamatan Gajahmungkur pemenangnya adalah GOLPUT

Hasil Rekapitulasi Suara Pilwalkot Kota Semarang di Kecamatan Gajahmungkur
(berdasarkan Data Saksi dari PKS DPC PKS Gajahmungkur )

- Pasangan Mahfudz Ali-Anis (P. Demokrat) = 6.822 suara (29,317%)
- Pasangan Harini-Ari (P. Gerindra-PKS) = 2.307 suara (9,914%)
- Pasangan Bambang Raya-Kristanto (P. Golkar-P. diluar Parlemen) = 3.286 suara (14,121%)
- Pasangan Farhan-Darsih (PAN, PKB dan PPP) = 1.444 suara (6,205%)
- Pasangan Marmo-Hendi (PDIP) = 9.411 suara (40,443%)

Suara Sah = 23.270 suara
Suara Tidak Sah = 1.662 suara
Total Suara = 24.742 suara
DPT = 42.197
Tidak Memilih = 17.455 (41,365%)


READ MORE >>

Minggu, 18 April 2010

Panwaslu: Ada Serangan Fajar di Pilwakot Semarang


INILAH.COM, Semarang - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang kesulitan mendapatkan saksi untuk memproses pelanggaran politik uang yang diduga dilakukan salah satu pasangan calon.

"Kalau alat bukti bisa dicari, akan tetapi kalau saksi, kita kesulitan," kata Ketua Panwaslu Kota Semarang Yunan Hidayat di Semarang, Minggu (18/4). Yunan mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya menemukan adanya dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon.

Namun, lanjut dia, karena tidak adanya saksi, pihaknya pun sulit untuk menindaklanjuti temuan dan laporan politik uang tersebut. "Laporan yang masuk, ada serangan fajar. Akan tetapi, kita masih mencari saksi-saksi," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk memproses secara hukum temuan dan laporan tersebut diperlukan saksi minimal dua pihak, yakni dari Panwaslu dan yang menjadi korban. Yunan menyebutkan sebenarnya ada tiga kasus dengan dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang melakukan pelanggaran dugaan politik uang serta pembagian sembako.

"Untuk yang pembagian sembako setelah diklarifikasi ternyata dari puskesmas yang mengajukan bantuan. Saat ini, jumlah pelanggaran belum seluruhnya masuk ke Panwaslu karena panwaslu di tingkat kecamatan tentu masih sibuk," katanya. Dugaan pelanggaran lain, tambah Yunan, ada pemilih yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), tetapi diperbolehkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang untuk memilih.

"Sementara yang lainnya, ada saksi yang tidak boleh masuk ke TPS dengan alasan terlambat dan diminta untuk mengambil surat mandat. Akan tetapi, setelah diambil suratnya juga tidak diperbolehkan masuk," imbuhnya. [*/mut]




READ MORE >>

Kamis, 15 April 2010

Kampanye Naik Sepeda

SEMARANG TENGAH- Kampanye terbuka putaran terakhir, Rabu (14/4) kemarin dimanfaatkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Harini Krisniati-Ari Purbono dengan sosialisasi menggunakan sepeda.

Ari Purbono bersama dengan sekitar dua ratus orang dari berbagai kelompok sepeda di Kota Semarang menyusuri jalan-jalan di kota sambil menyebar lefleat dan stiker. Beberapa kelompok sepeda yang turut bergabung, di antaranya PCS, Kelompok Bersepeda Pemuda, Paguyuban Dengkul Tuwek, Samba dan Teen Bear. ’’Selain sosialisasi, kegiatan ini kami lakukan untuk mengkampanyekan kegiatan bersepeda sekaligus berolahraga,’’ kata Ari Purbono.

Rute yang ditempuh diawali dari bundaran air muncrat di Jalan Pahlawan, Simpanglima, Jl Pandanaran, Jl Veteran, Jl MT Haryono dan berakhir di kawasan Kota Lama.

Mengutip data dari World Bank 2008 lalu, 70 persen sumber pencemaran udara berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Hal ini jika tidak diwaspadai akan menjadi ancaman yang serius di masa mendatang. Masih dari sumber yang sama, di Indonesia disebutkan saat ini terdapat lebih dari 20 juta unit kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan-jalan.

Sementara di Kota Semarang, jumlah kendaraan bermotor hingga akhir tahun 2008 mencapai 919.699 unit, terdiri dari 763.748 kendaraan roda dua dan 155.951 kendaraan roda empat. ’’Jumlah itu terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2010 ini bisa jadi jumlah kendaraan bermotor mencapai lebih dari satu juta unit,’’ kata Ari. (H54,H22-18)


READ MORE >>

Rabu, 14 April 2010

Ari Berdialog dengan Pedagang Jrakah


SEMARANG- Kampanye dengan mengunjungi pasar tradisional masih menjadi tujuan figur yang maju Pilwalkot. Calon wakil wali kota dari Koalisi Merah Putih Ari Purbono masuk ke Pasar Jrakah dalam kesempatan kampanye terakhir di Kecamatan Ngaliyan.

Ari yang datang bersama istrinya dan tim sukses Harini-Ari langsung berbaur dengan pedagang dan pengunjung pasar. Dalam kunjungan itu, bukan sekadar masuk pasar dan berdialog, melainkan juga melakukan pelayanan kesehatan berupa cek tensi darah serta timbang berat badan. ’’Kami ingin masyarakat juga mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dari kegiatan kampanye ini,’’ katanya.
Penataan Pasar Dalam sebuah kesempatan seorang pedagang ditanya Ari, apakah sudah ada pasangan calon yang berkunjung dan mengajak ngobrol dengan pedagang.
Pedagang menjawab belum ada calon yang masuk ke Pasar Jrakah. Pedagang pun berpesan, ’’Kalau nanti sudah menjadi pemimpin, jangan lupa dengan orang-orang kecil.’’

Ari pun berjanji akan memperhatikan pedagang kecil dan penataan pasar tradisional. Ia pun berkeliling di pasar yang bangunannya masih terbilang baru hingga ke lantai 2. (H22,H54-87)


READ MORE >>

Penggiringan PNS Cederai Etika Politik

SEMARANG-SuaraMerdeka - Penggiringan PNS terhadap salah satu pasangan calon, Mahfudz Ali-Anis Nugroho Widharto, yang dilakukan oleh Wali Kota Sukawi Sutarip dinilai sebagai mencederai etika politik dan demokrasi. Meski PNS memiliki hak pilih dalam Pilwalkot, netralitas dalam kegiatan penggalangan suara harus bisa dilakukan.

Pengamat politik M Yulianto mengatakan, ini adalah persoalan etika politik. Bawahan dalam struktural PNS harus berani untuk tidak mengikuti instruksi tersebut. PNS yang menggunakan hak pilihnya diminta untuk tetap mendasarkan pilihannya pada kemantapan hati masing-masing. ’’Jangan menzalimi politik yang sudah berjalan kondusif seperti sekarang ini,’’ katanya, Selasa (13/4).

Ia menandaskan Wali Kota sebagai representasi pemimpin kota selayaknya memberi panutan berdemokrasi yang baik. Oleh karena penggalangan suara PNS yang ditujukan pada Manis, sebutan untuk pasangan Mahfudz-Anis sudah dilakukan, maka yang harus bertindak tegas adalah Panwas. Lembaga itu harus mengumumkan tindakan Wali Kota Sukawi itu sebagai bentuk pelanggaran. ’’Kalau memang ada sanksi, harus pula ditegakkan,’’ tandasnya.

Plt Sekda Kota Semarang Akhmat Zaenuri membantah adanya penggalangan dukungan kepada salah satu calon oleh wali kota. Ia mengungkapkan, kalau ada pengumpulan PNS oleh wali kota di tempat tinggalnya itu kemungkinan ada tugas mendadak.’’Biasanya pemanggilan ke rumah pribadi itu ada urusan tugas mendadak,’’ katanya.

Sementara adanya pengumpulan RT dan RW, Zaenuri mengaku tidak tahu menahu acara tersebut. ’’Soal itu saya tidak tahu,’’ tambahnya.
Tidak Semua Dikonfirmasi hal itu, Camat Tembalang Endro PM mengatakan, tidak semua camat diundang ke rumah pribadi Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip di Jl Durian Pedalangan, Banyumanik, Jumat (9/4). Kelima camat itu adalah Tugu, Tembalang, Gajahmungkur, Semarang Timur, dan Semarang Utara.

’’Saya sendiri tahunya baru tadi pagi (kemarin-Red) saat membaca surat kabar. Kebetulan saat itu (Jumat- red) saya lagi ada rapat koordinasi Pilwalkot dengan unsur Muspika di aula kecamatan hingga pukul 10.00,’’ kata Endro.

Setelah itu, dia menghadiri acara slup-slupan rumah baru mantan Camat Semarang Tengah, Isdianto, di Sukorejo Gunungpati sekitar pukul 11.00. Pada saat itu, dia bertemu dengan keempat camat lain.

’’Secara pribadi maupun institusi, hingga saat ini (kemarin-Red) saya tidak pernah mendapat undangan terkait dengan Pilwalkot di rumah pribadi Wali Kota. Seumpama kami ke rumah Wali Kota itu pun hanya sekedar silaturahmi antara atasan dan bawahan,’’ ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD PAN Kota Semarang, Djunaedi mengatakan, upaya menindaklanjuti laporan penggalangan PNS pada satu pasangan calon oleh Wali Kota memang tidak efektif. Pasalnya tidak berdampak apapun terkait hasil penghitungan suara yang diperoleh nanti maupun sanksi.

Meski demikian ia mengaku sangat kecewa dengan adanya penggalangan itu. Apalagi instruksi tersebut bisa langsung disebarkan oleh lurah yang berada di struktur pemerintahan yang langsung menyentuh masyarakat. (H22,J12,H54-87)


READ MORE >>

Selasa, 13 April 2010

Walikota Semarang dituding tak netral

Wawasan digital - SEMARANG - Pelaksanaan pilwakot yang kurang lima hari lagi terganggu dengan munculnya isu tidak netralnya PNS di lingkungan Pemkot Semarang yang mendukung salah satu calon tertentu. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Bambang Sutrisno, di ruang kerjanya, Senin 12/4) kemarin.

Dijelaskan Bambang, dugaan tidak netralnya PNS itu diketahui dari manuver Walikota Semarang Sukawi Sutarip mengumpulkan PNS di rumah pribadinya di Jalan Durian, Jumat (6/4) lalu, sekitar pukul 10.00.

Dalam kesempatan itu, walikota memanggil seluruh SKPD dan camat. Sukawi "menitipkan " pesan agar dalam pilwakot mendatang, seluruh PNS di Semarang dimintai tolong agar mendukung pasangan Mahfudz-Anis (Manis). Bukan itu saja, pukul 14.00, Sukawi juga mengundang Forum RT/RW untuk keperluan yang sama.

Perkeruh suasana
Ditambahkannya, "perintah" itu langsung ditindaklanjuti dengan tindakan para camat yang langsung mengumpulkan lurah di wilayahnya. Tentu saja untuk meneruskan pesan mendukung salah satu calon tersebut dalam pilwakot nanti.

Dijelaskannya, seharusnya dalam konteks pilwakot seperti ini, Walikota Semarang bersikap netral dan tidak memihak. Terlebihlebih dengan melibatkan PNS dalam permasalahan ini tentu akan memperkeruh suasana.

"Harus diingat bahwa seluruh pasangan calon dan tim sukses, KPU dan juga pemkot sudah sepakat akan membuat pilwakot ini damai, bersih dan berwibawa. Jika pemimpinnya seperti itu, bagaimana mungkin pelaksanaan ini bisa seperti yang diharapkan, " tegasnya.

Wakil Ketua Fraksi Golkar, Wisnu Pudjonggo menambahkan, dirinya mengetahui sejak lama informasi serupa. "Dari informasi yang saya dengar, memang Walikota Sukawi Sutarip sudah berkunjung ke kelurahan-kelurahan. Niatnya memang untuk pamitan karena masa jabatannya hampir habis. Namun sayangnya, Pak Kawi juga berpesan agar nantinya pasangan Manis dibantu dalam pilwakot ini," tuturnya.

Walikota Sukawi Sutarip saat akan dikonfirmasi melalui handphone-nya menunjukkan nada tidak aktif. Begitu pula dengan Plt Sekda M Zaenuri, meski handphone menunjukkan ada dering aktif namun tidak diangkat. hid-Ct




READ MORE >>

Harini-Ari Kerahkan Massa

SEMARANG - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Harini-Ari berorasi politik di hadapan massa pendukungnya. Minggu (11/4), kesempatan kampanye dimanfaatkan untuk pengerahan massa di Lapangan Olahraga Pegandan, Sampangan. Ribuan pendukung pasangan calon nomor urut 2 itu memadati lapangan dengan terus meneriakkan yel-yel.

Harini Krisniati menegaskan, waktu pemilihan yang tinggal tujuh hari lagi, perlu dipastikan figur calon wali kota yang layak pilih. ”Pesan kepada seluruh kader, pastikan kepada warga bahwa pilihan yang paling tepat untuk memimpin Kota Semarang adalah pasangan Harini-Ari,” katanya.

Meski kampanye berada di Zona V yang meliputi Kecamatan Gunungpati, Gajahmungkur, dan Mijen, massa yang datang dari seluruh penjuru Kota Semarang. Sebagian besar massa yang datang merupakan kader militan, baik dari PKS maupun Gerindra.

Ketua Tim Sukses Koalisi Merah Putih Gerindra PKS, Ahmadi meminta seluruh kader untuk menggiatkan gerakan ke rumah-rumah untuk menyampaikan kepada warga. ”Kami kerja 24 jam untuk berkunjung ke rumah-rumah. Jangan sampai lengah sedikitpun. Gerakan ini harus betul-betul maksimal,’’ tandasnya. (H22-18)



READ MORE >>

Bingkai Kehidupan

"Save Palestine" Demonstration in Semarang

"Save Palestine" Demonstration in Semarang
Semarang, 21 Maret 2010

Mars PKS

Mars Partai Keadilan SEJAHTERA - Watch more Videos at Vodpod.

Harapan Masih Ada

Aktifitas Aleg DPRD Kota Semarang


Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur

Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur
Evendi Sunarko, SPd dan Sutopo, SE

Sekretariat DPC

Dewan Pengurus Cabang
Partai Keadilan Sejahtera
Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Jl. Menoreh Utara I/7 Semarang-Jawa Tengah
Telp (024)8501042

Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team