Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Tampilkan postingan dengan label Johan Rifai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Johan Rifai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Mei 2010

Perda Bantuan Parpol Disahkan


BALAI KOTA- DPRD Kota Semarang dalam sidang paripurna, Rabu (28/4) mengesahkan Perda Bantuan Keuangan kepada partai politik.

Dalam pandangan umum yang disampaikan oleh fraksi, semuanya menyatakan persetujuan pengesahan perda yang merupakan hasil pembahasan dari Pansus VI tersebut.

Namun FPKS dalam pandangan umumnya yang dibacakan Johan Rifai melihat ada keanehan terkait besaran bantuan yang diterima masing-masing parpol.

‘’Kami menghormati ditetapkan perda ini sebagai dasar hukum. Namun ada baiknya jumlah perolehan suara yang dijadikan dasar menentukan besarnya bantuan dapat dikaji kembali,’’ kata Johan.

Berbeda dengan periode sebelumnya, jumlah bantuan keuangan bagi parpol kali ini bukan berdasarkan perolehan kursi di lembaga legislatif, melainkan jumlah perolehan suara. Hal itu merujuk pada PP No 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik.

Sebagai ilustrasi, Johan mengatakan, pada periode lalu PKS dengan lima kursi mendapatkan bantuan senilai total Rp 104 juta/tahun. Tapi periode ini, dengan jumlah enam kursi hanya mendapatkan bantuan sekitar Rp 87 juta/tahun.

Lebih Kecil

Ketua Pansus Raperda Bantuan Keuangan kepada Parpol DPRD Kota, Novriadi mengatakan, keberadaan PP tersebut menjadi acuan pihaknya dalam penyusunan draft. Pada periode sebelumnya, setiap kursi di DPRD mendapatkan bantuan sebesar Rp 20.800.000.

Setelah ditetapkannya PP No 5 Tahun 2009, penentuan besarnya nilai bantuan berdasarkan suara hasil pemilu di tingkat kota. Sementara untuk jumlah nominal setiap suara berdasarkan penghitungan jumlah bantuan keuangan APBD tahun anggaran sebelumnya dibagi dengan jumlah perolehan suara hasil pada pemilu.

Untuk menentukan besarnya dana bantuan untuk setiap suara, digunakan Permendagri No 24 Tahun 2009 tentang Pedoman Cara Penghitungan Bantuan Keuangan Parpol dalam APBD. Khusus untuk Kota

Semarang, setelah dilakukan penghitungan, ditetapkan angka Rp 1.325 untuk setiap satu suara yang didapat.
Dengan demikina, untuk total bantuan masing-masing parpol tinggal mengalikan jumlah suara sah yang diraih dengan Rp 1.325.

Bantuan keuangan ini lebih lanjut dikatakan Novriadi, diberikan hanya kepada parpol yang memiliki kursi di DPRD. Dari hasil pemilu legislatif lalu, berarti di Kota Semarang hanya ada sembilan partai yang akan mendapatkan bantuan keuangan setiap tahunnya.

Kesembilan partai tersebut adalah PD (16 kursi), PDIP (9), PKS (6), PAN (6), Golkar (5), Gerindra (4), PKB (2) dan PPP serta Hanura yang meraih masing-masing satu kursi. (H54,H22-18)
READ MORE >>

Rabu, 24 Februari 2010

Dipandu Hanoman dan Cakil daftar ke KPU


PINDRIKAN KIDUL- Wawasan - Pasangan Harini-Ari Purbono mengembalikan formulir ke KPU Kota Semarang, Selasa (23/2). Proses pengembalian ini terbilang unik karena pasangan yang memasang slogan Rindu Semarang Berubah ini, mengajak serta para pelaku seni. Bahkan sebelumnya, didampingi tim suksesnya menyempatkan diri berdialog dengan pedagang di Pasar Bulu. Selanjutnya dengan melakukan iring-iringan, mereka berjalan ke Gedung Pandanaran tempat kantor KPU berada. Dari pasar Bulu, Harini-Ari diarak menuju KPU dengan ditandu oleh para Hanoman dan Cakil serta Prajurit Semarangan.

Hanoman direpresentasikan sebagai perlambang dari kesatria yang merupakan karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin. Sedangkan Cakil atau Dinaya Karya, melambangkan watak angkara murka, rakus dan serakah.

Ditemui oleh Ketua KPU Hakim Djunaedi didampingi anggota Henry Wahyono dan Joko Santosa, rombongan dipimpin oleh Ketua Tim Sukses Koalisi Pelangi, Achmadi. Tampak pula dalam rombongan beberapa anggota dewan seperti Gunadi Susetyo, Agung Budi Margono, Johan Rifai, M Afif dan Saryadi serta Hermawan Sulis, sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang.

Hakim menyatakan menerima pendaftaraan pasangan calon ini karena sudah memenuhi kriteria dan syarat pendaftaraan yang ada. ’’Mereka menggunakan sistem perolehan kursi yakni gabungan antara kursi Gerindra dan PKS di DPRD berjumlah total 10 kursi. Ini sudah cukup untuk menjadi syarat pendaftaraan sesuai dengan dengan UU Pemilu tahun 2009,’’ terangnya.

Ketua Tim Sukses Ahmadi menambahkan, pihaknya menargetkan meraih 400 ribu suara dalam Pilwalkot 18 April mendatang. Untuk itu, segala persiapan telah dilakukan untuk mengantarakan Harini-Ari menuju kursi Walikota-Wakil Walikota Semarang 2010-2015.

"Pokoknya kita siap lahir dan batin dan semoga rakyat Semarang meridloi ikhtiar kita bersama," tandasnya.

Harini Krisniati menambahkan, sejak Senin kemarin, dirinya telah mengundurkan diri jabatan Plt Sekda Kota Semarang dan Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) dan hal itu sudah seizin dan diberi restu oleh Walikota Sukawi Sutarip. Dengan demikian, tidak ada masalah lagi jika dirinya melakukan kampanye di jam kerja sebagai PNS demi kemenangannya dalam Pilwakot ini.

"Saya sudah meletakkan jabatan saya, hanya saja masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan, karena itu merupakan tanggung jawab saya. Setelah ini, saya bisa all out dalam kampanye dan pemenangan Pilwalkot," katanya. hid-Yn

READ MORE >>

Sabtu, 20 Februari 2010

Calon Walikota dr PKS Mundur sebagai Plt Sekda


SEMARANG - Bakal calon wali kota dari Koalisi Pelangi, Harini Krisniati, memenuhi janjinya untuk mundur dari jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Semarang. Surat pengunduran diri ditujukan kepada Wali Kota Sukawi Sutarip, Jumat (19/2) kemarin.

Harini mengatakan, pengunduran diri seiring sudah masuknya tahapan pendaftaran pencalonan pilwalkot di KPU Kota Semarang. "Kemarin kan perwakilan koalisi sudah mengambil formulir pencalonan, makanya saya menyusul mengajukan surat pengunduran diri, sekaligus izin ke pimpinan hari ini (kemarin, red)," katanya.

Tindak lanjut persetujuan pengunduran diri tersebut, menurut Harini, ada di tangan wali kota. Namun dia percaya Sukawi Sutarip segera memprosesnya. Termasuk segera menyiapkan penggantinya. Hal ini untuk menjaga agar pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan.

Ditanya soal kapan waktu pendaftaran ke KPU, Harini belum bisa menginformasikan. Soal itu, kata dia, tergantung kebijakan koalisi. "Sudah ada yang mengurusnya. Saya serahkan semua pada partai untuk mempersiapkan kelengkapan berkas-berkasnya," kata perempuan berkaca mata ini.

Pun ketika ditanya pada Koalisi Merah Putih. Ketua DPD PKS Kota Semarang, Johan Rifai, mengaku belum bisa memastikan kapan waktu pengembalian formulir pencalonan. Hanya saja, Johan memberi ancar-ancar antara 24 dan 26 Februari.

Selain mempersiapkan pengembalian formulir, Koalisi Merah Putih terus melakukan sosialisasi pasangan. Kamis (18/2) Harini-Ari mengunjungi sentra pengasapan ikan di Kelurahan Bandarharjo.

Bersama rombongan, Harini-Ari berbaur dengan para ibu rumah tangga yang telah berada di sana sejak siang. Harini ikut berbaur memilih dan memilah ikan yang sedang diasap. Dia tampak akrab dengan 'mangut panggang'. "Ini termasuk makanan khas Semarang yang harus diuri-uri." (dib/isk/jat)


READ MORE >>

Jumat, 12 Februari 2010

Besok, Harini - Ari Deklarasi

SEMARANG -RadarSemarang- Duet baru Harini Krisniati-Ari Purbono hasil koalisi Partai Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin mendekati kepastian. Pasangan ini bahkan sudah merencanakan akan menggelar deklarasi Jumat (12/2) besok pagi di Masjid Agung Semarang, Kauman. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Sukses Koalisi Merah Putih PKS-Gerindra Ahmadi Rabu (10/2) kemarin.


Rencana deklarasi, menurutnya, berani disampaikan karena sekarang sudah ada kepastian koalisi yang digalangnya bersama Partai Gerindra. Bahkan, ia sudah mengetahui akan turunnya rekomendasi dari DPP Partai Gerindra dan restu DPP PKS. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Ketua DPD PKS Kota Semarang, Johan Rifai yang kemarin masih di Jakarta.

"Kalau PKS, SK atau rekomendasi itu hanya dari DPW PKS Jateng. DPP prinsipnya hanya memberi restu atau menyetujui saja. Dan sekarang saya ini di Jakarta, nanti malam (tadi malam) mau konsultasi dengan DPP," katanya dalam wawancara melalui telepon.

Ari Purbono sendiri mengatakan, arah pembicaraan koalisi antara PKS dengan Gerindra memang sudah mendekati kenyataan. Begitu juga pasangan yang akan diusung oleh koalisi PKS-Gerindra ini. "Kepastiannya sudah 90 persen, hampir 100 persen" tegasnya.

Ari menegaskan bahwa pasangannya ini akan menjadi kuda hitam pada Pilwalkot Semarang mendatang. Hal ini dikarenakan Harini Krisniati adalah satu-satunya perempuan dalam Pilwalkot Semarang 2010 Mengingat sampai sekarang tidak ada bakal calon perempuan, selain Harini yang hendak maju dalam Pilwalkot Semarang. Apalagi Harini Krisniati yang kini menjabat Plt Sekda Kota Semarang itu dinilai bisa bersaing dengan para calon lain yang berasal dari birokrat, seperti Mahfudz Ali (wakil wali kota), Soemarmo HS (mantan Sekda), dan Muhammad Farchan (Kabid Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang).

"Ya harapannya kaum wanita, ibu-ibu dan remaja putri memilih figur dari kaumnya. Lagi pula Bu Harini kan birokrat yang pada posisinya sekarang bisa mengimbangi calon-calon birokrat lainnya," jelasnya.

Sementara itu terkait konsep deklarasi, Ari membeberkan deklarasi yang akan dilakukan tidak mewah. Deklarasi akan digelar di tengah-tengah rakyat di depan Masjid Agung Kauman Semarang yang letaknya di samping Pasar Johar. "Deklarasinya akan dilakukan secara sederhana, deklarasinya yang pro rakyat, makanya akan kita lakukan di tengah-tengah rakyat," tuturnya.

Harini Krisniati ketika dikonfirmasi enggan berkomentar banyak soal namanya yang mencuat dipasangkan dengan Ari Purbono sebagai hasil Koalisi PKS-Gerindra.

Dirinya memang tidak akan berbicara banyak soal pencalonannya. Yang terpenting baginya nanti dalam Pilwalkot akan keluar sebagai pemenang. "Ndak usah banyak bicara, sing penting sesuk menang," tandasnya.

Harini sendiri memandang majunya dalam pilwalkot ini sebagai amanat yang sangat berat. Selain dari segi tugas dan tanggungjawab yang semakin berat, juga jalan menuju ke sana yang harus bersaing dengan kandidat lain yang menurutnya lebih berkualitas.

"Tapi sejak dulu, komitmen saya pada birokrasi Kota Semarang kuat, sejak mula saya sudah berjanji untuk mengabdi pada Semarang. Kalau direstui mari kita sama-sama bekerja maksimal untuk menjadi lebih baik," katanya.

Sedangkan terkait pengajuan izin ke pimpinan, Harini menyatakan sejauh ini belum mengajukan izin resmi. "Ya nanti kalau saatnya tiba ya pasti, itu kan administrasi," tandasnya.(dib/aro)






READ MORE >>

Rabu, 10 Februari 2010

Gerindra-PKS Usung Harini-Ari

Suara Merdeka -SEMARANG - Tanda-tanda retaknya koalisi Golkar-Gerindra semakin kentara. Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan internal partai Gerindra, DPC telah mendapatkan rekomendasi dari DPP yang menyetujui untuk berkoalisi dengan PKS mengusung Harini Krisniati dan Ari Purbono.

Sumber internal tersebut menyebutkan, bahwa rekomendasi Harini - Ari telah turun sejak Senin (8/2) kemarin. Namun mengingat saat ini Gerindra masih terikat koalisi dengan Partai Golkar, rekomendasi tersebut belum bisa disampaikan secara luas.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, M Agus Priyadi tidak mengiyakan, namun juga tidak membantah. Dia hanya mengatakan surat rekomendasi tersebut belum ada di kantor DPC Gerindra. ’’Sampai saat ini, saya belum mendapatkan surat rekomendasi itu,’’ katanya.

Namun demikian, jika rekomendasi tersebut benar-benar menginstruksikan untuk berkoalisi dengan PKS, bukan berarti koalisi sebelumnya putus. ’’Bisa ya, bisa tidak. Bisa saja nanti terjadi koalisi dari tiga partai. Tunggu saja perkembangan selanjutnya,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota, Johan Rifai mengatakan, pihaknya masih menunggu surat keputusan DPP terkait koalisi dengan Gerindra. Namun secara prinsip, partainya sudah menyetujui paket koalisi Gerindra-PKS untuk mengusung Harini sebagai bakal calon wali kota dan Ari Purbono sebagai wakil wali kota.

Menurut dia, pasangan ini memiliki peluang membuat kejutan dalam Pilwalkot, April mendatang. Hal ini tidak lepas dari figur Harini Krisniati sebagai satu-satunya bakal calon wali kota wanita. ’’Kami berharap, kaum wanita, para ibu serta remaja putri memilih calon dari kaumnya,’’ kata Johan.

Disinggung mengenai rekomendasi DPP Gerindra tersebut, Harini Krisniati menyatakan belum mengetahui.
Meski demikian, dirinya mengaku siap jika memang didukung oleh banyak pihak.
’’Saya selalu berpikir positif, kalau memang didukung oleh masyarakat amanah itu akan saya laksanakan sebaik-baiknya,’’ katanya.

READ MORE >>

Sabtu, 16 Januari 2010

CALON PKS MULAI SOSIALISASI DIRI


Semarang, 15/1 (Antara/FINROLL News) - Calon Wakil Wali Kota Semarang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ari Purbono, mulai menyosialisasikan diri untuk ikut pilkada dengan cara meminta restu kepada warga sekitar tempat tinggalnya dan memasang spanduk.

Ketua DPD PKS Kota Semarang, Johan Rifa`i, di Semarang, Jumat, mengatakan, pada Kamis (14/1) malam, Ari mengumpulkan seluruh warga RT 05 RW 07 Genukbaru, Tegalsari, Kecamatan Candisari untuk meminta restu ikut pilkada.

"Kami ingin mendapat restu dari warga sekitar tempat tinggal calon dan nanti deklarasi pasangan calon, setelah ada calon wali kotanya," katanya.

Ia mengatakan, secara keseluruhan warga setempat menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Ari untuk Pilkada Kota Semarang 2010.

Pada kesempatan tersebut hadir antara lain warga, lurah setempat, kader, dan pengurus PKS.

Deklarasi pasangan calon, katanya, akan dilakukan setelah ada kepastian calon wali kota sebagai pasangan kader PKS, Ari, itu.

"Kami belum bisa memastikan kapan deklarasi tersebut dilakukan," katanya.

Seorang warga Genukbaru, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Suseno, mengatakan, selayaknya warga setempat mendukung pencalonan Ari.

"Pak Ari, orang asli kelahiran Genukbaru. Kami menilai, Pak Ari orangnya baik, memiliki jiwa sosial, dan bertanggungjawab," katanya.

Ia menyatakan, Ari tidak hanya dikenal mudah berinteraksi dengan warga kelurahan tempat tinggalnya namun juga dengan warga di daerah lain karena sejak muda, ia sering mengajar ngaji di TPA dan mengisi pengajian.

Ari saat ini menjabat sebagai anggota Fraksi PKS DPRD Kota Semarang dan memimpin sebuah lembaga pengajar Alquran, Az Dzikra.

Ketua Tim PKS Untuk Pemenangan Pilkada, Agung Budi Margono, menyatakan apresiasi atas dukungan masyarakat tempat kelahiran Ari tersebut.

"Target PKS untuk mengusung calon wakil wali kota, tidak menutup kemungkinan kalau ada perkembangan terbaru yang bisa melampaui target," katanya.

Selain mengumpulkan warga sekitar sebagai langkah sosialisasi, PKS juga memasang puluhan spanduk di sejumlah titik di Kota Semarang. Spanduk tersebut bertuliskan pesan-pesan moral dari Ari Purbono untuk warga Kota Semarang.

READ MORE >>

Selasa, 05 Januari 2010

PKS Belum Tentukan Sikap Koalisi

Semarang, CyberNews. Ketua DPD PKS Kota Semarang, Johan Rivai membantah kesan lambat partainya menghadapi Pilwakot mendatang. Meski diakuinya, hingga saat ini pihaknya belum menentukan partai mana yang akan diajak berkoalisi, Senin (4/1).

Dari sembilan partai peraih kursi di DPRD Kota, PKS merupakan satu-satunya partai yang belum menentukan sikapnya menghadapi Pilwakot yang bakal digelar April mendatang. "Kami tetap mengambil peran dalam Pilwalkot. Masih cukup waktu sebelum memutuskan dengan siapa kami akan berkoalisi,: kata Johan, Senin (4/1).

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini partainya terus melakukan komunikasi dengan kekuatan politik lain. Diantaranya Partai Demokrat (PD), PDIP serta koalisi Golkar-Gerindra. "Kami tidak khawatir ketinggalan kereta. Namun dengan siapa nantinya kami akan berkoalisi, kami berupaya mendudukan kader kami di posisi calon wakil wali kota," kata Johan.

Bagi partainya, posisi wakil wali kota merupakan keputusan partai yang wajib diamankan. Berdasarkan hasil seleksi internal, posisi tersebut ditempati oleh Ari Purbono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD.

READ MORE >>

Sabtu, 05 Desember 2009

PKS Juga Dekati Gerindra

SEMARANG- Keluar dari Koalisi Pelangi (PAN, PKB, dan PPP), bukan berarti petaka bagi Partai Gerindra. Partai pimpinan Prabowo Subianto ini malah jadi rebutan sejumlah partai untuk diajak berkoalisi. Jika sebelumnya Golkar menyatakan keinginannya menggandeng, kini PKS menyatakan hal serupa.

Bahkan pertemuan resmi yang dibungkus silaturahmi sudah dilakukan antara PKS dan Gerindra. Politisi PKS yang digadang-gadang menjadi calon wakil wali kota, Ahmadi, mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan perwakilan Gerindra pada Rabu (2/12) lalu. "Saya, dan Ketua DPD PKS Kota Semarang (Johan Rifai) silaturrahmi ke kantor Gerindra," katanya.

Menurut Ahmadi, pihak Gerindra diwakili oleh Plh Ketua DPC Gerindra M Agus Priyadi, Sekretaris Himawan Sulis Sunarko, Tim 9 Gerindra, dan dua anggota DPRD Kota asal Gerindra: Saryadi dan Gunadi Susetyo. "Intinya, dalam silaturrahmi tersebut kita membicarakan peluang kerja sama mengusung pasangan calon," tutur Ahmadi.

Dari hasil pertemuan, menurut Ahmadi, peluang koalisi PKS-Gerindra cukup besar. Hal itu didasarkan persamaan partai yang hingga kini belum memiliki sejarah kelam dalam menata pemerintahan.

Ketua DPD PKS Kota Semarang Johan Rifai menambahkan, persamaan lainnya antara PKS dengan Gerindra adalah semangat perubahan yang dimiliki kedua partai.

Perubahan tersebut bukan sekedar perubahan, tapi sama-sama memiliki visi-misi ke depan mengubah pemerintahan yang lebih baik lagi. Itulah titik temu antarkedua partai tersebut.

Apalagi jika dihitung secara kursi di DPRD Kota, PKS yang memiliki 6 kursi dan Gerindra yang mendapatkan 4 kursi, maka kolaborasi keduanya sudah pasti mampu mengusung calon wali kota-wakil wali kota sendiri. Jumlah kursi keduanya yang 10 kursi sudah melebihi ketentuan KPU yang mematok 8 kursi.

Namun, meski memiliki kursi lebih banyak, menurut Johan, PKS tetap tidak akan memaksakan kadernya duduk sebagai bakal calon wali kota. "Target PKS seperti yang diamanahkan musda adalah wakil wali kota. Namun, kalau pun kemudian hasil koalisi, Gerindra meminta agar posisi calon wali kota diisi PKS, ya mau tidak mau," katanya.

Johan menyadari, setelah menyatakan diri belum bergabung dengan Koalisi Pelangi, Gerindra getol melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain. Hal itu sekaligus membuka peluang PKS kerja sama dengan Gerindra mengusung pasangan calon sendiri.

Bagaimana dengan Golkar? Kata anggota komisi D ini, peluang untuk berkoalisi dengan Gerindra dan Golkar sangat besar. Mengingat ketiga partai ini, hingga sekarang belum memliki teman koalisi. Sementara jika sendiri-sendiri, ketiganya tak mampu mengusung pasangan calon.

Jika ketiga partai ini berkoalisi, maka akan jadi kekuatan besar baru dalam pertarungan perebutan kursi wali kota dan wakil wali kota nanti. Sebab, PKS dengan soliditas partainya, kini memiliki enam kursi di DPRD Kota Semarang.

Sementara Gerindra baru memiliki empat kursi dan Golkar lima kursi. Jika dijumlahkan, maka akan terhitung kursi sebanyak 15 kursi. Jumlah ini hampir sama dengan kursi yang dimiliki Partai Demokrat.

Rakercabsus PDIP Diundur

Sementara itu, rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) DPC PDIP Kota Semarang dengan agenda pembahasan dan pengenalan kandidat-kandidat bakal calon wali kota dan wakil wali kota terpaksa diundur dari rencana semula pada 6 Desember menjadi 20 Desember 2009.

Menurut Plh Sekretaris DPC PDIP Supriyadi pengunduran jadwal rakercabsus berdasarkan permintaan DPD dan DPP PDIP.

"Sebab pada tanggal tersebut berbarengan dengan rakerda di tempat yang sama. Dalam rakerda nanti, rencananya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan hadir, sekaligus ada acara syukuran partai menempati kantor baru di Panti Marhaenis." (dib/isk)



READ MORE >>

Kamis, 26 November 2009

Mahfudz Ali Membantah

Mahfudz Ali Membantah

BALAI KOTA (suaramerdeka)- Adanya tudingan mengenai pengalokasian dana hibah dan bantuan sosial dalam APBD Perubahan 2009 ditunggangi kepentingan politis ditanggapi Pemkot.


Wakil Wali Kota Mahfudz Ali meminta penilaian terhadap usulan perubahan APBD yang masih dalam tahap pembahasan di Dewan dengan berbaik sangka. Ia menilai terlalu cepat menyimpulkan pengusulan dana hibah dan bantuan sosial terkait Pilwalkot 2010.

Apalagi disebut usulan itu ada kaitannya dengan upaya mendongkrak citra salah satu pimpinan Pemkot, yang tidak lain itu adalah dirinya. ‘’Khusnudzan sajalah. Terlalu cepat menyimpulkan demikian,’’ katanya.

Mahfudz beralasan, pos anggaran yang diajukan sudah merupakan program rutin, misal pemberian bantuan RT/RW dan PKK RT/RW. Sebelum diajukan APBD Perubahan, pos tersebut sudah ada dan diberikan selama satu semester sekali. Sementara untuk pemberian bantuan untuk Karang Taruna, KNPI, dan PNPM itu merupakan tindak lanjut dari peraturan yang sudah ada.

Dalam pandangan umum Fraksi PKS atas penyampaian nota keuangan perubahan APBD 2009, Rabu (25/11), Johan Rifai meminta penjelasan dana belanja hibah dan bantuan sosial nilainya mencapai separoh lebih dari total APBD perubahan.

Diharapkan itu bukan kebijakan populis. Selain itu Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga diminta menyiapkan tim melakukan pengawasan terhadap dana tersebut. ‘’Tujuannya agar pencapaian kinerjanya dapat dipertanggungjawabkan,’’ paparnya.

Capaian Kerja

Terpisah Kepala Divisi Anggaran dan Kebijakan Publik Pattiro, Dini Inayati mengatakan, sulit menentukan capaian kinerja maupun output yang dihasilkan dari penggelontoran yang bersifat bantuan sosial dan dana hibah.

Meskipun ada bentuk pertanggungjawaban, itu hanya berupa akuntansi, bukan capaian kinerja. Karena itu alokasi dana tersebut rawan bermuatan politis. ‘’Seharusnya bukan sekadar bantuan sosial dan hibah, melainkan juga ada pemberdayaan isu-isu strategis di masyarakat,’’ paparnya.

Politisi PKB, Kholison mengatakan, tidak masalah dengan pengalokasian dana hibah dan bantuan sosial. Asal waktu dan teknis pemberiannya tidak mengarah untuk dimanfaatkan persoalan Pilwalkot.

Bila memerhatikan program serupa yang dilaksanakan pada momen Pilgub beberapa waktu lalu memang jelas ada pengerahan massa dan diindikasikan untuk menggiring dukungan terhadap calon tertentu. ‘’Jangan sampai itu terulang lagi menjelang Pilwakot yang jaraknya sudah dekat,’’ katanya.

Kepala Operasional LBH Kota Semarang, Slamet Haryanto mengatakan, pengusulan dana yang besar untuk peningkatan kesejahteraan rakyat jelas positif. Namun apabila ditunggangi kepentingan politis terkait Pilwakot 2010 beberapa birokrat berarti itu tidak dibenarkan.

Bagaimana pun pengucuran dana ke masyarakat tetap harus bisa dipertanggungjawabkan. Selain tujuannya benar-benar murni untuk pengangkatan kesejahteraan, tanpa embel-embel apapun. ‘’Bila dana bantuan sosial itu sudah sampai di tangan masyarakat, bagaimana pengawasannya. Apakah tepat sasaran dan tepat guna. Masyarakat sendiri yang bisa menilainya,’’ katanya.

Sementara itu, di luar forum sidang paripurna, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PMII mendesak agar pembahasan APBD benar-benar untuk rakyat. Jangan sampai janji yang pernah disampaikan saat kampanye Pemilu legislatif itu tidak dijalani sendiri.

‘’APBD harus mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Maka DPRD harus bisa mendukung pengucuran dana untuk rakyat,’’ kata Pengurus Cabang PMII Kota Semarang, Sugeng Hadiyanto. (H22,H54-18)

READ MORE >>

Kamis, 19 November 2009

SUARA MERDEKA CETAK - APBD Perubahan Mulai Bisa Dibahas

READ MORE >>

Bingkai Kehidupan

"Save Palestine" Demonstration in Semarang

"Save Palestine" Demonstration in Semarang
Semarang, 21 Maret 2010

Mars PKS

Mars Partai Keadilan SEJAHTERA - Watch more Videos at Vodpod.

Harapan Masih Ada

Aktifitas Aleg DPRD Kota Semarang


Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur

Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur
Evendi Sunarko, SPd dan Sutopo, SE

Sekretariat DPC

Dewan Pengurus Cabang
Partai Keadilan Sejahtera
Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Jl. Menoreh Utara I/7 Semarang-Jawa Tengah
Telp (024)8501042

Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team