
AHMAD Pujiono (6 bulan), bayi yang terlahir tanpa hidung mengetuk keprihatinan para petinggi yang duduk di DPRD Kota Semarang.
Bahkan, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Ahmadi, berencana untuk menggalang dana demi kesembuhan buah hati pasangan Suparni (34) dan Ratman (33), warga Jerudang RT 03 RW 03 Kelurahan Gondoriyo itu.
Rabu (17/2) lalu, Ahmadi menjenguk Pujiono yang masih tergolek lemah di RSUD Tugu, lantaran diare berkepanjangan. Bayi malang itu sempat meneteskan air mata serupa nanah di kedua ujung matanya.
”Memang, jika dia merasa kesulitan bernafas, matanya selalu mengeluarkan air mata yang warnanya kuning, sedikit mengental seperti nanah,” kata Ratman sembari menyeka air yang hampir menetes ke pipi putra keduanya itu.
Ahmadi kemudian menatap lekat bola mata Pujiono yang juga tumbuh tak sempurna. Mulut anak itu hampir tak pernah mengatup karena hanya celah mulut mungilnya yang saat ini membantunya bernafas.
”Saya sangat prihatin dengan keadaan Pujiono yang masih seumuran dengan anak bungsu saya itu. Kami akan berusaha membantu dengan seluruh potensi yang ada. Kami juga akan mengupayakan penggalangan donasi untuk membantu kesembuhan Pujiono,” ujar Ahmadi seusai menjenguk Pujiono .
Ratman sempat menemui jalan buntu saat akan mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk membantu biaya pengobatan hidung anaknya itu. Menurutnya, setelah penderitaan anaknya diberitakan di media, instansi-instansi bersangkutan kemudian memberikan kemudahan.
Di hari yang sama, Wakil Ketua Komisi D Kota Semarang, Suryanto beserta Anggota Komisi D, M Rukiyanto, pun turut menjenguk Pujiono yang masih dirawat di Ruang Melati RSUD itu.
Keterbatasan Alat
Keterbatasan prasarana Computed Tomography Scanner (CT-Scan) di RSUD Tugu, membuat RS tersebut terpaksa akan merujuk Pujiono ke RSUP Dokter Kariadi untuk segera dilakukan operasi pembuatan lubang hidung.
Menurut dokter spesialis anak RS Tugu, dokter Djoko Sugiharto, operasi tersebut dapat dilakukan jika diare yang dialami pasiennya itu sudah sembuh.
”Panas dan sariawannya sudah berangsur membaik, sekarang tinggal penyembuhan diarenya.
Setelah itu barulah kami membuat rujukan ke RSUP Dokter Kariadi untuk segera dilakukan operasi pembuatan lubang hidung serta tulang hidung yang tidak dimiliki Pujiono,” papar dr Djoko.
Sementara pemeriksaan bola mata Pujiono yang juga tumbuh tidak sempurna, dapat dilakukan setelah proses operasi hidung buatan itu rampung. ”Bola mata yang tumbuh menyempit itu juga membuat penglihatannya terganggu.” (Diantika Permatasari-87)
Comments :
0 komentar to “PKS : Pengobatan Pujiono Ditanggung Pemerintah”
Posting Komentar