Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Tampilkan postingan dengan label tifatul sembiring (menkominfo). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tifatul sembiring (menkominfo). Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juni 2010

Tifatul: PKS Gampang Kumpulkan Uang

JAKARTA (JPNN.com)- Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa upaya pengumpulan dana di partainya relatif mudah, karena kader PKS terbiasa beriuran setiap bulan. Oleh karena itu, pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PKS, 16-20 Juni ini, yang menghabiskan dana senilai Rp 10 miliar, menurutnya tidak perlu dipersoalkan.

"Di PKS, ngumpulin uang tidak sulit," katanya, Kamis (17/6). Sebagai ilustrasi, Tifatul pun menyebutkan bahwa jumlah kader PKS di DKI Jakarta saja ada kira-kira 200 ribu orang. Jika 50 persen saja dari total 200 ribu kader tersebut dimintai iuran senilai Rp 50 ribu per orang, maka dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 5 miliar.

"Iuran Rp 50 ribu per kader per bulan itu biasa (bagi) kami. Kantong kami untuk kas kami sendiri. Jadi, selama itu halal, tidak masalah," ujar sosok yang kini menjabat Menkominfo itu pula.

Seperti yang telah diwartakan, pelaksanaan Munas PKS yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, disebutkan menghabiskan biaya sekitar Rp 10 miliar. Munas itu sendiri diikuti oleh ribuan pengurus partai pusat hingga daerah, berikut legislator PKS di seluruh Indonesia, serta undangan.

Menurut Tifatul lagi, ada banyak agenda yang akan dibahas dalam Munas tersebut, antara lain mengenai Pemilu 2014, serta target yang akan dipatok oleh PKS. "Sekarang PKS empat besar. Ada yang mengusulkan nanti PKS dua besar, ada juga yang usulkan tiga besar. (Tapi) itu baru usulan," katanya lagi. (rnl/jpnn)
READ MORE >>

Menkominfo: Kalau Bilang Mirip-mirip Terus Nanti Bingung


Kasus Video Porno

Jakarta
(DetikHot.com) Menkominfo Tifatul Sembiring minta Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, tegas menjawab ya atau tidak dalam kasus video porno mirip mereka. Penegasan itu diperlukan karena kata mirip yang kini terus-menerus digunakan sudah membuat bingung.

"Kalau bilang mirip-mirip terus akan bingung. Masalah ini jika tidak dituntaskan bisa panjang juga implementasinya," ujar Tifatul dalam acara Breakfast and Meeting membahas pornografi, di Gedung Menkominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2010).

Makanya Titaful pun meminta Ariel, Luna dan Tari segera memberikan jawaban pasti. "Jadi yes or no, supaya kita tidak terombang-ambing terus," mintanya lagi.

Mantan Presiden PKS itu pun meminta polisi bertindak cepat dalam menyelidiki kasus video porno mirip Ariel, Luna dan Tari. Ia ingin polisi memeriksa ketiga artis tersebut dengan benar.

"Masalahnya ini kan yang membuat mereka. Nanti bisa diteliti, itu dibuat di hotel mana dan di-list daftar check in siapa saja. Jadi perangkat tiga orang itu dulu yang dicari," urainya.

(eny/eny)
READ MORE >>

Kamis, 15 April 2010

"PKS Bukanlah Organisasi Malaikat"


JAKARTA (SuaraMedia News) - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menilai kasus politisi PKS M Misbakhun manusiawi. Terjadinya kasus ini merupakan ujian Partai yang harus dihadapi.

"Ini semua manusiawsi, (PKS) bukan organisasi malaikat," kata Menteri Komunikasi dan Informatika itu di Kemayoran, Jakarta, Kamis 15 April 2010.

Menurutnya status Misbakhun baru tersangka. Sementara yang tertuduh dan disidangkan berkali-kali biasa saja. Ketika ditanya Misbakhun merupakan anggota DPR yang pertama menjadi tersangka, dia mengatakan, "kan ini bukan malaikat."

Masalah itu, lanjut dia, terjadi di sepanjang zaman. Yang penting jika terdapat kesalahan ada yang mengkoreksi. Namun PKS tak akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kasus ini. "Nggak besar-besaranlah, satu orang ini," ujarnya.

Namun Tifatul menilai proses yang terjadi pada Misbakhun lebih ke masalah hukum, bukan politis. PKS menyerahkan kasus ini pada masalah hukum.

Partai akan mengambil langkah tegas jika terbukti Misbakhun bersalah. "Karena kami punya mekanisme, kan bisa terjadi kesalahan di kadernya. Bisa terjadi kesalahan dari 1,55 juta kader, tapi kita kan punya mekanisme reward and punishment," ujarnya.

Menurutnya hal ini tak mencoreng PKS sebagai partai bersih. Menurutya partai bersih adalah berupaya bersih. "Kan tidak ada ayatnya Allah mencintai orang yang bersih tapi yang ada adalah Allah mencintai orang yang membersihkan diri," ujarnya.

Misbakhun menjadi tersangka atas dugaan pemalsuan dokumen pendukung letter of credit (L/C) PT Selalang Prima International. Dirut PT SPI Franky Ongko bahkan sudah ditahan Mabes Polri.

Namun Ditetapkannya politisi PKS, Misbakhun, sebagai tersangka kasus L/C fiktif, tidak serta merta membuat citra PKS sebagai partai yang bersih dari persoalan, tercoreng. Namun persoalan ini merupakan ujian bagi partai yang memiliki slogan bersih, peduli, dan profesional.

"Bersih itu kan berupaya bersih, kan tidak ada ayatnya Allah mencintai orang yang bersih tapi yang ada adalah, Allah mencintai orang yang membersihkan diri," kata politisi senior PKS di acara Asia Pacific Ministerial Conference on Public Private Partnerships for Infrastructure Development 2010 di PRJ Kemayoran.

"Berbuat salah itu wajar saja tetapi yang penting kalau salah dikoreksi. Jangan salah kemudian bangga, salah nggak mau dikoreksi. Kita kan mengoreksi," tuturnya lagi.

Selanjutnya, diakui Tifatul, PKS akan melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut mencakup evaluasi terhadap Misbakhun, dan sistem seleksi keanggotaan yang dimilliki PKS.

Mengenai adanya pembelaan terhadap Misbakhun dari orang partai, dibantah Tifatul. Menurutnya tidak ada pembelaan yang dilakukan partai, apalagi dari Presiden PKS Luthfie Hasan Ishaq. "Beliau menyerahkan pada masalah hukum," ucapnya. (ar/vs/ok) www.suaramedia.com




READ MORE >>

Sabtu, 20 Februari 2010

Tifatul Hanya "Kambing Hitam"?


Jakarta, RMOL. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring ditegur oleh Presiden SBY berkenaan dengan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang konten multimedia.

Sebagaimana diketahui, sejak menjabat sebagai Menkominfo, Tifatul beberapa kali mengeluarkan statemen kontroversial yang bertentangan dengan wacana yang sering diungkapkan oleh Presiden SBY tentang pemberantasan korupsi dan kebebasan pers.


Tifatul pernah membuat Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penyadapan yang dinilai akan menghambat kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, berkat kewenangan penyadapan itu, KPK telah berhasil menangkap beberapa koruptor di negeri ini.

Munculnya RPP Penyadapan sangat bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi yang dijalankan oleh KPK. Apalagi, keluarnya RPP Penyadapan tersebut beriringan dengan kasus kriminalisasi KPK yang menimpa dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Sikap "nyelonong" Tifatul inilah yang membuatnya ditegur oleh SBY pada rapat paripurna kabinet pada Kamis 17 Februari lalu, walau Tifatul sendiri tidak hadir dalam rapat tersebut.

Tapi ada yang aneh dalam kasus ini. Tifatul mengaku bahwa RPM sudah disusun sejak tahun 2006. Jika demikian adanya, kok Presiden SBY tidak tahu tentang RPM tersebut hingga SBY menegur Tifatul yang dianggap telah "melangkahi" sang Presiden. Jika SBY benar-benar tidak tahu, berarti ada ketidakrapian dalam manajemen kabinet saat ini.

Pendapat yang lain menyatakan bahwa hal itu hanya basa-basi pemerintah saja. Artinya, tidak mungkin seorang Presiden tidak tahu adanya RPM dalam setiap departemen. Apalagi RPM Tifatul itu telah disusun dan dibahas sejak tahun 2006.

Berkenaan dengan RPM Konten Multimedia tersebut, bisa jadi sejatinya memang ada niat untuk mengurangi kebebasan pers melalui RPM itu. Hanya saja caranya diciptakan dengan skenario seperti itu. Wacanakan dulu, jika resistensi kuat, sudah disiapkan "kambing hitam".

Siapa kambing hitamnya? Bisa jadi Sang Menteri Tifatul Sembiring. Dengan demikian, jika tidak ada resistensi terhadap RPM tersebut, kebebasan pers dapat dikurung. Inilah tujuan yang ingin dicapai. Sebalikya, jika resistensinya kuat, mereka yang punya niat dan menyusun skenario itu tetap dalam kondisi aman karena sudah ada kambing hitamnya. [fik]
READ MORE >>

Menkominfo: RPM Konten Dibatalkan Saja


SuaraMediaNews) - Menkominfo Tifatul Sembiring yang baru tiba dari Swedia untuk melakukan negosiasi dengan sejumlah perusahaan ponsel, akan membatalkan RPM Konten Multimedia yang dianggap membelenggu pers.

"Kalau RPM ini memang mengancam kebebasan pers, otomatis saya coret," ujar Tifatul ketika menghubungi Kompas di Jakarta, Jumat (19/2/2010) pagi. Ia mengatakan RPM tersebut dibuat sejak tahun 2006 sehingga ada kemungkinan tidak cocok dengan perkembangan saat ini. Ia bahkan mengaku belum pernah mendapat laporan soal rencana dikeluarkannya RPM Konten Multimedia ini.
Munculnya kembali RPM Konten Multimedia yang saat ini memasuki uji publik sempat menuai kritik dan protes dari komunitas internet di Indonesia. Aturan tersebut dinilai dapat mengekang kebebasan berekspresi.


Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam rapat kabinet paripurna, sempat menyinggung soal RPM Konten Multimedia yang menimbulkan reaksi keras dari publik. Presiden mengingatkan bahwa peraturan tersebut sensitif dan masih wacana sehingga harus dipertimbangkan dengan matang sebelum diajukan kepada publik. Presiden sendiri menyatakan belum pernah mendapat laporan tentang rencana dikeluarkannya aturan tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, mengatakan tak ada halangan untuk mengoreksi jika aturan Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Konten Multimedia atau RPM Konten mengekang kebebasan pers. Tifatul juga menegaskan dia tidak akan melempar tanggung jawab soal RPM Konten. "Saya akan tanggung jawab. Saya akan baca dan pelajari, kalau bertentangan kita akan coret," kata Tifatul, Jumat 19 Februari 2010.

Tifatul mengatakan konsen dua secara umum adalah menerapkan internet sehat, terutama untuk generasi muda. Apa maksud penerapan internet sehat? "Internet digunakan secara benar, tidak digunakan negatif seperti kasus penculikan, pembobolan kartu kredit," kata dia. Kata Tifatul, ini adalah era keterbukaan. "Wajar di mana-mana apa yang akan telurkan, kita gulirkan, kita posting pada masyarakat. Sebenarnya tidak ada masalah," kata Tifatul. Mantan Presiden PKS ini lalu menambahkan, masalah kecil ini jangan dibesar besarkan.

Sementara itu dalam sidang Paripurna, Yudhoyono meminta para menterinya berhati-hati mengeluarkan pernyataan pada publik terkait rencana penerbitan peraturan atau RPP. SBY mencontohkan tentang Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Konten Multimedia (RPM Konten)."Banyak masalah sensitif yang bisa menimbulkan salah persepsi. Maka berhati hatilah memberikan statemen dan komunikasi dengan publik," kata SBY dalam pengantarnya di Sidang Kabinet di Istana Negara.

Ada baiknya, tambah dia, pikiran masyarakat dijajaki, diajak bicara, urgensinya, arahnya, seperti apa kalau ada pengaturan dan sebagainya. Pengaturan dari pemerintah, lanjut SBY, harus melalui proses dari masyarakat luas.RPM Konten, jelas SBY, belum sampai pada tingkatan presiden, bahkan belum pada tataran menteri. Baru pemikiran dan gagasan. "Saya pikir tidak perlu lantas digoreng di sana ke mari. Dijelaskan saja duduk persoalan hingga rakyat memahami," kata SBY. Dari berbagi

READ MORE >>

Minggu, 24 Januari 2010

Tifatul: Pansus harus sgr jelaskan hasil kerjanya ke rakyat


JAKARTA - Harian Terbit -Kerja Panitia Khusus Angket di DPR melakukan penyelidikan Bank Century merupakan penyelidikan awal untuk mengetahui apakah ada indikasi pelanggaran atau tidak.

"Karena itu sebaiknya pansus segera memberikan kejelasan pada rakyat mengenai hal itu," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di Jakarta, Rabu.


Menurut Tifatul, sebaiknya hasil penyeldikan awal itu harus jelas, terutama terkait dengan ada atau tidak adanya indikasi pelanggaran hukum. Berkaitan dengan hal itu, katanya, ia berharap agar proses penyelidikan di Pansus Century tidak berlarut-larut. "Jadi, tidak perlu panggil orang berulang-ulang dan hal-hal yang sudah ditanyakan ditanyakan lagi," tegasnya.

Ia menambahkan proses di Pansus Century sebaiknya dapat segera dituntaskan. "Pekerjaan kita yang lain sangat banyak. Karena itu daripada kita sibuk berdebat atau diskusi mengenai ini, seharusnya kalau ada masalah hukum salurkan saja ke yang berwewenang," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara Jakarta, Rabu. Menurutnya, pengusutan kasus Bank Century melalui penggunaan hak angket di DPR diharapkan segera tuntas sehingga semua pihak dapat kembali fokus dalam pemenuhan target pembangunan. "Saya dari sisi pemerintah menginginkan Pansus itu cepat selesai secara tepat sehingga kita bisa konsentrasi untuk bidang perekonomian nasional. Paling tidak, jangan sampai proses di Pansus century tidak sampai mengganggu bidang lainnya," katanya.

Hatta menegaskan sebaiknya Pansus Bank Century segera memberikan rekomendasi sementara sehingga permasalahan Bank Century menjadi jelas. Ia mengatakan pihaknya melihat seharusnya proses tersebut bisa cepat selesai dengan tepat. "Ini kan sudah satu setengah bulan, kok belum ada rekomendasi yang disampaikan kepada rakyat."

Menurut Ketua Panitia Angket Bank Century DPR RI Idrus Marham kerja panitia angket mulai memasuki tahap harmonisasi data yang dihimpun dari berbagai saksi yang telah dimintai keterangan di DPR. Ia menambahkan target penyelesaian panitia ini 2 bulan atau 60 hari kerja dan ini masih tersisa beberapa waktu lagi. Saya melihat kerja panitia ini sudah mulai masuk ke tahap-tahap untuk pemetaan dan harmonisasi data," ujarnya seperti dikutip Antara, Rabu.

Idrus menambahkan sebelum panitia angket mengambil kesimpulan atas penyelidikannya selama ini dan kesimpulan itu akan menjadi rekomendasi DPR, menurut politisi Golkar itu, akan ada sejumlah perkembangan yang akan disampaikan kepada masyarakat melalui media massa. Dia menjelaskan bahwa pada akhir pekan ini, tim ahli panitia angket kembali bekerja melakukan identifikasi fakta-fakta yang ditemukan dalam pemeriksaan saksi-saksi yang dipanggil saat ini.

"Jumat dan Sabtu tim ahli kami akan bekerja kembali dan saat ini sudah sampai pada tahap identifikasi dan kami harapkan pada saat konsinyering nanti di situ sudah mulai kelihatan adanya pemetaan data," katanya. (antara/mustopa)

READ MORE >>

Sabtu, 23 Januari 2010

Tifatul: Program Pemerintah Tertutup Kasus Besar

JAKARTA (SuaraMedia News) - Menkominfo Tifatul Sembiring mengakui pemerintah perlu memperhatikan hasil survei terbaru soal tingkat kepuasan publik terhadap pasangan SBY-Boediono. Hasil survei IndoBarometer terbaru, masyarakat kian tidak puas dengan kinerja dua pimpinan ini.

Dari survei yang digelar 8-18 Januari 2010 tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden SBY turun menjadi 75 persen, dan terhadap Wapres Boediono turun menjadi 40 persen, dari sebelumnya yang mencapai 90 persen. Kemerosotan itu diduga akibat banyaknya keinginan masyarakat yang belum terpenuhi.

"Hal ini perlu diperhatikan agar pemerintah dapat mengelola kinerjanya lebih baik ke depan," kata Tifatul dalam diskusi Trijaya bertema '100 Hari Kabinet' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat. Turut hadir dalam diskusi tersebut M Qodari, Direktur Eksekutif IndoBarometer, sebagai pihak yang menyelenggarakan survei.

Tifatul mengingatkan, 100 hari pertama kabinet bukanlah jaminan bahwa seluruh permasalahan bangsa dapat selesai. "Seratus hari pertama sebenarnya adalah gebrakan untuk meningkatkan reputasi. Tapi di sisi lain, kasus Bank Century ternyata menutupi program pemerintah," ujar Tifatul.

Kasus Century, kata Tifatul, sebenarnya tidak lantas membuat kinerja menteri-menteri kabinet terganggu. Terkait merosotnya kepuasan publik terhadap Presiden dan Wapres, Tifatul menganggapnya sebagai hal yang biasa walaupun patut diwaspadai.

"Opini publik kan up and down (naik-turun) tergantung pasokan info," kata Tifatul. Bila informasi tidak seimbang, sambung Tifatul, maka persepsi publik juga menjadi tidak seimbang. Oleh karena itu, Tifatul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyeimbangkan informasi publik.
"Saya hanya ingin informasi yang berimbang. Itu saja," sahut Tifatul. Penggemar twitter ini menekankan, selain hal-hal negatif seperti debat kusir politisi, ada juga hal-hal positif yang kurang diketahui publik. Ia pun menambahkan, program 100 hari pemerintah merupakan pondasi bagi keseluruhan bangunan lima tahun ke depan. "Nah, pondasi memang tidak kelihatan, tapi fungsinya penting," tegas Tifatul.

Sementara itu, Qodari memaparkan, fokus utama perhatian masyarakat terhadap kinerja pemerintah masih tetap seputar program ekonomi. "Selanjutnya program pemberantasan mafia hukum dan reformasi pendidikan," ungkap Qodari. Ketiga hal itu, menurutnya, dirasa publik lebih menyentuh kehidupan sehari-hari mereka dibanding program-program lainnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika meminta media untuk memberikan porsi pemberitaan yang berimbang. Pasalnya, beberapa kasus besar yang menyita perhatian publik seperti pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, kasus Bibit-Chandra dan Pansus Century membuat program-program pemerintah menjadi tertutup.

Penilaian mantan Presiden PKS ini disampaikan dalam diskusi yang digelar Radio Trijaya FM di Restoran Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta.

Menurut Tifatul, dalam masa 100 hari pemerintahan SBY-Boediono, banyak hal yang telah dicapai. Namun, capaian-capaian itu nampaknya tidak tersampaikan kepada masyarakat karena pemberitaan yang kurang.

"Harus ada perimbangan informasi, keamanan misalnya, security is oke. Secara umum kemanan baik, tidak ada (kerusuhan) yang mengganggu," kata Tifatul.

Pria yang gemar berpantun ini memaparkan, saat ini pertumbuhan ekonomi mengalami tren positif di tengah krisis ekonomi global. Suku bunga, nilai tukar dan inflasi juga dalam angka yang bagus.

"Indeks Harga Saham Gabungan Naik, cadangan devisa negara juga terbesar setelah era reformasi, USD66 miliar. Ini investor tengah melihat kita. Jangan hanya dilihat dari luar kita ini jungkir balik saja," paparnya.

Masyarakat, tambah Tifatul, semestinya juga bisa memilah dalam mengkonsumsi berita. Jangan melulu yang dilihat adalah berita negatif.

Sementara itu, analis kebijakan publik, Agus Pambagyo menilai, kasus-kasus yang ada harus segera diselesaikan oleh pemerintah saat ini. "Ini masalah political will saja, masyarakat saat ini melihat seperti tidak ada arahan, sehingga publik pesimistis," ungkapnya.

READ MORE >>

Tifatul: PKS Kritis Tapi Tidak Keras

Jakarta, RMOL. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan tetap bersikap kritis kepada pemerintah meski menyandang tanggungjawab mitra koalisi SBY-Boediono.


Hal itu dikatakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1).

“Kalau kritis untuk kebijakan saya rasa perlu,” tegas Tifatul.

Namun, lanjutnya, sebagai mitra koalisi, Fraksi PKS tidak bisa terlalu keras dalam menyuarakan kritik pada pemerintah.

Hal ini dikatakannya sebagai respon atas kecurigaan banyak kalangan bahwa anggota Pansus Century dari Fraksi PKS mulai mengendurkan sikap kerasnya dalam pemeriksaan saksi-saksi dalam menyelidiki skandal bailout Rp 6,7 triliun itu usai SBY mengungkapkan rencana untuk mengevaluasi kaolisi dan kabinet.

“Sampai sejauh ini hubungan PKS dengan pemerintah masih baik-baik saja, tidak ada masalah. Evaluasi koalisi tidak masalah,” tandasnya.
[ald]
READ MORE >>

Selasa, 19 Januari 2010

Menjawab Rakyat dengan Nge-Tweet


Menteri dari PKS


Tifatul menjadi satu-satunya menteri KIB II yang aktif ber-twitter. Melalui jejaring pertemanan yang tengah booming itulah, ia dapat berkomunikasi langsung dengan rakyat. Akun @tifsembiring pun, pada akhirnya menjadi medium personal branding sang menteri.


Sejak pelantikan menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II digelar pada 20 Oktober 2009 lalu, nama Tifatul Sembiring hampir tak pernah lepas dari sorotan media. Posisi anyarnya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia, telah memicu Tifatul untuk menetapkan berbagai kebijakan. Paling gres—hingga sempat membuat dirinya menjadi bulan-bulanan sejumlah pihak—adalah soal revisi Undang-Undang penyadapan yang digagasnya.

Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika A. Mabruri, tak hilang akal. Segala masalah kesenjangan komunikasi antara sang menteri dengan segenap stake holder, dijawab dengan cerdas lewat akun Twitter berlabel @tifsembiring.

Diakui Mabruri, selaku ketua tim personal branding Tifatul—semasa ia menjadi Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hingga menduduki posisi menteri—saluran komunikasi dua arah menjadi senjata utama Tifatul. “Sejak dilantik menjadi menteri, kami sudah membuatkan akunnya di Twitter. Meskipun, ketika menjadi presiden partai, beliau sudah punya facebook maupun blog,” Mabruri berujar.

Istimewanya, peluncuran perdana akun twitter Tifatul tak jauh dengan waktu berlangsungnya Pesta Blogger 2009. Hanya berselang empat hari diluncurkan, sang menteri langsung menghadiri pestanya para pecandu TI (Teknologi Informasi) itu. Momentum tersebut tentu tak dibiarkan. Di sana, Tifatul mengumumkan dan mengundang para blogger untuk mengunjungi sekaligus menjadi follower twitter-nya.

Sejatinya, lewat akun twitter-nya itu, sang menteri dapat mengetahui langsung seputar suara hati rakyat. Termasuk, unek-unek tentang ketidaksetujuan revisi Undang-Undang penyadapan yang sempat memenuhi layar twitter-nya. Hujatan, cacian, sanjungan, sampai sekadar pernyataan menghiasi layar twitter-nya saban hari. Setidaknya, setiap pertanyaan yang datang dari setiap follower (teman twitter) senantiasa dijawab sang menteri. “Twitter menjadi efektif sebagai media berkomunikasi antara menteri dan pihak yang dilayaninya, dalam hal ini rakyat,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua DPP PKS itu berterus terang.

Twitter milik Tifatul memang bukan semata untuk “gaya-gayaan”. Toh, melalui jejaring pertemanan yang tengah booming itulah, personal branding sang menteri dibangun. Oleh karena itu, Maburi yang dibantu Boy Hamidi sedari awal sudah serius mengelola @tifsembiring sebagai salah satu kendaraan branding Tifatul.

Hasilnya terbilang mengagumkan. Dua bulan sejak diluncurkan, jumlah follower twitter milik Tifatul sudah menembus 29.638. Mereka datang dari beragam profesi dan usia. Mulai dari pejabat, wartawan, seniman, remaja, orang tua, ibu rumah tangga, merupakan follower Tifatul. “Target kami, dalam masa pemerintahan lima tahun ke depan, follower Tifatul melebihi Presiden Obama, lebih dari 2,5 juta,” Mabruri mematok.

Cepatnya menghimpun para follower, diakui Mabruri, tak lepas dari konsep pengelolaan yang dirumuskan oleh tim personal branding Tifatul. Dikisahkan Mabruri, pekan pertama selepas twitter diluncurkan, up-date masih dilakukan oleh tim. “Sebab, Pak Tifatul masih belum terbiasa,” tegasnya.

Selanjutnya, Tifatul pun diajarkan bagaimana menggunakan twitter via blackberry. Termasuk, cara nge-tweet, alias meng-up date twitter. Sejak itu, setiap pertanyaan maupun pernyataan yang mampir di akun twitter-nya, Tifatul sendirilah yang menjawab sekaligus mengomentarinya. Waktu menjawab dan nge-tweet dilakukan pada waktu subuh dan menjelang tidur. Sebab, di saat itulah sebagai seorang menteri, Tifatul memiliki kesenggangan waktu.

Ada yang khas dari akun twitter Tifatul. Pantun, kata-kata bijak, dan renungan Jumat menjadi bagian dari kalimat yang hadir di layar twitter-nya. Setiap pagi misalnya, Tifatul kerap mendaratkan kata-kata bijak dan aneka pantun. “Kebetulan, Pak Tifatul suka berpantun,” sambung Mabruri. Sementara itu, menjelang sholat Jumat, ia pun menyempatkan diri menulis singkat renungan Jumat.

Program yang tak kalah menarik adalah “Bingkisan untuk Follower”. Program quiz berhadiah ponsel high end dari Nokia, Blackberry, serta buku “Sang Pemimpi” itu mengundang para follower untuk berkompetisi. Mulai dari adu bikin pantun di twitter, yang disebut program “Tweetun”, kompetisi tebak lagu di twitter, adu kritik terpedas, hingga lomba desain T-shirt bertema twitter Tifatul.

Jurinya, tentu saja Tifatul sendiri bersama tim personal brandingnya, Mabruri dan Boy. Bahkan, untuk lomba desain t-shirt yang kini masih berlangsung, para follower juga dilibatkan untuk menjadi juri. “Lima desain T-shirt yang sudah kami pilih sebagai nominatornya, kemudian kami lempar ke para follower. Mereka boleh mem-vote desain yang paling mereka suka,” terangnya.

Desain favorit pilihan para follower akan dicetak ke dalam seribu kaos. Nantinya, seribu kaos itu akan dipakai para follower yang bersempatan diundang hadir pada acara “Jumpa Darat Follower Tifatul”. Rencananya, jumpa darat itu akan dilangsungkan setelah jumlah follower menembus angka 30 ribu.

Waktu penyelenggaraan direncanakan jatuh selepas program 100 hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama menteri-menterinya. Pada jumpa darat itu pula, sang menteri akan membagikan buku berjudul “Pencapaian Seratus Hari Menkominfo” kepada para follower yang hadir.

Jangan heran, jika isu maupun polemik yang kerap kali menghantui kerja sang Menkominfo, sanggup diredam hanya dengan sihir twitter. Bahkan, para jurnalis pun dengan bebas memantau keseharian sang menteri cukup lewat twitter. “Tak jarang, konfirmasi serta berita sudah bisa dibuat dari pernyataan sang menteri di layar twitter,” lanjutnya.

Diuraikan Mabruri, mengelola brand personal dari seorang menteri bukanlah perkara mudah. Sebab, dibutuhkan chemistry sekaligus kesesuaian antara perilaku personal yang akan di-branding dengan konsep brand yang ingin diciptakan. “Di situlah tantangannya,” ia menuturkan.

Beruntung, Tifatul sempat terlibat di jurnalisme kampus serta pernah menjadi humas PKS ketika Nurmahmudi sebagai Presiden PKS. Dengan demikian, lebih mudah bagi tim personal branding-nya untuk mengelola Tifatul sebagai sebuah brand ber-positioning “Pejabat Pelayan Rakyat”. Alias, pejabat yang mampu melayani dan tidak berjarak dengan rakyat.

Sebagai mantan seorang jurnalis dan humas, diklaim Marubri, Tifatul dikenal sebagai pribadi yang cair. Termasuk, akrab dengan para jurnalis. Terbukti, sang menteri senantiasa siap melayani telepon para jurnalis. Sejak menjadi humas PKS sampai menjadi menteri misalnya, nomor ponsel Tifatul masih sama dan cuma satu. “Sepanjang tidak ada rapat, hampir dipastikan ia akan menjawab telepon yang masuk. Jika tidak, Saya selaku humas siap 1x24 jam untuk ditelepon dan membantu,” Mabruri menutup pembicaraan.


READ MORE >>

Pemuda Bisa Ciptakan Dunia yang Lebih Baik


“Pemuda memiliki peranan yang besar untuk menghadirkan dunia yang lebih baik,”

JAKARTA—Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan, pemuda dapat memberikan kontribusi dan solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah melanda dunia saat ini. Semangat pemuda diperlukan untuk menciptakan kondisi dunia yang lebih baik. Di tangan pemudahlah, baik atau buruk wajah dunia di masa mendatang.


Pemuda memiliki peranan yang besar untuk menghadirkan dunia yang lebih baik,” tandas Tifatul ketika membuka The 3rd International Youth Gathering (IYG), di Aula Serba Guna Gedung Kominfo, Senin (18/1).
Berbicara mengenai pertemuan pemuda internasional ketiga yang mengambil tema Youth Contribution for Peace and Better World itu, Tifatul menyampaikan, hal ini merupakan kesempatan besar bagi pemuda dari segala penjuru dunia untuk membangun jaringan yang kuat dan mendiskusikan berbagai kepentingan bersama. Kesemuanya itu, lanjut dia, berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah (IYG) Budi Dharmawan dalam kesempatan yang sama menyatakan, ada tiga peran yang dapat dilakukan pemuda untuk memperbaiki keadaan dunia saat ini. Yakni, kepedulian terhadap lingkungan (caring for environment), dialogantar budaya dan peradaban (dialogue among civillization) dan peningkatan mutu pendidikan (advancement of education). ”Tiga hal ini akan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan ini,” jelas dia.

Menurut Budi, pertemuan ini akan memberikan kesempatan kepada para pemuda yang hadir dari 22 negara Eropa, Asia, Australia, juga Kanada -- untuk mengembangkan diri menjadi generasi muda yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan peradaban (civilization) di masa mendatang. Melalui paparan internasional dan pengalaman dalam berinteraksi dengan berbagai situasi dan karakter, peserta diharapkan mampu bersikap lebih arif dengan menghindari arogansi dan salah penilaian (misjudgement), serta tetap berpegang teguh pada akar budaya dan nilai-nilai kebenaran.
Melalui keikutsertaan program pertemuan ini, peserta juga diharapkan mampu memiliki pemikiran yang lebih matang, terbuka dan jernih dalam memandang berbagai problematika dunia yang berkembang dewasa ini.
Salah satu hal paling menarik dari program pertemuan ini adalah kesempatan untuk memperluas persahabatan dengan pemuda dari berbagai belahan dunia.

“Jejaring internasional yang kuat akan sangat membantu pengembangan diri dan persatuan pemuda di masa mendatang. Program pertemuan ini akan menjadikan peserta sebagai warga dunia (citizens of the world) yang berkontribusi pada masyarakat international dengan kekuatan yang dimilikinya di mana pun mereka berada,” imbuh Budi.

Pertemuan ini, juga merupakan proses pembelajaran dan transformasi atau pemindahan kreativitas maupun budaya para pemuda dari satu negara ke nagara yang lain. Karena para pemuda dapat memiliki pengetahuan tentang berbagai bidang yang bertujuan untuk pengembangan SDM, pengetahuan sumber-sumber budaya, bahasa, tradisi, adat istiadat, kultur dan lain sebagainya.

“Dari saling mengenal akan berkembang menjadi saling memahami. Memahami potensi masing-masing negara, masing-masing kekurangan dan kelebihannya. Sehingga terlahir sebuah kebersamaan, saling membantu, saling meringankan, sehingga sekembalinya nanti ke negara asal dapat terjalin dalam satu frame perjuangan perdamaian dunia.
Sesuai dengan tema, tujuan utama dari program ini adalah pemberdayaan pemuda . Mulai dari sikap yang akan dibawa ke masyarakat, sampai ke pola pikir cara mengatasi masalah atas apa yang terjadi di masyarakat. Peserta dapat mendukung perjuangan untuk kemajuan pendidikan, budaya dan peradaban di negara mereka.

Acara yang digagas oleh Union of NGOs of the Islamic World (UNIW) ini sendiri diikuti oleh 100 Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa dari Turki, Albania, Macedonia, Irak, Palestina, Yordania, Mesir, Kuwait, Qatar, Sudan, Pakistan, Malaysia, Australia, Burkina Faso, Canada, Libanon serta negara-negara Eropa dan Afrika. Serta Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Peserta akan diperkenalkan dengan berbagai keanekaragaman yang dimiliki Indonesia. Selain melakukan tukar gagasan dalam bentuk diskusi peserta juga dijadwalkan melakukan audiensi dengan Walikota Depok, Menegpora, Mensos, Menteri Pertanian, Ketua DPR, Gubernur DKI, dan Gubernur Jawa Barat.


READ MORE >>

Bingkai Kehidupan

"Save Palestine" Demonstration in Semarang

"Save Palestine" Demonstration in Semarang
Semarang, 21 Maret 2010

Mars PKS

Mars Partai Keadilan SEJAHTERA - Watch more Videos at Vodpod.

Harapan Masih Ada

Aktifitas Aleg DPRD Kota Semarang


Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur

Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur
Evendi Sunarko, SPd dan Sutopo, SE

Sekretariat DPC

Dewan Pengurus Cabang
Partai Keadilan Sejahtera
Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Jl. Menoreh Utara I/7 Semarang-Jawa Tengah
Telp (024)8501042

Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team