SuaraMerdeka- Calon wali kota Harini Krisniati mendekat kepada kaum ibu yang menjadi penyangga ekonomi keluarga. Dalam kunjungannya di Pasar Mijen dan Pasar Gunungpati, dia memberi perhatian kepada sejumlah ibu pedagang tempe.
Ia menyapa dan berdialog dengan mereka sebagai bentuk simpati atas kegigihan dalam menjalani hidup. Salah satu pedagang tempe, Musrifatun misalnya. Ia telah menjalani usaha tersebut lebih dari 20 tahun. Bersama suaminya, setiap hari ia membuat tempe kedelai dan dijualnya sendiri di pasar.
’’Sekali membuat 1 kuintal kedelai, bisa langsung habis. Namun adakalanya habis dalam dua hari,’’ katanya sambil menata tempe yang baru setengah jadi.
Ia pun menjelaskan, untuk usaha tempenya sekali produksi membutuhkan dana kurang lebih Rp 600 ribu. Kepada Musrifatun, Harini menyampaikan, selama ini ia memang menggemari makanan tempe. Makanan khas indonesia itu serasa sudah menyatu dengan lidahnya. ’’Memang saya suka tempe, makanya saya tertarik berlama-lama ngobrol dengan ibu,’’ ungkap Harini.
Obrolan selanjutnya melebar ke Pilwalkot. Meski seorang pedagang tempe, menurut Harini, keinginan mereka mengenai kemajuan kota perlu didengar. Kesempatan itu tidak disia-siakan Musrifatun. Ia mengadu saat ini pasar semakin sepi pembeli. ’’Untuk modal usaha sih saat ini belum memerlukan bantuan, sudah cukup. Cuma pembeli ini kok sepi. Cari uang jadi susah,’’ katanya.
Kepada pedagang, Harini berjanji akan melakukan perubahan. ’’Semarang harus berdaya dan berkarya,’’ tandasnya.
dari : Suaramerdeka.com
Senin, 15 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “Harini Motivasi Pedagang Tempe”
Posting Komentar