Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Rabu, 16 Desember 2009

Pembahasan APBD 2010

Belanja Lebih Besar dari Pendapatan

BALAI KOTA (Suaramerdekanews)- Setelah menyelesaikan pembahasan APBD Perubahan 2009, kini DPRD mengejar pembahasan program lain yang masih tertinggal. Rabu (16/12), Badan Anggaran DPRD Kota Semarang mengkaji dan mengkritisi paparan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PKS, Ari Purbono mengatakan, bila membicarakan rencana belanja, maka perlu juga membandingkan kemampuan keuangan yang ada.

Untuk mengetahui kemampuan tersebut, bisa dilihat dari data pendapatan yang ada. Ari meminta pendapatan asli daerah (PAD) perlu dijabarkan secara detil, misalnya sektor-sektor pajak yang memberi kontribusi besar bisa disebutkan.
’’Kalau pendapatannya Rp 1,3 triliun dan belanjanya Rp 1,6 triliun, apa kita harus selalu tergantung dana Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran),’’ katanya.

Ari juga meminta Pemkot untuk menjelaskan penetapan rencana pendapatan yang harus dibukukan Pemkot pada 2010. Pada KUA PPAS disebutkan pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot sebesar Rp 284 miliar.

Bila membandingkan dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), disebutkan rencana PAD Kota Semarang sebesar Rp 291 miliar. Sesuai Perda No 8/2008, ketika membahas arah kebijakan umum keuangan daerah sudah semestinya RPJMD dijadikan pedoman.

’’Dalam KUA PPAS ini kok kemudian malah turun. Padahal jabatan Wali Kota Sukawi Sutarip sudah hampir habis. Karena itu kami meminta Pemkot bisa menjabarkan dulu soal pendapatan yang ada, belum bicara soal belanja,’’ katanya.
Kinerja Sementara itu anggota Badan Anggaran dari Fraksi PAN, Wakhid Nurmiyanto menambahkan, penetapan alokasi anggaran pada APBD adalah berbasis kinerja, bukan pada pagu anggaran. Karena itu Pemkot harus bisa memahami prinsip tersebut. ’’Dengan prinsip ini maka dana yang teranggarkan bisa efektif dan optimal,’’ tandasnya.

Plt Sekda Harini Krisniati mengatakan, Pemkot mengupayakan peningkatan PAD melalui program peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Selain itu juga optimlasasi kinerja BUMD.

Kepala DPKAD Kota Semarang, Suseno menjelaskan, rencana penerimaan pajak daerah pada 2010 sebesar Rp 155 miliar, meningkat Rp 11 miliar dibanding PAD 2009. Sedangkan penerimaan retribusi daerah naik dari Rp 70 miliar (2009) menjadi Rp 75 miliar (2010).

Sementara pendapatan dari Perusda Percetakan Rp 140 juta, BPR Bank Pasar Rp 166 juta, dan RPH Rp 31 juta. Untuk PDAM dan BPR BKK Semarang Tengah belum memberi kontribusi penerimaan. (H22,H54-18)

Comments :

0 komentar to “Pembahasan APBD 2010”

Posting Komentar


Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team