Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juni 2010

Israel Membebaskan Gaza Dari Pengepungan

Eramuslim.com Israel menghentikan pengepungan terhadap Gaza setelah melakukan serangan yang mengakibatkan jatuhnya korban para aktivis kemanusiaan yang akan memberikan bantuan ke Gaza.

Sebuah rencana telah disetujui untuk mengurangi blokade di Jalur Gaza, akibat adanya tekanan internasional terhadap Israel.

Kabinet Israel pada hari Kamis menyetujui rencana untuk mengurangi blokade terhadap Jalur Gaza setelah tekanan internasional. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merilis beberapa rincian tentang pengurangan blokade yang sudah berlangsung selama tiga tahun.

Serangan 31 Mei di mana Israel menyerbu sebuah konvoi enam-kapal di perairan internasional yang membawa barang-barang bantuan kemanusiaan dan aktivis yang menuju Gaza menewaskan sembilan warga sipil Turki, melukai sedikitnya 30 orang lainnya.

Berdasarkan kebijakan itu, Israel akan "membebaskan kiriman barang untuk keperluan warga sipil yang memasuki Gaza, dan memperluas masuknya bahan untuk proyek-proyek sipil yang berada di bawah pengawasan internasional," ujar seorang pejabat yang berada di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Namun, pengumuman tersebut tidak menentukan bagaimana prosedur untuk impor barang komersial, dan daftar produk-produk tertentu, serta hanya mengatakan bahwa para menteri kabinet akan memutuskan dalam beberapa hari mendatang, bagaimana menerapkan kebijakan baru, ujar seoran pejabat di kantor Perdana Menteri.

Pengepungan Gaza telah mencegah rencana pembangunan kembali Gaza setelah agresi militer yang dahsyat terhadap Gaza oleh Israel tahun lalu.

Tidak disebutkan dalam laporan tentang perubahan dalam aspek-aspek lain dari blokade yang menghancurkan kehidupan rakyat Gaza, termasuk seperti larangan import dan ekspor atau membuat bahan baku yang digunakan dalam produksi industri. Blokade laut Israel akan tetap berlaku.

Pernyataan itu mencatat bahwa Israel akan "melanjutkan prosedur keamanan yang ada untuk mencegah masuknya senjata dan bahan-bahan peralatan lainnya yang dapat digunakan untuk perang."

Mengomentari pengumuman Israel, jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan, beberapa barang yang sekarang akan diizinkan dalam adalah "sepele dan sekunder". Tindakan Israel yang melunakkan blokade itu hanyalah kedok, yang sesungguhnya ingin membohongi dunia internasional atas kejahatan yang telah dilakukannya terhadap rakyat Gaza.

Apa yang dibutuhkan adalah membiarkan barang-barang masuk secara bebas, dan menghentikan blokade. Orang harus bebas keluar dan masuk. Gaza sangat membutuhkan material untuk pembangunan, yang harus diperbolehkan masuk tanpa pembatasan," katanya.

Di Tepi Barat, pemimpin Palestina Saeb Erekat mengatakan, blokade tersebut harus berakhir sama sekali. "Pengepungan adalah hukuman kolektif dan harus diangkat", ucap Erekat

Di tengah kritik internasional yang keras atas serangan angkatan laut Israel terhadap misi kemanusiaan yang dipimpin lembaga kemanusiaan dari Turki-IHH, akhirnya juga memaksa Mesir membuka perbatasannya di Rafah yang menghubungkan dengan Gaza - pintu gerbang utama bagi beberapa warga keluar dan masuk dari wilayah yang sangat padat di dunia.

Tapi kebanyakan warga Gaza tetap terbatas yang dibolehkan keluar dari Gaza, karena pejabat Mesir mengatakan mereka telah mengizinkan 10.000 orang dengan izin perjalanan khusus, seperti mahasiswa dan orang-orang dengan paspor asing.

Hari Minggu, Komite Palang Merah Internasional, mengakatan bahwa blokade melanggar Konvensi Jenewa dan menyerukan untuk menghentikan bolkade itu. "Seluruh penduduk sipil Gaza sedang dihukum, karena tindakan Israel yang tidak bertanggung jawab, dan mereka menanggung penderitaan".

Pemimpin Liga Arab Amr Moussa mengunjungi Jalur Gaza pada hari Minggu, dan ini merupakan pejabat Arab tertinggi yang melakukan kunjungan sejak 2007, dan juga menyerukan diakhirinya blokade Israel di wilayah Palestina.

Turki menuntut panel independen internasional tentang serangan bantuan di perairan internasional, menolak penyelidikan internal Israel. (m/wb)

READ MORE >>

Senin, 07 Juni 2010

Flotilla Yahudi Siap Meluncur Dari Jerman Ke Gaza

BERLIN (Berita SuaraMedia) – Organisasi Yahudi Jerman, Suara Yahudi untuk Perdamaian di Timur Tengah, sedang mempersiapkan flotilla Yahudi ke Jalur Gaza. "Kami berniat untuk berangkat sekitar bulan Juli," ujar seorang anggota organisasi, Kate Leitrer. "Sejauh ini kami memiliki satu kapal kecil yang akan mengangkut antara 12 hingga 16 orang, kebanyakan Yahudi."

Leitrer, seorang Yahudi, mengatakan ada rasa ketertarikan yang besar untuk bergabung. "Mendapatkan kapal lain berarti pengeluaran tambahan dan kami sedang membahas kemungkinan ini," ujarnya. "Karena ruang yang terbatas, akan ada perlengkapan sekolah, permen, dan peralatan musik, dan akan ada sejumlah musisi yang ikut serta yang akan mengajar anak-anak Gaza. Mereka perlu melihat bahwa kaum Yahudi tidaklah seperti yang tergambar di mata mereka."

Leitrer juga mengklaim bahwa Israel melakukan kejahatan dalam serangan mematikannya terhadap flotilla Gaza pada hari Senin pekan lalu.

"Kepala UNRRA (administrasi bantuan dan rehabilitasi PBB) meminta kepada dunia untuk mengirimkan kapal akibat krisis pasokan penting di Gaza," ujarnya. "Dengan menghentikan flotilla, Israel melakukan kejahatan. Israel tidak boleh bertindak seperti perompak."

Para aktivis ketakutan, ujarnya, tapi bukan pada Hamas.

"Orang Yahudi sudah pernah ke Gaza, dan mereka diperlakukan dengan ramah," ujar Leitrer. "Kami juga pernah dengan berbicara dengan mereka baru-baru ini dan mereka sangat senang kami akan datang. Kami takut akan apa yang terjadi pada Marmara, tapi jika kita berkomitmen untuk melakukan hal yang baik, kita harus bertindak. Orang-orang juga banyak yang terbunuh ketika melawan fasisme."

Dia menepis tudingan Israel bahwa senjata mungkin akan diselundupkan ke Gaza dengan kapal-kapal bantuan itu.

"Kami tidak mendengar adanya senjata di flotilla terakhir dan orang-orang ditembak dan dibunuh di sana," ujarnya. "Kami telah menghubungi tokoh-tokoh Israel dan memberitahu mereka bahwa mereka diterima untuk melakukan penggeledahan di atas kapal. Ini adalah perairan Gaza dan Israel tidak boleh mengendalikannya."

Edith Lutz, seorang anggota Yahudi Jerman dari organisasi itu, mengatakan bahwa kapal mereka sudah berlabuh di perairan Mediterania dan bahwa organisasinya telah menerima banyak permintaan dari orang Yahudi maupun non-Yahudi untuk ikut serta dalam flotilla itu.

"Kami memulai di Jerman," ujarnya. "Tapi banyak yang menghubungi kami dari Inggris, Swedia, dan AS. Mungkin akan ada kapal lain yang menemani kami, terutama yang membawa para wartawan."

Lutz menjelaskan bahwa flotilla Yahudi bertujuan untuk menyampaikan sebuah pesan: Cabut blokade.

"Kapal kami bisa membuka jendela antara Israel dan penduduk Gaza," ujarnya. "Dua tahun lalu saya ambil bagian dalam flotilla Free Gaza dan memakai Bintang David (simbol orang Yahudi) dan anak-anak berkata, ‘Lihat, dia Yahudi,’ dan mereka semua menerima saya dengan sangat baik. Ketika kami bertemu dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dan mereka memberitahu dia tentang saya, dia menoleh ke saya dan mengatakan bahwa mereka tidak membenci orang Yahudi atau Israel, hanya melawan pendudukan." (rin/yn) www.suaramedia.com

READ MORE >>

Janganlah Bersedih, Keberhasilanmu Lebih dari Yang Dibayangkan

Abdul Bari Uthwan

Bisa dipastikan, Benyamin Netanyahu, perdana menteri Israel dan konco-konconya dari ultra kanan radikal tidak pernah menyangka, reaksi rakyat Palestina, ummat Islam, Arab dan masyarakat dunia begitu besar akibat peristiwa pembantaian tentara Zionis terhadap kapal kebebasan di Laut Tengah yang mengakibatkan, 20 an meninggal syahid serta puluhan lainya luka-luka.

Betul memang kita mengalami kerugian dengan meninggalnya 20 syuhada, kebanyakan dari warga Turki. Akan tetap yang kita dapatkan adalah 70 juta rakyat Turki jadi berpihak pada Palestina yang merupakan pusat masalah Palestina. Mereka bersatu pada dalam menghadapi Israel.

Darah Turki yang tumpah bersama rekanya dari Al-Jazair dan Palestina serta lebih dari 50 negara di dunia termasuk Indonesia menyamai ledakan dakhsyat bagi kebangkitan kaum muslimin dan dunia untuk menghabisi Zionis.

Pembantaian yang dilakukan pemerintah Israel di daratan wilayah Gaza ataupun di lautnya berupa penolakan mereka terhadap kapal bantuan kemanusiaan, menyamai upaya puluhan tahhun serta ratusan milyar dollar yang mungkin bisa diberikan negara-negara Arab dan Islam untuk membongkar kejahatan dan arogansi Israel di muka internasional.

Lebih-lebih pengorbanan yang dilakukan penumpang kapal yang telah memutuskan untuk menembus blockade Zionis terhadap warga Gaza yang sedang kelaparan, relawan sipil yang berani menantang kezaliman Israel dengan membawa kotak-kotak obata atau berkarung-karung semen serta menolak tunduk pada pembajakan Israel untuk kembali ke tempat dimana mereka berangkat, telah menorehkan sejarah mu’jizat yang belum tentu dapat dilakukan tentara Arab melalui milyaran dollar yang digelontorkan untuk melatih mereka atau mempersenjatainya.

Armada kebebasan ini merupakan anugrah dari Allah untuk memenangkan kaum muslimin yang terblokade di Gaza. Sebaliknya merupakan tamparan yang keras terhadap Israel dan koleganya.

Dengan serangan Israel ke armada ini dapat dihasilkan sejumlah keberuntungan bagi masalah Palestina, yang belum tentu dapat dihasilkan oleh gerakan-gerakan lainya yaitu,

Pertama, terbongkarnya keterlibatan pihak-pihak resmi Arab dalam blockade Gaza serta membungkam public opini dan penyesatan realitas. Disamping mengembalikan masalah Palestina pada proporsinya, bukan hanya blockade Gaza.

Kedua, munculnya reaksi dunia internasional terutama dari masyarakat sipil yang menolak penyerangan Zionis terhadap orang-orang sipil. Disamping mengisolasi sejumlah pemerintahan Arab yang masih berkubang dalam perjanjian damai dengan Israel. Selama ini mereka tidak terlalu peduli dengan penderitaan rakyat yang terblokade juga para syuhada yang telah mempersembahkan nyawanya agar dunia peduli kepada penderitaan rakyat Palestina. Mesir dan Jordania, misalnya hanya mampu memanggil dubes Israel di Amman. Sementara Kairo hanya memprotes tindakan Zionis tersebut. Hal yang sama dilakukan Swedia, Norwegia dan Sapnyol.

Ketiga, untuk pertama kalinya semangat rekonsiliasi semakin dekat. Pemerintah Ramallah dalam hal telah mengecam pembantaian Zionis tersebut. Bahkan ia mengumumkan untuk berkabung selama tiga hari. Pemerintah Ramallah yang diwakili Mahmud Abbas meminta Liga Arab dan Dewan keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat. Dengan kenyataan ini, berarti rekonsiliasi akan segera terwujud di bumi perlawanan, bukan di bumi negosiasi atau perundingan sia-sia.

Keempat, terpuruknya pembantaian Zionis menyeret mereka pada kasus pembajakan. Walau beda antara pembajakan yang dilakukan oleh satu kelompok orang dengan pembajakan yang dilakukan negara. Dengan demikian negara yang melakukan pembajakan, tidak mewakili sebagai negara demokratis di dunia. Sementara nilai kebudayaan bangsa barat dan bangsa lainya akan berupaya menyeret pelaku pembajakan ini sebagai penjahat internasional. Terutama, Ehud Barak sebagai perancang serangan dan Netanyahu yang menyetujui pembantaian itu terjadi. Keduanya harus diajukan ke mahkamah internasional sebagai penjahat perang.

Kelima, operasi berdarah ini justru mempercepat penyelamatan terhadap Iran dan presiden Ahmadi Nejad. Tampak bagi dunia bahwa Israel adalah satu-satunya negara yang mengancam perdamaian bukannya Iran. Israel telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Keenam, tersingkapnya reaksi pemeirntah Amerika dan Inggris yang sangat memalukan bagaikan aib menerpa di wajahnya. Ini sebuah ancaman bagi serdadu kedua negara tersebut di Irak dan Afganistan, karena keberpihakanya pada pembantaian Zionis ini. pemerintah Inggris berkomitmen untuk tetap diam. Sementara presiden Obama hanya menyayangkan jatuhnya korban. Ia menyatakan akan menyelidiki kasus ini.

Ketujuh, para relawan yang berada di kapal Marmarah, Turki yang yang terdiri dari sejumlah aleg dan politisi serta organisasi kemanusiaan menampakan keberanianya yang layak mendapatkan ucapan selamat. Ketika mereka menolak menyerah pada pasukan Komandoz Israel yang menyerang kapalnya. Dengan keberanianya mereka mengusir para serdadu itu. Mereka justru encari mati syahid.

Pelajaran yang kita ambil dari peristiwa ini adalah, kemauan yang tinggi lebih kuat daripada senjata modern canggih sekalipun. Perlawanan dengan segala bentuknya cukup untuk menghadapi kesombongan Israel yang tidak pernah menghormati piagam, undang-undang internasional. Perlawanan adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan yang diharapkan seperti kebebasan dan perlawanan.

Kelompok mujahid ini percaya akan nilai-nilai keadilan untuk menolong orang-orang yang lemah dan terblokade kelaparan. Mereka telah mempersembahkan bentuk perlawanan pada dunia seisinya tentang sebuah cita-cita untuk membebaskan satu bangsa, walau tantangan sulit menghadang serta ancaman dan tindak terorisme.

Pembantaian berdarah yang dilakukan Israel justru menorehkan sejarah akan mulai gugurnya system rasis Israel. Disamping telah menorehkan sejarah bagi bangkitnya kekuatan rakyat dan bangsa Arab serta Islam. Selain itu, peristiwa ini memunculkan bibit persatuan diantara rakyat semuanya dalam masalah keadilan dan kebenaran.

Maka kita ucapkan banyak terima kasih rakyat Turki berikut pemerintahnya pimpinan Recep Tayep Erdigan serta Presideny, Abdullah Gaol yang telah mengawal armada kapal ini serta dukungannya yang penuh terhadap kapal ini. Tindakan tersebut sebagai langkah yang belum pernah dilakukan oleh sejumlah negara Arab atau negara-negara besar secara khusus.

Terakhir, tak mungkin kita melupakan jasa-jasa dari Syaikh Raed Shalah dan Matran Akbuji serta semua pejabat dalam kapal tersebut yang menghadang peluru Israel dengan dada-dada mereka. Tidak ada yang menakutkan mereka baik pesawat-pesawat tempur Israel, bom, peluru tajam. Mereka adalah ikon kemanusiaan selain ikon ummat Islam. Semoga mereka menjadi laut kecil yang dapat mengantarkan perjalanan demi perjalan untuk menuju kebabasan.

Sementara itu, rakyat Gaza dengan segala pengorbananya dengan menjadikan diri mereka sebagai bom-bom manusia telah membuat seharah baru, menembus terowongan-terowongan demi menghancurkan blockade hingga mencapai permukiman Zionis dan pangkalan-pangkalan militer Zionis. Mereka yang berdiri di pinggir pantai untuk menyambut kedatangan kapal armada kebebasan akan bertambah kepercayaan mereka terhadap keadilan dalam masalahnya yang bukan hanya membebaskan blockade, tetapi juga hak kembali mereka ke Yava, Mujdal, Bithani, Akka, Falujah, Al-Quds dan setiap wilayah Palestina. Mereka akan paham, bahwa mereka tidak sendirian. Mimpi mereka akan segera terwujud untuk dapat merdeka, bebas dari penjajahan. (asy)

READ MORE >>

Erdogan: Gaza adalah Masalah Historis, Kami Akan Terus Membebaskan

Istanbul – Infopalestina: PM Turki Receb Tayyib Erdogan menegaskan negaranya akan terus bergerak sampai entitas Zionis Israel mencabut blokadenya terhadap Jalur Gaza. Dia mengecam keras penjajah Zionis Israel atas pembantaian yang dilakukannya terhadap para aktivis kemanusiaan di atas kapal armada kebebasa yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Hingga mengakibatkan puluhan aktivis gugur dan terluka.

Hal tersebut disampaikan Erdogan dalam sebuah pidato di kota Borsa di barat laut Turki, Ahad (6/6). Dia mengatakan, “Gaza bagi kami adalah persoalan histories. Kami akan menghadapi siapa saja yang memaksa penduduknya hidup dalam penjara di udara yang bebas.”

Dia menambahkan, “Kami akan gigih melakukan ini sampai blokade dicabut atas Jalur Gaza, pembantaian dihentikan dan pengakuan adanya terorisme negara di timur tengah.”

Erdogan menjelaskan bahwa dirinya Sabtu lalu telah melakukan komunikasi telepon dengan Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan membahas soal pembenetukan tim investigasi atas pembantaian yang dilakukan Zionis Israel di atas kapam Mavi Marmara. Dia menambahkan, “Kerja tim ini akan menjadi sangat penting bagi kami.” (asw)

READ MORE >>

Sabtu, 22 Mei 2010

Presiden Brazil : Siapa Bilang Iran Adalah Masalah Bagi Amerika?'

BRASILIA (Berita SuaraMedia) - Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva mengecam Amerika Serikat, menantang pendekatan otot mereka terhadap Iran yang mengesampingkan usaha diplomatis yang ia buat minggu ini untuk menyelesaikan pertikaian.

Kolumnis surat kabar "Katakan ini bukan urusan Brazil untuk menjadi penengah dengan Iran. Tapi siapa bilang ini urusan bagi Amerika Serikat?" dia bertanya setelah kembali dari tur luar negeri yang meliputi Teheran.

"Kenyataan senyatanya adalah, Iran dikenalkan seolah-olah sebagai setannya, bahwa mereka tidak mau duduk" untuk bernegosiasi.

Sebaliknya, ujar Lula, "Iran memutuskan untuk duduk di meja negosiasi. Mereka ingin melihat kalau pihak lain akan bertindak sejalan dengan apa yang telah mereka lakukan."

"Ada orang-orang yang tidak tahu bagaimana bersikap politik tanpa memiliki musuh," ujar Lula, merujuk pada pemerintahan Amerika Serikat.

Catatan bagi reporter di Brasilia muncul tiga hari setelah Lula dan Perdana Mentri Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Teheran untuk mengamankan kesepakatan yang dimaksudkan untuk mencegah persetujuan PBB yang didorong Amerika Serikat.

Awalnya dipuji sebagai pukulan utama diplomatis, kesepakatan yang jatuh ke tepi jalan ketika Amerika Serikat mengajukan resolusi PBB meminta ronde persetujuan baru terhadap Iran, yang mengatakan bahwa persetujuan Teheran tidak cukup.

Brazil dan Turki, dua anggota non-parlemen Dewan Keamanan PBB yang paling menentang resolusi tersebut, segera mengirimkan surat meminta resolusi dibatalkan dan kesepakatan mereka dipertimbangkan.

Lula mengatakan dia percaya kontribusinya menaikkan semangat multilateralisme.

"Kami pergi ke Iran dan kami berhasil, setelah pertemuan selama 18 jam …. Untuk membuat Iran melakukan apa yang diminta Dewan Keamanan PBB selama enam bulan terakhir ini," ujarnya.

Dia juga menekankan kasus guru Perancis muda, Clotilde Reiss, yang dituduh menjadi mata-mata Perancis oleh Iran, yang dikeluarkan untuk kembali ke rumah selama kunjungannya ke Teheran, walaupun dia dengan singkat mengatakan bahwa itu adalah keping tawar-menawar dalam negosiasi yang disepakati.

"Kami berbincang selama empat jam dan setengah bulan untuk membebaskannya. Tak seorangpun tahu, kecuali kami," ujar Lula.

Menurut koran Amerika, Los Angeles Times, jika kesepakatan itu berhasil, itu akan menjadi batu landasan lain dari kebangkitan politik Brazil dan Turki. Kedua negara itu adalah kekuatan regional dan global yang mengalami pertumbuhan cepat dan berusaha mengeraskan posisi mereka dengan kemenangan-kemenangan diplomatik.

Kantor berita New York Times memiliki pendapat yang sama. Menurut koran Amerika ini, kesepakatan itu bisa menegaskan status Brazil dan Turki sebagai kekuatan dunia. Negara Muslim itu saat ini berusaha menjadi aktor politik utama di Timur Tengah.

New York Times mengangkat ketidakpercayaan yang masih dimiliki oleh analis-analis Barattentang maksud sebenarnya dari Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Menurut seorang diplomat yang dikutip oleh koran tersebut, 1200 kg uranium diperkaya rendah yang dijanjikan Iran akan dikirim ke Turki mewakili separuh lebih dari persediaan mineral di negara itu.

Sementara itu, Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates mengatakan hari Kamis lalu bahwa persetujuan PBB yang baru ini akan menggarisbawahi isolasi Iran.

Sementara resolusi PBB sebelumnya gagal untuk mengubah kebijakan Teheran, "Roda gigi apa yang akan dilakukan negara lain menggunakan resolusi sebagai dasar jelas memiliki potensi untuk mengubah perilaku."

"Jika resolusi itu tidak memiliki pengaruh di Iran, tidak jelas bagi saya kenapa orang-orang Iran telah membuat -- sedang membuat dan sedang membuat usaha luar biasa semacam itu untuk mencegah ini terjadi," ujar Gates.

"Jika ini tidak relevan sejauh yang mereka perhatikan, saya tidak berpikir Anda melihat mereka meluaskan diplomatik semacam itu dan bentuk energi lain untuk mencoba dan mencegah bagiannya."

Ronde keempat persetujuan itu akan meliputi pengukuran terhadap sektor perbankan Iran, berdasarkan pihak resmi Amerika Serikat di New York.

Gates mengatakan "resolusi itu menyediakan bentuk legal baru yang memungkinkan negara individu dan organisasi, misalnya Uni Eropa, untuk mengambil langkah signifikan yang lebih ketat terhadap mereka sendiri yang berlansung, jauh melewati apa yang diminta resolusi PBB ke dalam dan bagi itu sendiri."

Perancis mengharapkan mayoritas 15 anggota Dewan Keamanan untuk mendukung resolusi, ujar diplomat. (raz/meo) www.suaramedia.com


READ MORE >>

Selasa, 18 Mei 2010

Kolumnis Israel: Blokade Gagal Jatuhkan Pemerintah Hamas

Jerusalem – Infopalestina: Kolumnis terkenal Israel Danny Robinstain mengakui bahwa blockade Israel terhadap Jalur Gaza gagal dalam mewujudkan targetnya yakni menjatuhkan pemerintah Hamas di sana dan mengembalikan otoritas Palestina pimpinan Mahmud Abbas presiden demisioner.

Dalam artikel panjangnya di harian Yediot Aharonot kemarin Senin (17/5), sudah jelas bahwa sejak awal tidak mungkin menghabisi pemerintah Hamas di Jalur Gaza dengan menggunakan kekuatan militer. Sebab militer Israel tidak mungkin menjajah Jalur Gaza kembali. Militer Israel berusaha merebut kekuasaan Hamas dan menyerahkannya kepada Mahmud Abbas yang menunggang tank Israel. Karenanya, Israel menggunakan cara memblokade Jalur Gaza sebagai solusi satu-satunya untuk mengakhiri pemerintah Palestina bentukan Hamas dan mengembalikan Abu Mazen (Mahmud Abbas) ke Jalur Gaza.

Robinstain menegaskan, targer satu-satunya di balik usaha perbaikan situasi di Tepi Barat oleh Israel dan barat adalah ingin memberikan gambaran dan pemahaman kepada warga di Jalur Gaza bahwa keberadaan warga Palestina di bawah Abu Mazen akan mendapatkan manfaat ekonomi. Sehingga warga Jalur Gaza akan terdorong melakukan revolusi kepada pemerintah Hamas dan menjatuhkannya dengan paksa.

Kolumnis Israel ini mengakui bahwa adalah tindakan berlebihan dalam media Israel ketika berbicara soal hancurnya ekonomi Hamas di Jalur Gaza. “Sudah jelas bagi semua pihak bahwa blockade Jalur Gaza secara ekonomi saja masih jauh bisa mewujudkan targetnya untuk menjatuhkan Hamas,” Robinstain mengakhiri tulisannya. (bn-bsyr)

READ MORE >>

Perlawanan Palestina Gagalkan Upaya Infiltrasi Israel di Utara Gaza

Gaza – Infopalestina: Kelompok peralwanan Palestina berhasil menggagalkan upaya pasukan Israel menginfiltrasi wilayah utara Jalur Gaza pagi ini Selasa (18/5).

Battalion Mujahidin dan Batalion Nashir Shalahuddin dalam salinan pernyataannya menegaskan, sekelompok pasukan gabungan perlawanan menghadang pasukan khusus Israel yang berusaha mengilfiltrasi ke wilayah yang pernah dijajah Israel Douget utara Jalur Gaza.

Kedua kelompok pasukan perlawanan Palestina mengatakan, mereka berhasil meledakkan bom terhadap pasukan Israel yang menyerang dan terlibat baku tembak dengan mereka selama 10 menit. Akibatnya, pasukan Israel segera menarik diri dari wilayah itu. Mereka menegaskan bahwa kelompok perlawanan berhasil melukai sejumlah pasukan Israel.

“Israel mengira mereka sudah mampu melumpuhkan perlawanan pasca perang ganas yang mereka gelar di Jalur Gaza. Namun secara meyakinkan perang terakhir Israel di Jalur Gaza justru semakin memperkuat militer perlawanan. Kelompok perlawanan Israel mengku memiliki pasukan yang kuat dan tahan banting yang tidak pernah mundur dalam menjaga perbatasan Jalur Gaza dan menyerang perlawanan.” Tegas mereka.

Mereka menegaskan, kelomopok perlawanan Palestina akan terus menghadang upaya apapun yang dilakukan Israel dalam menginfiltrasi Jalur Gaza dalam waktu yang tepat dengan izin Allah. (bn-bsyr)

READ MORE >>

Rabu, 12 Mei 2010

Mereka Memuji dan Mahmoud Abbas Berkata?

KNRP - Hitler mengatakan, “Beri aku seorang prajurit Palestina dan senjata Jerman, niscaya aku akan jadikan Eropa merayap dengan ujung jarinya”.

Raja Abdul Aziz Saudi Arabia mengatakan, “Palestina tidak membutuhkan pria, pria mereka itu orang yang tegar dan jujur. Palestina hanya perlu senjata.”

Henry Kissinger, mantan Menlu AS mengatakan, “Saya tidak dapat menemukan dalam hidup saya laki-laki paling tegar dari laki-laki Palestina.”

Pemimpin kharismatik Kuba Fidel Castro mengatakan, “Yahudi itu bodoh, karena mereka menduduki negara yang orangnya tak pernah bosan dan jenuh”.

Mantan Presdien AS Bill Clinton mengatakan, “Aku terkejut atas respon dan tantangan bangsa (Palestina) yang tertindas ini dalam buku sejarah.”

Saddam Hussein mengatakan, “Dalam setiap tetes darah orang Palestina itu akan lahir seorang pejuang.”

Raja Mesir Farouk mengatakan, “Setiap inci tanah Palestina akan melihat ketidakadilan manusia atas bangsa ini.”

Raja Arab Saudi Faisal mengatakan, “Palestina akan kembali dan Al-Quds akan kembali, dan orang-orangnya itu sebaik-baiknya laki-laki.”

Dan apa komentar Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, ia mengatakan, “Perlawanan telah menjadi sia-sia dan lebih banyak membahayakan daripada bermanfaat.”(milyas/berbagai sumber)


pks-gajahmungkur.blogspot.com


READ MORE >>

Jumat, 07 Mei 2010

Piala Dunia Tiruan, Upaya Gaza Ungkap “Penjara Raksasa” Israel


GAZA (Berita SuaraMedia) – Tawa riuh keluar dari mulut para penonton ketika bendera Amerika Serikat dilambaikan di dalam stadion sepak bola Kota Gaza, ketika tim AS menantang Serbia dalam ajang Piala Dunia tiruan.

Tim Amerika Serikat, yang sebagian besar terdiri dari para pekerja sosial dari kawasan Al-Maghazi yang dipenuhi para pekerja AS, dihadapkan dengan tim Serbia dari kawasan Az-Zeitoun di Kota Gaza, dan para penonton dibuat terheran-heran dengan semangat dan sorak-sorai saat bendera Amerika dikerek di atas tiang.

Suka cita dan dukungan untuk tim AS sebagian besar dikarenakan para pekerja kemanusiaan yang seluruhnya berasal dari kantor Program Pengembangan PBB (UNDP), yang mengorganisir dan mensponsori pertandingan tersebut. Direktur salah satu program UNDP di Gaza mengenakan kaos bernomor punggung 20.

UNDP bergabung bersama dengan Asosiasi Sepak Bola Palestina dan membuat 16 tim nasional yang berbeda-beda, mengajak para kontestan Palestina dari seluruh penjuru Jalur Gaza dan mengikutsertakan para pekerja sosial dari negara berbeda untuk bermain di bawah bendera negara masing-masing.

Sebelum pertandingan, para pemain mengatakan kepada kantor berita Ma’an bahwa pertandingan tersebut merupakan pesan kepada komunitas internasional bahwa rakyat Gaza ingin hidup damai bersama dengan seluruh dunia, bahwa yang mereka inginkan adalah sepak bola, bukan peperangan.

Rami Hamdan, yang juga bermain untuk tim Amerika, mengatakan bahwa meski ia merasa amat senang bisa bermain bersama para pekerja UNDP, rasa senangnya terhadap AS terhenti jika mengingat kebijakan luar negeri AS saat ini.

“Kami membedakan pemerintah dan rakyat AS, dan kami yakin rakyat Amerika berbeda dengan pemerintahan mereka,” katanya.

Ayman Muhy Ad-Din dari kantor berita Al-Jazeera, yang merekam pertandingan tersebut, tersenyum. “Rakyat Palestina selalu mampu menciptakan rasa senang semacam ini di tengah tragedi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pertandingan tersebut adalah peluang baik untuk membuka mata dunia mengenai penderitaan di Gaza.

“Media Barat punya peranan besar dalam memelintir gambaran kehidupan Palestina sebenarnya dan tidak berfokus pada sisi positif Palestina,” kata koresponden Al-Jazeera tersebut, ia berharap rekaman pertandingan “Piala Dunia” tersebut dapat ditayangkan dalam bahasa Arab dan Inggris di Al-Jazeera, dan dari Al-Jazeera ke ruang tamu-ruang tamu (pemirsa di) dunia Barat.

Ironi dari dukungan para penonton yang bertepuk tangan saat bendera AS dinaikkan tidak lepas dari pengamatan Ismail Matar, seorang anggota Asosiasi Sepak Bola Palestina.

“Menaikkan bendera Amerika di jantung Gaza, di stadion terbesar dan terbaik (Gaza) seharusnya menjadi pesan tersendiri bagi rakyat Amerika,” katanya, “pertandingan ini membawa pesan kepada AS dan dunia bahwa kami, rakyat Gaza, merindukan kebebasan dan perdamaian.”

“Piala Dunia” tersebut digelar untuk menarik perhatian terhadap blokade Israel yang membuat Jalur Gaza selayaknya “penjara raksasa” yang sudah berlangsung tiga tahun lamanya. Tim-tim yang berlaga memperebutkan trofi yang terbuat dari logam bekas sisa-sisa serbuan Israel di Gaza.

Patrick McGrann, pengorganisir pertandingan tersebut, mengatakan bahwa Piala Dunia Gaza diselenggarakan untuk menyoroti blokade tiga tahun yang menghalangi sebagian besar penduduk Jalur Gaza yang berjumlah 1,5 juta orang tersebut, termasuk para atlet, pergi ke luar.

Kompetisi sepanjang dua minggu tersebut diawali pada hari Minggu dengan dibuka oleh pertandingan antara tim Italia dan Palestina. Sebagian besar tim yang turut serta diberi nama seperti tim-tim raksasa sepak bola, seperti Brazil, Spanyol dan Perancis.

Tim-tim tersebut memiliki kontingen kecil orang asing dari negara-negara tersebut. Sebagian besar di antaranya berasal dari kalangan pekerja sosial yang bertugas di Jalur Gaza. (dn/mn/yn)

pks-gajahmungkur.blogspot.com
READ MORE >>

Kamis, 15 April 2010

Komite Parlemen Setujui Reformasi Konstitusi Turki

Komite Konstitusi Parlemen Turki menyetujui rancangan amandemen konstitusi yang diajukan pemerintah, setelah melakukan pembahasan sejak tanggal 8 April dibawah pimpinan Burhan Kuzu, anggota komite yang juga Deputi Partai Keadilan dan Pembangunan, partai yang kini berkuasa di Turki.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Turki, dalam waktu dua hari setelah disetujui oleh komite, rancangan amandemen itu harus segera diserahkan dan dibahas oleh seluruh anggota parlemen.

Pemerintah Turki dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Recep Tayyib Erdogan mengajukan rancangan amandemen itu pada tanggal 22 Maret lalu yang mengusulkan perubahan terhadap 23 pasal dalam konstitusi dan penghapusan pasal tambahan, pasal 15 yang terdapat dalam konstitusi Turki.

Amandemen itu juga membuka jalan untuk menyeret juru bicara parlemen, kepala staff dan para komandan senior angkatan bersenjata ke Pengadilan Tinggi jika mereka melakukan pelanggaran terkait jabatan yang mereka emban.

Rancangan amandemen itu juga mengusulkan perubahan struktur Mahkamah Konstitusi. Dalam rancangan amandemen disebutkan bahwa Mahkaman Konstitusi akan beranggotakan 17 orang, terdiri dari 11 anggota permanen dan empat anggota tambahan. Parlemen akan memilih tiga anggota secara tertutup, sedangkan Presiden akan memilih 10 anggota dari kandidat yang diajukan oleh sejumlah lembaga negara dan memilih menunjuk secara pribadi empat anggota sisanya.

Masa jabatan anggota Mahkamah Konsitusi dibatasi hanya 12 tahun dan anggotanya tidak bisa dipilih lagi untuk kedua kalinya. Warga negara Turki, diberi peluang untuk mencalonkan dirinya sendiri sebagai anggota Mahkamah Konsitusi.

Perubahan lainnya yang diusulkan dalam amandemen konstitusi Turki adalah, dicabutnya larangan melakukan aksi mogok massal, membolehkan setiap warga negara untuk menjadi anggota lebih dari satu organisasi perdagangan dan pegawai negeri serta pegawai publik lainnya berhak untuk mengajukan tawar-menawar secara kolektif

Berdasarkan rancangan amandemen konstitusi, pengadilan Turki akan melakukan audit keuangan partai-partai di Turki dan masih banyak lagi perubahan yang akan dilakukan, termasuk dalam bidang kemiliteran, jika rancangan amandemen itu disetujui dan disahkan parlemen Turki.

Rancangan amandemen konstitusi yang diajukan pemerintahan Erdogan menuai kritikan tajam dari kelompok oposisi yang menuding pemerintah ingin mengambil alih dan mempolitisasi lembaga kehakiman di Turki.

Pemerintahan Erdogan membantah tudingan itu dan mengatakan bahwa amandemen konstitusi bertujuan untuk membuat Turki menjadi lebih demokratis sejalan dengan harapan Uni Eropa, dimana Turki sedang memperjuangkan negaranya untuk diterima menjadi anggota Uni Eropa.

Rancangan amandemen itu membutuhkan 367 suara agar bisa disahkan. Jika suara dukungan hanya mencapai antara 330 dan 366 suara, maka pemerintah harus melakukan referendum dan jika perolehan suara dibawah 333 makan amandemen itu akan ditolak.

Peluang amandemen ini disetujui parlemen cukup besar, karena Partai Keadilan dan Pembangunan yang juga partai tempat Erdogan bernaung, memiliki 336 kursi di parlemen. Namun juru bicara parlemen tidak boleh ikut memberikan suaranya, sehingg potensi dukungan hanya berjumlah 335 suara.

Partai-partai oposisi seperti Partai Rakyat Republik (CHP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) sudah menyatakan tidak akan mendukung amandemen itu. (ln/wb)





READ MORE >>

Bingkai Kehidupan

"Save Palestine" Demonstration in Semarang

"Save Palestine" Demonstration in Semarang
Semarang, 21 Maret 2010

Mars PKS

Mars Partai Keadilan SEJAHTERA - Watch more Videos at Vodpod.

Harapan Masih Ada

Aktifitas Aleg DPRD Kota Semarang


Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur

Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur
Evendi Sunarko, SPd dan Sutopo, SE

Sekretariat DPC

Dewan Pengurus Cabang
Partai Keadilan Sejahtera
Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Jl. Menoreh Utara I/7 Semarang-Jawa Tengah
Telp (024)8501042

Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team