SEMARANG- Persoalan pemukiman layak menjadi perhatian pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Harini Krisniati dan Ari Purbono. Sebagai figur yang sebelumnya aktif di birokrasi pemerintahan dan DPRD, maka pasangan calon itu memahami problem masyarakat yang hingga kini belum terselesaikan.
’’Pemkot sudah menggalakkan program PNPM Mandiri bidang perumahan dan pemukiman sejak tahun 2009. Kami akan terus melanjutkan program ini di masa mendatang,’’ kata Harini.
Baru-baru ini Harini-Ari bersilaturahim dengan masyarakat Kemijen, Semarang Timur. Sepanjang jalan kampung yang dilalui Harini-Ari nampak rumah-rumah berdinding papan serta berlantai tanah. Nampak sekali rumah-rumah yang jauh dari standar kelayakan.
Sugiyanto, salah seorang warga menyampaikan, memang kondisi perumahan di wilayahnya memang kurang layak. ”Tapi bagaimana, memang kemampuan kami memiliki rumah seperti itu,” katanya.
Disebutkan, umumnya pekerjaan warga kampung sebagai buruh. Kekurangan fasilitas pemukiman, seperti pembuangan dan pengairan hendaknya bisa mendapat bantuan Pemkot.
Prihatin
Melihat kondisi demikian, Harini merasa prihatin. Kota Semarang saat ini tercatat memiliki 386.736 rumah.
Dari sejumlah itu sebanyak 7, 69% masih berlantaikan tanah, sebanyak 0,12% masih berdinding bambu dan sebanyak 3,0% belum memiliki tempat buang air besar.
’’Memang lantai tanah dan dinding bambu bukan parameter utama, tapi setidaknya dapat dilihat dari sana kondisi ekonomi masyarakat,’’ lanjut Harini.
Kegiatan lain yang dilakukan pasangan yang diusung Gerindra-PKS itu juga memohon doa restu di tetangga, tempat Harini tinggal di wilayah Bulusan Kecamatan Tembalang. Ia menyampaikan, meski selama ini sudah berkeliling kota untuk melakukan sosialisasi baru kali ini bisa memohon doa restu tetangga. (H22-18)
Kamis, 18 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “Calon PKS Perhatikan Rumah Tidak Layak”
Posting Komentar