Kaligawe tetap rawan banjir
TAMBAKREJO - Proyek normalisasi Kali Tenggang dipastikan tidak akan rampung di tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini masih ada 16 rumah dan lahan milik warga Tambakrejo yang belum dibebaskan tanahnya oleh Pemkot Semarang. Belum selesainya proyek ini bisa dipastikan pada musim hujan tahun ini kawasan Kaligawe masih terjadi banjir. ’’Di penganggaran APBD-Perubahan tidak ada nota pengajuan pembebasan lahan untuk Kali Tenggang, mungkin masih menggunakan anggaran murni,’’ terang Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, di ruang kerjanya, kemarin. Selain itu, imbuhnya, proses pembebasan lahan ini bakal memakan waktu lama dan panjang. Hal itu mengingat luasan Kali Tenggang yang cukup panjang hingga mencapai kawasan Tlogosari.
Meski demikian, dirinya mengaku lupa berapa besaran anggaran yang digunakan dalam APBD murni untuk pembebasan lahan itu. Namun, politisi dari PKS ini tetap berharap, Pemkot tetap memberikan tali asih dan kepastian kapan ganti rugi akan dibayarkan.
Terpisah, Syahrir warga RT 3 RW 2 Tambakrejo menyesalkan langkah Pemkot melalui Panitia Pembebasan Tanah (P2T), yang dinilainya cukup lamban dalam proses pembebasan lahan. P2T hanya hanya menyampaikan janji-janji yang tak kunjung direalisasikan padahal warga sudah lama menunggu datangnya ganti rugi.
Janji
’’Dulu dijanjikan pembebasan lahan selesai sebelum Pilpres. Tapi sampai sekarang janji itu tak kunjung terpenuhi. Jangankan pembayaran, kesepakatan soal nilai ganti rugi saja belum tercapai,’’ terangnya.
Dijelaskannyam setidaknya masih ada 16 bidang tanah dan bangunan yang belum dibebaskan. Sebanyak delapan bidang berada di RT 7 RW 8, sisanya di RT 3 RW 2.
Warga sendiri menurutnya sudah sangat menantikan realisasi pembebasan lahan. Selain jenuh dengan kondisi rob dan banjir di kawasan itu, mereka juga berharap mendapatkan ganti rugi yang cukup layak untuk segera pindah dari Kampung Tenggang tersebut.
Pengerjaan Talud
Proyek normalisasi Kali Tenggang dengan langkah pelebaran sungai, hingga saat ini masih berjalan. Pengerukan lokasi pembuatan talud sungai sudah mendekati RW 9, Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Gayamsari, yang berbatasan langsung dengan area tambak.
Masda (45) warga RW 8 Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Gayamsari, yang terkena proyek normalisasi Kali Tenggang mengungkapkan, pengerukan tanah sebagai batas tepi sungai sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu.
"Dari informasi, pelebaran suangai ke arah sisi timur sungai mencapai tiga meter. Dua meter di antaranya merupakan batas pelebaran sungai, sedang sekitar satu meter merupakan tempat pembangunan talud dan jalan di sisi talud," jelasnya.
Normalisasi sungai, imbuh pria yang rumahnya habis terkena proyek itu, disertai dengan pemberian uang tali asih kepada warga yang rumahnya terkena proyek. "Uang yang bisa diterima antara Rp 13 juta hingga Rp 40 juta, semua tergantung luasan dan kondisi bangunan yang digerus untuk kepentingan pelebaran sungai,"tambahnya.
Dalam proyek itu, imbuh dia, karena kehilangan tempat tinggal dirinya mendapat uang tali asih dari pemerintah kota senilai Rp 15 juta. hid/lek-Ks
Comments :
0 komentar to “Kaligawe tetap rawan banjir”
Posting Komentar