Gubernur Setujui APBDP 2009
SEMARANG(SI) – Akhirnya,Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyetujui APBD Perubahan Kota Semarang 2009.Kemarin,evalusi Gubernur atas anggaran perubahan sudah diterima Pemkot Semarang.
Seperti diketahui,pembahasan APBDP 2009 dari awal sudah berjalan lamban. Sejumlah kendala menjadi penyebab tersendatnya pembahasan. Setelah kisruh di DPRD selesai,persoalan sempat mengemuka lagi saat Gubernur Bibit Waluyo mengungkit lagi masalah pergantian sekda tanpa persetujuannya. Kendati begitu, DPRD Kota Semarang terus membahas APBDP 2009 hingga tuntas dalam pandangan akhir fraksi beberapa waktu lalu.
APBDP pun langsung dikirim ke Gubernur untuk mendapatkan evaluasi. Sukawi mengatakan, setelah evaluasi gubernur turun tidak ada penekanan khusus yang disampaikan guna menyerap APBDP.“Penekanan khusus harusnya disampaikan tiga bulan lalu,karena ini sudah mepet ya semua harus kerja keras,” lugasnya.Kerja keras yang dimaksud wali kota adalah semua SKPD harus bisa memanfaatkan anggaran sebaik-baiknya.“Diharapkan tidak ada anggaran yang tidak dapat terlaksana. Sehingga alokasi yang sudah disetujui tidak dapat diserap SKPD bersangkutan,”tambahnya.
Pascaturunnya evaluasi Gubernur, imbuh dia, kini APBDP 2009 tinggal ditetapkan.Dengan demikian, ada waktu sekitar 1–2 pekan untuk melaksanakan anggaran yang ada pada anggaran perubahan. Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Djunaedi mengatakan, waktu untuk pelaksanaan APBDP 2009 sangat sempit. Namun, hal jangan dijadikan penghambat pelaksanaan anggaran yang sudah disetujui. Sebab, papar dia, pos anggaran yang diajukan dan telah disetujui Dewan pada dasarnya tinggal melaksanakan saja. “Semua tinggal dijalankan, nggak ada proyek besar yang harus lelang dengan waktu yang lama,”kilahnya.
Dia mencontohkan,pos anggaran hibah dan bantuan sosial yang tinggal mencairkan saja. Begitu juga anggaran pilwalkot, tali asih atlit, dan lainnya. Sedangkan pos anggaran pengadaan atau pembebasan lahan juga tinggal pembayaran saja.“Pembebasan lahan sudah ada kesepakatan harga dengan pemilik lahan,seperti proyek fly overKalibanteng,”pungkasnya. Total belanja dalam APBDP 2009 sebesar Rp1,7 triliun dengan pendapatan Rp1,4 triliun. Dengan begitu,ada defisit sejumlah sekitar Rp283,4 miliar.
Sejumlah pos penting yang masuk dalam APBDP adalah untuk Pilwalkot Semarang 2009 sebesar Rp4 miliar, dana untuk KONI Rp17 miliar, dana rehabilitasi sekolah Rp15 miliar,kebersihan dan pengangkutan sampah Rp2,5 miliar, dan pendampingan PNPM Rp6,3 miliar. Sementara itu, Fraksi PKS DPRD Kota Semarang menyoroti soal dana hibah dan sosial.Alasannya, dari total APBDP sebesar Rp111 miliar, ternyata porsi untuk belanja hibah dan sosial hampir 55% atau setengah alokasi belanja keseluruhan.
Sekretaris FPKS Agung Budi Margono mengatakan, fraksinya menyoroti dana belanja hibah karena dana ini tidak mengikat. "Jangan sampai terkesan pemerintah banyak memiliki dana untuk membangun citra positifnya dengan membelanjakan semua sisa dana." (alkomari/ant)
Jumat, 11 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “FPKS mempertanyakan dana hibah”
Posting Komentar