Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Sabtu, 19 Juni 2010

Koalisi Pemerintah Bergantung Pada PKS?

INILAH.COM, Jakarta - Posisi PKS menjadi sangat diperhitungkan Demokrat dalam struktur koalisi setelah Golkar tak sepenuhnya bisa dikendalikan oleh Partai Demokrat.

Pendapat itu dikemukakan oleh pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes kepada INILAH.COM, Sabtu (19/6).

"Meskipun kritis terhadap pemerintah, PKS masih sangat diperhitungkan Demokrat dalam struktur koalisi. Peneguhan koalisi antara PKS dan Demokrat (SBY) dalam Munas PKS menjadi bukti betapa Demokrat tak mau kehilangan PKS," ujar Arya.

Menurut Arya, Demokrat sangat berkepentingan agar PKS menjaga komitmen koalisi dalam pemerintahan. Karena bila PKS mengancam akan keluar dari koalisi justru menyulitkan bagi Demokrat, terutama setelah Golkar tak sepenuhnya bisa dikendalikan.

"Hubungan PKS-Demokrat seperti benci-benci tapi rindu. Dua-duanya sama-sama membutuhkan. Makanya, meskipun kadang bandel dan kritis terhadap pemerintah, Demokrat masih tetap mempertahankan PKS," ungkap alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Namun, Arya pun mengingatkan agar PKS dapat menciptakan inovasi politik saat berada di koalisi. Apabila tidak, keberadaan PKS di koalisi justru menjadi petaka politik bagi PKS pada pemilu 2014 mendatang.

"PKS sebenarnya tak terlalu banyak mendapat berkah politik saat bergabung dengan koalisi pemerintahan. Kesuksesan pemerintahan justru dinikmati oleh Demokrat. Perolehan suara PKS hanya meningkat 0,5% saat bergabung di koalisi pemerintahan, yaitu dari 7,4% pada pemilu 2004 menjadi 7,9% pada pemilu 2009. Namun, saat berada di luar pemerintahan, lonjakan suara PKS sangat besar sekali, yaitu sebesar 6,5% dari 1,4% (1999) menjadi 7,4% pada 2004," urainya.

Arya mengatakan, inovasi politik PKS justru tumpul saat berapa di koalisi pemerintahan. Hampir tidak ada inovasi politik yang luar biasa saat PKS menjadi bagian dari pemerintahan.

"Kita masih harus menunggu, apakah ide PKS tentang partai terbuka dan moderat mampu mempengaruhi perolehan suaranya pada pemilu nanti," tandas Arya. [tia/bar]

READ MORE >>

Duta Besar Amerika Miliki Hak Bicara di Seminar...

Jakarta, (tvOne)

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Cameron R Hume akan menjadi pembicara pada seminar internasional yang merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan Musyawarah Nasional Partai Kedilan Sejahtera.

Sekretaris Panitia Munas PKS, Yudi Widiana, di Jakarta Sabtu mengatakan, seminar internasional berjudul "Pandangan Amerika Tentang Islam: Refleksi Pidato Obama tentang Islam di Kairo Mesir" diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton Jakarta hari ini mulai pukul 13:00 WIB.

Yudi Widiana menjelaskan pandangan Amerika Serikat tentang dunia Islam seperti yang telah disampaikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada pidatonya di Kairo, Mesir. Menurut dia, selain Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, pembicara lainnya adalah pengamat masalah Indonesia

Profesor Greg Fealy, serta pengurus DPP PKS Kemal Azis Stamboel. Pada seminar tersebut juga akan hadir anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh, Lord Adam Patel. Ketua DPP PKS Mahfudz Sidiq mengatakan, diselenggarakannya seminar internasioanl dengan pembicara dari mancanegara untuk memberikan persfektif terhadap peserta Munas bagaimana pandangan internasional terhadap dunia Islam.

Menurut dia, PKS ke depan memposisikan diri sebagai partai terbuka sehingga perlu memberikan perspektif wawasan kepada kadernya.Munas II PKS diikuti sekitar 2.000 peserta yang merupakan pengurus majelis syuro, DPP, DPW, dan DPD dari seluruh Indonesia (Ant).


READ MORE >>

Fokus Garap Jateng dan Jatim

JAKARTA (SI) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggarap daerah dengan populasi penduduk yang padat untuk meningkatkan suara pada Pemilu 2014. Adapun daerah yang dimaksud adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kita akan fokus di wilayah populasi gemuk,” kata Sekjen DPP PKS Anis Matta di sela-sela acara Musyawarah Nasional (Munas) II PKS di Jakarta kemarin. Selain itu, PKS juga membidik Sulawesi.Sedangkan di Jawa Barat dan Jakarta,Anis mengaku suara PKS sudah baik.“Indonesia timur cukup berjalan baik,tapi populasinya kantidak besar,”tandas Anis. Menurut dia, lompatan tinggi diperlukan untuk memenuhi target masuk dalam tiga besar partai yang memperoleh suara banyak pada 2014.

Namun, Anis belum bersedia menyebut angka untuk perolehan suara nanti. “Perkirakan saja, berapa kira-kira kalau ingin masuk tiga besar,”katanya. Sementara itu, langkah PKS menjadi partai terbuka berpotensi memunculkan resistensi di kalangan akar rumput. Namun, Ketua Komisi Konstitusi dan Legislasi Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS TB Soemandjaja menegaskan bahwa partainya siap menghadapi resistensi dari arus bawah tersebut.

Dia juga meyakinkan bahwa PKS mampu meredam dan menyamakan persepsi mengenai perbedaan yang terjadi di internalnya. “Resistensi ada. Itu tidak bisa dihindari oleh siapa pun.Tapi, ini kesepakatan yang diambil di Majelis Syura. Ini harus menjadi kesepahaman bersama,”katanya. Ditanya apakah ada kekhawatiran PKS akan ditinggalkan massa karena bersikap lebih terbuka, Soemandjaja tidak menampik. Namun,dia berharap tidak ada kader yang meninggalkan partai.

Sebelumnya wacana PKS membuka diri terhadap nonmuslim mencuat pada Munas II PKS di Hotel The Ritz-Carlton. DPP PKS bahkan menegaskan hal itu sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang mengakomodasi seluruh kalangan dan agama. Soemandjaja mengakui akomodasi terhadap nonmuslim sebenarnya sudah ditetapkan pada Munas 2005 yang menyatakan setiap warga negara Indonesia dapat menjadi anggota PKS sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

“Partai bukan bertujuan untuk memecah belah bangsa.Tapi, bertujuan untuk mengintegrasikan bangsa,”tandasnya. Menurut dia, anggota partai dari kalangan nonmuslim dapat mengikuti pembinaan keorganisasian, tapi yang bukan bersifat keagamaan. Dia tidak menampik ada problem bagi nonmuslim untuk menjadi kader. Hal itu menyangkut kurikulum pembinaan kader.

Namun,kata dia,nonmuslim memiliki kesempatan untuk menjadi calon anggota legislatif dari PKS baik di daerah maupun tingkat pusat. Anis Matta menambahkan, AD/ ART partai sudah selesai. Namun, pihaknya saat ini tengah mengkaji secara konstitusi guna menyusun kurikulum pembinaan anggota PKS dari kalangan nonmuslim. (adam prawira)
READ MORE >>

Inilah Testimoni Kader PKS Nonmuslim

JAKARTA - (Okezone.com) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) rupanya tak mau dianggap hanya iseng dengan paradigma inklusivitas. Mencoba meyakinkan bahwa inklusivitas bukan sebatas wacana, PKS lantas menggelar diskusi bagi wartawan bersama kader nonmuslim.

Adalah Terius Yigibalom bercerita banyak soal keterlibatan dirinya sebagai pengurus aktif DPD PKS Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Terius mengaku bergabung dengan PKS sejak tahun 2008 lalu. Sebelumnya, dia pernah menjadi pengurus Partai Kristen Indonesia dan Partai Karya Peduli Bangsa. "PKS punya satu ciri khas, kadernya militan dan peduli. Setiap ada bencana pasti PKS yang turun pertama ke lapangan," kata Terius di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

Dia menuturkan jatuh bangun perjuangan mengenalkan PKS ke warga yang mayoritas beragama nasrani. "Pendekatannya adalah lewat pengenalan bahwa partai ini bukan partai Islam," sambungnya.
Hasilnya, dua kursi DPRD Lanny Jaya diraih PKS. "Kadernya sudah 5 ribu orang," tutup Terius.
(ram)
READ MORE >>

Ikrimah Al Qurosyi, Bekas Budak Yang Menjadi Ahli Tafsir

Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Beliau rahimahullah mengatakan, "Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih"

"Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka."

Nama beliau adalah 'Ikrimah Al Qurosyi Al Hasyimi, bekas budak Ibnu 'Abbas. Nama kunyah beliau adalah Abu 'Abdillah.

Asal beliau dari Barbar, penduduk Maghrib. Beliau termasuk golongan tabi'in pertengahan. Beliau adalah seorang pakar tafsir terkemuka. 'Ikrimah memiliki sanad dari Ibnu 'Amr, Ibnu' Abbas, Abu Sa'id, Abu Hurairah, Al Husain bin 'Ali dan 'Aisyah.

Dari Kholid As Sikhtiyani, dari 'Ikrimah, beliau mengatakan, "Aku telah bertemu dengan ratusan sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di masjid ini (Masjid Nabawi)."

Ketika sahabat yang mulia Ibnu 'Abbas –radhiyallahu 'anhuma- meninggal dunia 'Ikrimah masih menjadi seorang budak. Lalu Kholid bin Yazid bin Mu'awiyah membelinya dari 'Ali bin 'Abdullah bin 'Abbas (anak Ibnu 'Abbas).

Kholid membelinya seharga 4000 dinar. Kemudian berita ini pun sampai pada 'Ikrimah. Lantas 'Ikrimah bersegera mendatangi 'Ali –anak Ibnu 'Abbas-, lalu berkata, "Apakah engkau menjual ilmu ayahmu sebesar 4000 dinar?" Kemudian 'Ali menyerahkan 'Ikrimah pada Kholid. Kholid pun akhirnya memerdekakan 'Ikrimah.

Keadaan 'Ikrimah Ketika Belajar dengan Ibnu 'Abbas

Agar mau belajar Al Qur'an dan hadits, 'Ikrimah dipaksa oleh Ibnu 'Abbas dengan cara kakinya diikat.

Dari Az Zubair bin Al Khirrit –seorang tabi'in junior-, dari 'Ikrimah, beliau mengatakan, "Ibnu 'Abbas membelenggu kakiku, lalu beliau mengajariku Al Qur'an dan hadits Nabi."

Penilaian Para Ulama Terhadap 'Ikrimah

Dari Jabir bin Zaid –seorang tabi'in-, beliau mengatakan, "'Ikrimah adalah bekas budak Ibnu 'Abbas. Dia adalah orang yang paling berilmu di antara manusia saat ini."

Asy Sya'bi –seorang tabi'in- mengatakan,"Tidak ada manusia yang lebih memahami Kitabullah (Al Qur'an) selain 'Ikrimah."

Qotadah As Sadusi –seorang tabi'in- mengatakan, "Orang yang paling memahami tafsir di antara manusia saat ini adalah 'Ikrimah."

Nasehat Berharga dari 'Ikrimah

Beliau memiliki nasehat agar kita bisa memiliki akhlaq yang mulia karena akhlaq mulia adalah landasan Islam. Ibrahim mengatakan dari ayahnya bahwa 'Ikrimah berkata,

لِكُلِّ شَيْءٍ أَسَاسٌ، وَأَسَاسُ الإِسْلاَمِ الخُلْقُ الحَسَنُ.

"Segala sesuatu memiliki landasan (asas). Sedangkan asas Islam adalah husnul khuluq (akhlaq yang luhur)."

Wafat Beliau

'Ikrimah meninggal dunia di Madinah dalam usia 80 tahun. Beliau meninggal tahun 104 H. Ada pula yang mengatakan bahwa beliau meninggal tahun 105, 106, atau 107 H.

Ketika beliau meninggal dunia, manusia pun mengatakan, "Orang yang paling faqih dan paling berilmu telah meninggal dunia". (ar/rm) www.suaramedia.com

http//:pks-gajahmungkur.blogspot.com

READ MORE >>

Perubahan AD/ART PKS Disosialisasikan Ke Pengurus Daerah

Jakarta ( Berita ) : Musyawarah Nasional Partai Keadilan Sejahtera ke-2 di Jakarta, Jumat [18/06], mencakup agenda sosialisasi perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga partai kepada seluruh pengurus di tingkat pusat maupun daerah.

Pada hari ketiga Munas PKS itu, menurut Kepala Badan Humas PKS Ahmad Mabruri, sesi pertama sidang pleno berisi sosialisasi AD/ART PKS yang baru. Sedangkan sesi kedua adalah sidang pleno sosialisasi rencana strategis partai menghadapi Pemilu 2014.

“Kami berharap keterangan yang disampaikan kepada pengurus, baik di pusat maupun daerah, dapat diterapkan di daerahnya masing-masing,” kata Ahmad Mabruri.

Sejumlah hal baru yang terdapat dalam AD/ART PKS antara lain mengenai dibedakannya status kader dan anggota, hymne PKS, serta uniform atau seragam PKS yang kini semakin didominasi oleh warna putih.

Sedangkan anggota Majelis Syuro PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, adanya usulan keanggotaan nonmuslim mengharuskan perubahan AD/ART.

Namun, katanya, klausul keanggotaan nonmuslim itu tidak secara eksplisit diatur dalam AD/ART baru. Artinya, lanjut dia, tidak ada kalimat yang secara jelas menyebut kalangan nonmuslim bisa menjadi anggota PKS.

Dalam AD/ART yang baru, PKS hanya membagi keanggotaan menjadi dua kategori, yakni kader dan anggota. Kader adalah anggota yang terikat penuh dengan AD/ART partai dan sistem kaderisasi yang berbasis keislaman.

Sedangkan kategori anggota adalah semua warga negara Indonesia yang terikat penuh kepada organisasi. ”Anggota bersifat lebih umum dan terbuka bagi siapa pun dari golongan serta agama apa pun,” katanya.

AD/ART PKS yang lama hanya menyebut status anggota saja, yang harus terikat penuh dengan AD/ART serta mengikuti kaderisasi yang berbasis keislaman dengan mengawali sebagai anggota mula, kemudian naik menjadi anggota muda, madya, dewasa, ahli, dan purna.

Sebelumnya, Sekjen PKS Anie Matta mengatakan, dibukanya peluang bagi keanggotaan nonmuslim karena pertimbangan semakin banyak pendukung PKS dari kalangan nonmuslim, seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, PKS saat ini memiliki sekitar 20 anggota legislatif dari kalangan nonmuslim yang sebagian besar dari Papua. Anis mengatakan, bukan hanya kalangan nonmuslim, tapi PKS juga berupaya mendekati basis massa tradisional Islam seperti NU dan Muhammadiyah. (ant )

READ MORE >>

Bingkai Kehidupan

"Save Palestine" Demonstration in Semarang

"Save Palestine" Demonstration in Semarang
Semarang, 21 Maret 2010

Mars PKS

Mars Partai Keadilan SEJAHTERA - Watch more Videos at Vodpod.

Harapan Masih Ada

Aktifitas Aleg DPRD Kota Semarang


Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur

Ketua DPC dan Ketua Kaderisasi DPC PKS Gajahmungkur
Evendi Sunarko, SPd dan Sutopo, SE

Sekretariat DPC

Dewan Pengurus Cabang
Partai Keadilan Sejahtera
Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Jl. Menoreh Utara I/7 Semarang-Jawa Tengah
Telp (024)8501042

Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team