
SEMARANG - Proyek pelebaran Jalan Ngaliyan-Mijen diduga menyimpang dari perencanaan. Indikasinya, jalan yang baru selesai dikerjakan 3 bulan lalu itu kini sudah rusak di sana-sini. Kerusakan jalan dimulai dari depan kampus II IAIN Walisongo hingga Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB).
Di sepanjang jalan tersebut banyak ditemui lubang-lubang jalan, aspal yang mengelupas dan amblas. Kerusakan terparah tampak di tanjakan Bukit Silayur. Aspal jalan tidak kuat menahan beban kendaraan hingga amblas, dan sebagian membentuk gunungan yang membahayakan pengendara sepeda motor.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, kontraktor yang mengerjalan pembangunan Jalan Ngaliyan-Mijen masih memiliki tanggungjawab hingga 6 bulan dari waktu serah terima pekerjaan. Selama tenggat waktu itu, maka perawatan dan kerusakan jalan menjadi tanggungjawab kontraktor.
Karena itu, pihaknya meminta kepada kontraktor untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, Agung mengancam akan memanggil pihak-pihak terkait atas pengerjaan proyek Jalan Ngaliyan-Mijen.
"Kalau mereka (kontraktor, Red) tidak memperbaiki, nanti kita panggil, karena ini masih menjadi tanggungjawab kontraktor," tandasnya.
Terpisah, Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, keruaskan jalan di sepanjang Ngaliyan-Mijen memang sudah sangat parah. Menurutnya, hal itu lebih karena kualitas aspalnya yang tidak baik. Ia menuding, kontraktor tidak mengerjakannya sesuai bestek.
"Dalam perencanaan, jalan itu kan memang untuk 10 tahun ke depan. Tapi kenapa baru tiga bulan saja sudah banyak yang rusak seperti itu?" kritiknya.
Karena itu, Djoko meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng untuk segera memeriksanya. "Karena proyek jalan ini dibiayai oleh APBN, maka BPKP harus segera memeriksa kualitasnya," desaknya.
Seperti diketahui saat proses tender pengerjaan proyek senilai Rp 30 miliar itu, sebelumnya memang sempat bermasalah. Di mana pemenang tender proyek, PT Widjodjo Koesoemo Baroebaru di-blacklist oleh Kabupaten Brebes terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayah tersebut.
Kasus ini sempat mencuat hingga memaksa pemkot membatalkan pemenang tender tersebut. Selanjutnya, Dinas Bina Marga Kota Semarang menyerahkan pengerjaan proyek kepada pemenang kedua tender, PT Armada Hada Graha. Sayangnya hingga tadi malam pihak kontraktor belum bisa dikonfirmasi terkait kerusakan aspal jalan yang masih seumur jagung tersebut.(dib/aro)
Comments :
0 komentar to “PKS : Jalan Ngaliyan-Mijen Diduga Menyimpang”
Posting Komentar