Berita Semarang
BALAI KOTA - Dana pemeliharan jalan yang diajukan Dinas Bina Marga Kota Semarang sebesar Rp 1,5 miliar pada APBD Perubahan segera ditindaklanjuti. Alokasi dana yang sudah termuat dalam raperda APBD Perubahan dan ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Semarang, Kamis (2/12), diperkirakan bisa cair pertengahan Desember.
Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Nugroho Joko Purwanto mengatakan, waktu yang mepet tidak memungkinan pekerjaan fisik terhadap jalan rusak. Karena itu, pendanaan APBD yang hanya berjangka waktu dua pekan itu hanya menggarap penambalan jalan rusak.
’’Karena waktu pendek, maka yang bisa dilakukan terkait pemeliharaan jalan hanya penambalan berupa pengurukan dan pengaspalan,’’ katanya, Jumat (3/12).
Untuk Jalan MT Haryono, khususnya di titik Sayangan, Nugroho menjelaskan, kerusakan jalan tersebut belum bisa diatasi dengan betonisasi. Upaya betonisasi dilakukan bertahap pada tahun 2010. Untuk mengatasi genangan banjir sementara maka jalan yang belum dibeton akan diuruk tanah.
’’Pengurukan dilakukan setinggi jalan beton atau paving yang sudah ada di sebelahnya,’’ tambahnya.
Sementara itu Jalan Pawiyatan Luhur yang tahun ini sudah pernah diperbaiki, kini ambles lagi. Nugroho mengatakan, untuk titik jalan itu kemungkinan dianggarkan pada APBD Murni 2010.
’’Amblesan Jalan Pawiyatan Luhur sudah terjadi berulang-ulang. Perbaikan dengan menggunakan dana pemeliharaan 2009, kemungkinan tidak bisa. Karena itu, akan dimasukkan dalam anggaran tahun depan,’’ katanya.
Kepala Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang Fauzi mengatakan, untuk drainase kawasan Sayangan sudah diatasi sistem drainase Polder Tawang dan Kali Baru.
’’Perbaikan pompa di Polder Tawang dan tanggul-tanggul di Kali Baru sudah kami lakukan. Diharapkan itu bisa mengatasi dampak rob di Jalan Sayangan dengan catatan ketinggian rob tidak melebihi tanggul,’’ katanya.
Sedangkan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono berpendapat , untuk jalan yang berada di daerah rawan banjir hendaknya dilakukan betonisasi. Perbaikan jalan dengan pengaspalan hanya akan membuang uang sia-sia, karena cepat rusak. ’’Meski biaya pembangunan dengan beton lebih mahal, hal itu menghemat pemeliharaan,’’ paparnya. (H22,H54-37)
Comments :
0 komentar to “Waktu Sempit, Fokus Pemeliharaan Jalan”
Posting Komentar