Mensos: Kasus Prita & Bibit-Chandra Bentuk Kesetiakawanan
Jakarta, Detik News - Bangsa Indonesia ternyata masih memegang teguh budaya gotong royong, terutama dalam menghadapi kasus hukum. Kasus Prita Mulyasari dan kasus Bibit S Rianto-Chandra M Hamzah merupakan salah satu contohnya.
"Itu salah satu bentuk kesetiakawanan dan kegotongroyongan bangsa kita dalam melihat permasalahan," ujar Menteri Sosial (Mensos) Salim Sagaf Al Jufri saat ditanya tentang kasus Prita serta kasus Bibit-Chandra.
Hal itu disampaikannya usai memimpin upacara memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2009).
Apalagi dengan momentum HKSN ini, masyarakat bisa lebih mengapresiasi dan menghargai nilai kesetiakawanan dan gotong royong yang merupakan ciri bangsa Indonesia.
Seusai memimpin upacara, Mensos mengadakan tabur bunga ke makam para pahlawan nasional antara lain Adam Malik, Juanda, MT Haryono, Ahmad Yani, Soeprapto dan S Parman. Depsos juga menggelar donor darah.
(nwk/iy)
Rabu, 16 Desember 2009
Browse » Home »
nasional ,
salim segaf al-jufri (mensos)
» Kasus Prita & Bibit-Chandra Bentuk Kesetiakawanan
Kasus Prita & Bibit-Chandra Bentuk Kesetiakawanan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “Kasus Prita & Bibit-Chandra Bentuk Kesetiakawanan”
Posting Komentar