Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Sabtu, 05 Desember 2009

Israel resah, Inggris kontak dgn Hizbullah

LONDON (SuaraMedia News) – Sejumlah laporan pers menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris, David Miliband, tengah menjalin kontak dengan kelompok Syiah Libanon, Hizbullah, yang selama ini mendapatkan dukungan dari Iran.

Langkah tersebut memantik kekhawatiran dari Washington dan Tel Aviv. Menurut pemberitaan Daily Telegraph, Miliband mendapatkan “teguran” dari Israel, dan ia kemungkinan akan membuat marah AS setelah mengumumkan bahwa Inggris akan melanjutkan kontak dengan kelompok Hizbullah di Libanon.

Surat kabar tersebut mengungkapkan bahwa Miliband hendak menjalin komunikasi dengan para anggota kelompok Hizbullah, dalam sebuah upaya untuk membujuk kelompok Syiah tersebut agar bersedia menghentikan perlawanan terhadap Israel.

Telegraph mengutip ucapan Miliband kala mengatakan, “Menjalin kontak secara hati-hati dengan para politisi Hizbullah, termasuk para anggota parlemen, akan menjadi hal yang terbaik hingga kelompok tersebut bersedia menghentikan kekerasan dan memainkan peranan konstruktif dalam kancah politik Libanon.”

Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut hanya akan melibatkan para anggota Hizbullah yang dianggap menghargai proses politik, bukan orang-orang yang berusaha menghancurkannya.

Pergeseran kebijakan tersebut, yang dilakukan satu tahun setelah Inggris menyebut sayap militer Hizbullah sebagai sebuah organisasi teroris, sebagian merupakan cerminan perubahan dalam kancah politik Libanon yang rentan.

Setelah lima bulan terlibat pembicaraan penuh liku pasca pemilihan parlemen pada bulan Juni silam, Hizbullah, yang awalnya hendak menggalang kekuatan oposisi, diberikan jatah dua kursi dalam kabinet Libanon.

Alasan yang diberikan Miliband tampaknya tidak mampu membuat Israel terkesan. Seperti halnya AS, Israel – yang berperang dengan Hizbullah (Dalam bahasa Arab berarti Partai Tuhan.red) pada tahun 2006 silam – menganggap kelompok Hizbullah, baik sayap politik maupun militernya, merupakan organisasi penebar teror.

Yigal Palmor, juru bicara kementerian luar negeri Israel, mengatakan bahwa keputusan Miliband tersebut akan membuat Inggris keluar jalur dan tidak lagi sejalan dengan para sekutunya.

“Parlemen Eropa telah menyatakan Hizbullah sebagai kelompok penebar teror,” katanya. “Mungkin pendapat dari parlemen Eropa tersebut tidak seharusnya diabaikan dengan begitu mudah.”

Secara resmi, Uni Eropa tidak menganggap Hizbullah sebagai “organisasi teroris”, meski Parlemen Eropa pada tahun 2005 lalu meloloskan resolusi yang menyebut Hizbullah terlibat dalam “kegiatan teroris”.

Tahun lalu, pemerintah Inggris tampaknya akan melakukan hal yang sama dengan menempatkan sayap militer Hizbullah dalam daftar organisasi penebar teror karena dituding telah merencanakan penculikan para petugas keamanan Inggris di Irak.

AS kemungkinan besar akan dibuat marah dengan perkembangan tersebut. Para pejabat AS mengkritik sebuah pertemuan antara para anggota parlemen Inggris dan Libanon di Beirut pada bulan Maret silam, dimana pertemuan tersebut turut dihadiri oleh anggota legislatif Hizbullah.

Semakin meningkatkan ketegangan diplomatis, Israel akan secara resmi memprotes segala bentuk kontak yang dijalin Inggris dengan Hizbullah, demikian disampaikan oleh para pejabat pemerintahan Israel.

“Gagasan bahwa Hizbullah memiliki sayap politik dan militer benar-benar tidak dapat diterima,” kata seorang pejabat senior. “Mungkin akan terdengar enak di telinga kala saya mengatakan, ‘Saya berbicara dengan para politisi yang baik, bukan dengan para teroris yang membunuh orang-orang’, tapi hal itu tidak lebih dari sebuah mitos belaka.”

Israel telah berulangkali menyampaikan kekhawatirannya ketika dalam beberapa bulan terakhir, Hizbullah terus meningkatkan kekuatan militernya. Menurut para pejabat intelijen Israel, Hizbullah telah menumpuk 40.000 buah roket yang diletakkan di dekat perbatasan Israel. Jumlah roket Hizbullah tersebut konon mencapai empat kali lipat dari roket yang dimiliki Hizbullah pada perang tahun 2006.

Pada awal pekan ini, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Hassan Nasrallah, mempresentasikan manifesto politiknya dalam sebuah pidato di hadapan televisi. Nasrallah berbicara di hadapan para penduduk Libanon. Dia mengomentari mengenai dukungan yang diberikan rakyat Libanon terhadap kampanye bersenjata Hizbullah dan kemungkinan perekrutan warga Libanon.

Nasrallah menyatakan bahwa tidak ada perubahan berarti dalam pendekatan organisasi tersebut terhadap Israel dan mencatat bahwa pertempuran tersebut juga berlaku terhadap AS. “Kami memandang AS sebagai sebuah kekuatan yang bertujuan untuk menerapkan hegemoni di kawasan tersebut. Gerakan Islam di Libanon bertujuan untuk memerangi hegemoni ini dan juga penjajahan (Israel),” katanya. (dn/im/tg/yn)


Comments :

0 komentar to “Israel resah, Inggris kontak dgn Hizbullah”

Posting Komentar


Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team