Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Kamis, 10 Desember 2009

Delegasi Parlemen Asia Menyepakati Draft Teroris

Delegasi Parlemen Asia Terima Draft Terorisme Dari Indonesia


JAKARTA (SuaraMedia News) - Ketua Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Hidayat Nurwahid mengatakan, draf Indonesia mengenai terorisme secara prinsip tidak ada penolakan dari peserta delegasi. Mereka menginginkan proporsal Indonesia mencantumkan secara detail definisi tentang terorisme.


“Mereka khawatir apabila tidak detail, jangan-jangan nanti para pejuang Palestina atau mereka yang membela bangsanya dari penjajah asing dianggap terorisme,” ujar Hidayat seusai acara Sidang Komisi Politik APA (Asian Parliamentary Assembly), di Bandung, Selasa (8/12).

Menurut Hidayat, persepsi pers Barat seringkali menggeneralisasi terorisme, disamakan dengan para pejuang kemerdekaan. “Ini banyak yang ditolak oleh para delegasi,” tegasnya.

Hidayat menilai, pada intinya secara prinsip para delegasi Parlemen Asia menerima, namun dengan catatan resolusi yang muncul nanti tidak menimbulkan multitafsir. “Akan dibahas dengan mendetail lagi pada pertemuan akan datang,” katanya.

Menurut Hidayat, awalnya Parlemen Singapura dan Rusia menolak draf usulan Indonesia tentang terorisme tetapi pada akhirnya menyetujui dengan catatan draf tersebut harus disempurnakan lebih mendetail.

Dia menambahkan, seluruh parlemen memiliki prinsip dan niat yang sama, yaitu bersama-sama melawan terorisme, di antaranya dengan menciptakan parlemen yang berkualitas dalam menghadirkan kehidupan demokrasi di belahan negara Asia.

Pada sidang tersebut, Hidayat mengatakan, parlemen Indonesia menekankan kepada anggota parlemen lainnya bahwa draf usulan Indonesia tidak akan berdampak kepada para pejuang. Melihat kondisi Indonesia masa lalu, papar Hidayat, bangsa Indonesia telah berjuang melawan penjajah selama 350 tahun, sementara Palestina baru 61 tahun.

“Artinya saya katakan, jika dikaitkan dengan perlawanan terorisme dan juga perlawanan penjajah, pengalaman Indonesia itu lebih panjang dibandingkan dengan pengalaman Palestina, dan bahwa perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah demikian heroiknya, seperti cerita kepahlawanan Muhammad Toha,” tandasnya.

Saat itu, terang Hidayat, Muhammad Toha melakukan peledakan diri hingga terjadi peristiwa Bandung lautan api. Untuk menghargai jasa beliau, namanya diabdikan menjadi sebuah jalan di Kota Bandung.

“Jadi para delegasi telah saya ingatkan bahwa mustahil Indonesia memasukan pejuang sebagai teroris. Intinya Indonesia tidak akan memasukkan pejuang kemerdekaan sebagai kelompok teroris,” terangnya.

Meriah

Sidang Parlemen Asia ke-4 di Gedung Merdeka, Bandung, dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Selasa (8/12). Dalam sambutannya, SBY mengatakan, parlemen mempunyai peran yang besar dalam mengawal demokrasi dan menjadikannya tumbuh dan semakin peka terhadap realitas nasional, regional, maupun global.

Sidang APA dihadiri mantan Presiden APA Agung Laksono, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua MPR RI Hajrianto Y Thohari, beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, dan Kapolda Jabar.

Meski sempat didemo mahasiswa, sebanyak 174 peserta dari 26 negara mengikuti sidang dengan meriah.(vn/hd)

Comments :

0 komentar to “Delegasi Parlemen Asia Menyepakati Draft Teroris”

Posting Komentar


Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team