Jakarta, RMOL. Presiden SBY mengatakan, dari hasil kerja keras dalam koalisi pemerintah yang dibangun dari Pemilu 2004, masih banyak kekurangan dan masih banyak perkejaan rumah yang harus dilakukan.Hal itu diutarakan Presiden saat berpidato membuka Munas II mitra koalisinya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Ritz Carlton, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis malam (17/6).
Menurut Presiden, lima tahun mendatang pemerimntah akan melanjutkan dan meningkatkan tiga pilar utama yaitu ekonomi, demokrasi yang disertai akhlak, dan keadilan bagi seluruh rakyat terutama kaum dhuafa.
"Kalau bicara keadilan dan kesejahteraan rasanya saya berdiri di tempat yang tepat. Untuk itu, PKS harus jadi yang terdepan dalam meningkatkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat," terang SBY.
SBY pun mengungkapkan, ciri-ciri masyarakat yang baik adalah masyarakat yang memiliki kesetiakawanan yang tinggi, memiliki peradaban hak-hak dasar dan hak asasi yang terlindungi, masyarakat yang luhur, toleran dan bersatu, masyarakat yang patuh dan tertib hukum, masyarakat yang aman dan jauh dari kejahatan, masyarakat yang berpartisipasi politik yang tinggi serta masyarakat yang berpengetahuan sehingga bisa berpikir dan bertindak rasional.
"Jika semua bisa terwujud maka kehidupan di negeri ini bisa tenteram damai dan berkeadilan. Mari kita perkokoh koalisi dan kebersamaan kita, tidak boleh ada rintangan batin apapun. Meskipun jauh di mata, insya Allah tetap dekat di hati. Pemilu mendatang semoga PKS tetap sukses, dan dari kesuksesan itu, mari kita bangun menuju negeri yang lebih baik," ujar SBY.
[ald]
Comments :
0 komentar to “SBY: Tidak Boleh Ada Rintangan Batin Di Koalisi”
Posting Komentar