
VIVAnews - Di bawah kepemimpinan Tifatul Sembiring, Partai Keadilan Sejahtera mengalami beberapa kemunduran. Dalam empat tahun terakhir, PKS berubah menjadi partai yang biasa-biasa saja, karena kehilangan platform sebagai partai pelayan publik.
Demikian disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Bachtiar Effendy dalam diskusi Polemik dengan tema 'Pimpinan Baru PKS, antara Pusaran Politik dan Target 2014' di Jakarta, Sabtu 12 Juni 2010.
"Public service itu tidak tampak lagi seperti pada masa Hidayat Nurwahid. Kemudian PKS menjadi partai yang biasa saja walaupun masih mempertahankan beberapa idealismenya," kata Bachtiar Effendy.
Dia mengatakan, PKS sebenarnya menyadari perubahan tersebut. Apalagi, lanjut dia, dalam pemilihan umum tahun 2009 PKS hanya mengalami sedikit peningkatan, meskipun partai lainnya banyak mengalami penurunan.
"Pada pemili 2009 hanya meningkat sekitar satu persen, tapi Partai Demokrat bisa luar biasa," kata dia. "Ini menyadarkan PKS akan kritikan publik jika PKS menjadi partai yang biasa-biasa saja."
Menanggapi hal itu, Sekjen PKS, Anis Mata mengatakan, PKS masih aktif melakukan pelayanan publik. Dia mengatakan, aktifitas pelayanan sosial itu tidak menghilang, melainkan hanya berubah cara penyampaiannya. "Dulu kita pakai bendera partai, tapi sekarang karena volumenya terlalu besar kita instruksikan disalurkan pada lembaga-lembaga yang berbeda," kata dia.
"Sehingga kalau ada bencana, itu sudah otomatis dilakukan oleh lembaga yang berbeda, melalui lembaga charity yang berafiliasi dengan PKS. Semua organisasi charity ini sudah kita register ke PBB."
Sementara itu, salah satu ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Hajriyanto Tohari dalam diskusi itu mengatakan Golkar hanya menganggap PKS sebagai partai yang biasa-biasa saja. "Kami pandang sebagai parpol yang berjuang untuk mencari kekuasaan. Cuma tool dan instrumennya berbeda," kata dia.
Dia mengatakan, PKS hanyalah partai yang muncul disaat partai-partai lama sedang mengalami kemerosotan. Situasi ini, kata dia, menjadi keuntungan tersendiri bagi PKS. "Jadi PKS jadi partai yang baik di antara partai yang buruk-buruk," kata dia.
Comments :
0 komentar to “"PKS Kehilangan Platform Pelayanan Publik"”
Posting Komentar