"Kami survei seberapa besar kemampuan eksekusi masyarakat Indonesia, berapa persen yang akhirnya terkerjakan atau terimplementasikan. Yang mengagetkan adalah 35 persen saja. Jadi dari jenis-jenis pertanyaan yang kami sampaikan itu hanya 35 persen kekuataan eksekusi yang mereka miliki. Artinya dari rencana 10 itu hanya berkisar 3-4 yang terlaksana," papar Managing Director Tiga Positif Pardigma, Walneg S Jas dalam jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (20/5).
Walneg melanjutkan, hasil survei tersebut sebenarnya tidak begitu mengagetkan karena di survei internasional yang pernah dipublikasikan oleh Franklin Covey & Co, sebuah konsultan management & HRD ternama di USA yang dipimpin Profesor Stevan R Covey mengatakan bahwa umumnya kemampuan orang mengeksekusi hanya 30 persen dari total rencana yang dibuatnya.
"Saya juga kaget kemarin Pak Renald Kasali pernah mengeluarkan buku yang merah. Dia bilang orang Indonesia ini cenderung menggunakan memori otak tetapi sangat kurang memori otot. Jadi artinya orang Indonesia ini kurang bergerak, berlatih, kalau disuruh mengerjai sesuatu ya susah," kata mantan Vice President Bank Internasional Indonesia ini.
Menurutnya pula, ada lima lima alasan paling tinggi yang menyebabkan kegagalan seseorang dalam mengeksekusi rencana dan strateginya. Pertama, tujuan eksekusi itu kurang jelas. Kedua, masalah integritas pribadinya seperti disiplin tidak kuat. Ketiga tidak ada prioritas eksekusi atau tidak fokus. Penyebab yang juga menarik adalah jarang melibatkan orang lain dan terakhir tidak pernah melakukan reward and punishment dengan tegas. Berdasarkan data itulah pihaknya pun menyimpulkan bahwa memperbaiki kemampuan seseorang dalam mengeksekusi tidak cukup secara evolusi. Jelas Walneg lagi, perlu ada sebuah revolusi tindakan untuk merubah kualitas individu masyarakat Indonesia.
"Kami sedang melahirkan terobosan konsep pelatihan terbaru dimana kita fokus mengajak, orang membawa orang untuk benar-benar secara revolusioner yang menitikberatkan pada pemecahan solusi untuk meningkatkan kemampuan mengeksekusi setiap individu atau kelompok," tambah Welnag seraya menginformasikan bahwa dalam waktu dekat Tiga Positif Paradigma bakal menggelar pelatihan konsep ini di Function Hall City Walk Sudirman Jakarta, pada tanggal 27 Mei 2010. [arp]
Comments :
0 komentar to “Hasil Survey: Kekuatan Eksekusi Orang Indonesia Hanya 35 Persen”
Posting Komentar