KNRP - Jum’at kemarin, ratusan ribu orang turun ke jalan di berbagai negara. Di Istambul, Ankara, Beirut Libanon, Amman Jordania, hingga Teheran Iran, menyuarakan satu kalimat, menolak penistaan Yahudi atas Masjid Al Aqsha dan Palestina umumnya. Mereka meminta adanya tindakan konkret dari seluruh dunia Islam untuk melindungi dan menyelamatkan Masjid Al Aqsha dari kehancuran yang diinginkan Zionis Israel. DR. Yusuf Al Qaradhawi dalam khutah Jum’atnya menyerukan umat Islam untuk bangkit menyelamatkan Al Aqsha. Ia bahkan mendesak agar negara-negara Arab yang akan menggelar konferensi tingkat tinggi di Libia akhir bulan ini, mengambil tema Al Quds dan AL Aqsha sebagai agenda utamanya. ”Mereka harus mengambil sikap di mana selama ini orang-orang Zionis Yahudi merasakan bahwa ummat Islam pasti akan diam bila mereka menghancurkan Masjid Al Aqsha,” ujar Qaradhawi.
Qaradawi juga meminta agar Raja Saudi Malik Abdullah bin Abdul Aziz menarik semua langkahnya untuk mendukung perdamaian. ”Sudah waktunya sekarang, Saudi Arabia menarik diri dari proses perdamaian,” tandas Qaradhawi.
Sementara itu, di Istambul dan Ankara Turki, di Beirut dan Shaida di Libanon, dan juga Amman Ibukota Jordania, ribuan orang turun ke jalan untuk membela Al Aqsha. Di Istambul, salah satu pernyataan seorang yang berorasi adalah, ”Seandainya Israel benar-benar membangun kuil Solomon di atas puing arena Masjid Al Aqsha, maka umat Islam seluruh dunia akan berkumpul di Al Quds.
Tak ketinggalan, di Gaza, puluhan ribu orang juga turun ke jalan-jalan di bawah koordinasi Hamas dan Jihad Islami. Mereka meneriakkan penolakan peresmian Sinagog Al Kharab dan semua langkah Yahudisasi Jerussalem. (mln/iol)
Comments :
0 komentar to “Serentak, Jum'at Kemarahan sebagai Tanda Solidaritas Al Aqsha”
Posting Komentar