
Jakarta-Jakartapress - Jika benar terjadi kepura-puraan 'perang' antara partai koalisi untuk sekedar menamamkan di benak masyarakat bahwa pengusutan kasus Bank Century benar-benar serius, maka rakyat telah dibodohi oleh para politisi 'busuk'. Maklum, 'politik' di kamus Bahasa Indonesia juga bermakna tipu muslihat.
Lontaran pernyataan antara big bos Partai Demokrat Presiden SBY dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical), mensinyalir adanya perseteruan diantara keduanya. Namun bagi PKS perseteruan itu belum tentu benar adanya. "Bisa saja mereka terkesan beda pendapat, padahal sering telepon-teleponan," kata Wakil Sekjen PKS Fachri Hamzah, Jumat (12/2).
Sejauh ini, lanjut dia, partainya tidak mengetahui permasalahan apa yang membuat SBY dan Aburizal mengeluarkan pernyataan-pernyataan di media massa, yang terkesan saling menyerang. "Kita enggak tahu masalah yang terjadi diantara keduanya," imbuh Wakil Ketua Komisi III DPR.
Mengenai hal itu berkaitan dengan Pansus Bank Century, dan juga berdampak pada perpecahan koalisi, menurut Fachri itu berlebihan. "Enggak ada kaitannya," tandas Fachri.
Bisa juga dugaan Fahri benar, sebab nyatanya, Rabu (10/2) malam, Presiden SBY telah memanggil para petinggi Partai Golkar untuk bertemu, entah untuk 'bermesraan' atau bargaining/deal atau tawar menawar 'dagang sapi' jabatan kekuasaan ditukar dengan 'pembiaran' kasus Bank Century.
Tapi, Kamis (11/2) paginya, Presiden SBY kembali melontarkan pernyataan 'keras' soal politisi dan pengusaha. Kata SBY, kolusi antara politisi dengan pengusaha akan merugikan negara. Selain itu SBY juga menyinggung ketidaksukaannya terhadap para pengempang pajak yang dimaksud mungkin Aburizal Bakrie yang juga pentolan Golkar.
Siang harinya, bisa jadi Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengaku "pura-pura" heran ketika dimintai komentarnya oleh wartawan soal statement 'pedas' SBY tersebut. Priyo mengaku heran jika tiba-tiba SBY kembali menyinggung soal pajak dan pengusaha. Sebab, semalam Priyo mengaku beberapa elit Partai Golkar dipanggil SBY. "Masa sih, sebentar, rasa-rasanya kok tidak mungkin. Baru tadi malam saya bertemu beliau (SBY)," kata Priyo, Kamis (11/2) siang.
Hal ini disampaikan Priyo saat dimintai keterangan wartawan seputar pernyataan SBY yang menyinggung kolusi antara politisi dan pengusaha merugikan negara, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (11/2). Sayangnya Priyo tidak mau menjelaskan siapa-siapa yang bertemu dengan SBY semalam dan apa saja yang dibahas dan disepakati. "Sudah. Sudah yang itu. Nanti di ruangan saya saja," papar Priyo.
Setelah menata nafas, Priyo pun menyampaikan pandangannya soal pernyataan SBY tadi pagi. "Saya menghormati pandangan presiden, Golkar tidak merasa, pernyataan itu ditujukan kepada kami, karena tidak menyebut nama," jawab Priyo bijak.
Sebelumnya diberitakan Presiden SBY kembali menyampaikan soal politisi dan pengusaha. SBY menilai kolusi antara politisi dengan pengusaha akan merugikan negara. Selain itu SBY juga menyinggung ketidaksukaannya terhadap para pengempang pajak.
SBY mengungkapkan, di masa lalu kerap kali terjadi kolusi antara kepentingan bisnis dengan politik. Praktek demikian terbukti merugikan negara karena tidak membangun iklim usaha yang sehat. Demikian kata Presiden SBY dalam sambutan pemberian penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara. Acara berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/2).
"Harusnya yang menang tender A, tapi diberi ke B padahal B bermasalah," ujar SBY berikan contoh. Presiden menegaskan praktek tidak sehat yang dikenal kolusi tersebut malah membuat lemah ekonomi. Sejarah membuktikan bisnis yang dibangun secara kolusi pada akhirnya malah membuat keruntuhan yang meluas dan merugikan semua pihak.
SBY memberi contoh dengan kasus pajak. "Di pajak juga tidak boleh demikian. Harusnya bayar pajak sekian tapi karena kolusi bayar rendah dan aman," katanya.
Kepada seratusan kepala daerah yang hadir, Presiden SBY menekankan perlu dibangun kerjasama yang sehat antara pemerintah dan dunia usaha. Pemeritah perlu pengusaha agar menggerakan ekonomi daerah dan pengusaha perlu pemerintah agar bisa terus mengembangkan bisnisnya. "Mari kita cari solusi yang win-win sehingga menjadi ekonomi yang sehat. Bangun pola kemitraan, bukan kolusi," tandas SBY.
Comments :
0 komentar to “PKS: Perseteruan SBY-Ical Pura-pura”
Posting Komentar