akarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara soal RPM konten multimedia yang menuai kritikan. Parpol asal Menkominfo Tifatul Sembiring ini menegaskan kebijakan yang baik harus partisipatif dan adanya pro kontra tanda demokratisasi.
"Kebijakan yang baik itu kan sifatnya partisipatif. Semakin banyak pro kontra, itu menunjukkan semakin demokratis," kata Ketua DPP PKS Mahfud Sidik ketika ditanya soal RPM Konten Multimedia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
Terkait arahan Presiden SBY yang menyinggung masalah mencuatnya isu RPM Konten Multimedia, menurutnya sebagai suatu koreksi dari presiden kepada departemen yang mewacanakan peraturan ini. Ini lebih baik dibanding membiarkan menteri teknis terjebak situasi sulit akibat pro kontra yang terjadi.
"Mengoreksi adalah hak dan kewajiban presiden, nggak ada masalah. Kalau keliru dikoreksi, ditegur agar tidak diulangi kembali," kata wakil ketua Pansus Century ini.
Saat membuka rapat kabinet, Presiden SBY mengatakan peraturan yang mengatur soal konten multimedia itu belum pada tingkatan presiden. Bahkan menurutnya, RPM tersebut juga belum pada tingkatan menteri yang bersangkutan karena berupa gagasan.
SBY meminta agar duduk permasalahan yang sebenarnya dapat dijelaskan dengan gamblang kepada masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi keliru. "Tidak perlu digoreng ke sana kemari, jelaskan saja agar rakyat mendengar penjelasan sesungguhnya. Banyak masalah yang sangat sensitif yang bisa salah persepsi, karena itu hati-hati memberi statemen pada publik," kata SBY.
(Rez/lh)
Kamis, 18 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “PKS: Makin Banyak Pro Kontra, Makin Demokratis”
Posting Komentar