Radar Semarang
[ Selasa, 17 November 2009 ]
Koalisi Pelangi Pecah
Gerindra Hengkang
SEMARANG - Koalisi Pelangi akhirnya pecah. Koalisi ini semula empat parpol. Yaitu, PAN (Partai Amanat Nasional), PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), PPP (Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Gerindra. Kini tinggal 3 parpol: PAN, PKB, PPP.
Yang menarik, Gerindra justru 'hengkang' dari koalisi di saat detik-detik pengumuman calon wali kota yang diusung koalisi. Pecahnya koalisi karena DPD Gerindra Jateng tak sreg dengan sosok calon yang diusung.
Seperti diberitakan kemarin, bertempat di Hotel Pandanaran, Jalan Pandanaran, Koalisi Pelangi mendeklarasikan bakal calon wali kota yang diusung. Koalisi mengusung Kabid Perencanaan Pembangunan Bappeda Kota Semarang, Muhammad Farchan, sebagai calon H-1 (sebutan bagi calon wali kota).
Deklarasi berlabel Farchan for Wali Kota 2010-2015. Terpilihnya Farchan memenuhi harapan Koalisi Pelangi untuk mengusung calon dari orang baru, berjiwa muda, dan bebas dari silang sengkarut birokrasi masa lalu.
Tanda-tanda keretakan koalisi sebenarnya sudah tercium saat deklarasi. Sebab, dari perwakilan parpol yang maju mengumumkan calon H-1 yang diusung- diwakili oleh ketua parpol masing-masing- perwakilan Gerindra tak maju ke depan.
Meski pecah kongsi, Koalisi Pelangi -minus Gerindra- tetap optimistis mencalonkan Farchan sebagai calon H-1.
Ketua DPD PAN Kota Semarang Djunaedi menyatakan, tanpa Gerindra, Koalisi Pelangi tetap bisa mencalonkan sendiri. Ia menghitung, jika dengan Gerindra, maka koalisi akan memiliki jumlah kursi sebanyak 13 buah.
Tanpa Gerindra, koalisi masih memiliki 9 kursi. Jumlah ini sudah mencukupi untuk mengusung pasangan sendiri. Sebab sudah memenuhi ketentuan KPU yang menyebut bahwa batas minimal pengajuan calon adalah 15 persen suara atau 9 kursi. "Jadi jelas, kita tetap percaya diri bisa mengusung Pak Farchan meski tanpa kawan-kawan Gerindra," kata Djunaedi.
Tak bergabungnya Gerindra, menurut Djunaedi, karena mekanisme partai yang harus mendapatkan izin dari pimpinan pusat. Meski begitu, Djunaedi meyakinkan bahwa sampai saat ini jalinan koalisi masih tetap kuat.
Jika nantinya Gerindra benar-benar cabut dari koalisi, lanjut Djunaedi, tak jadi masalah. Sebab, Koalisi Pelangi saat ini sedang menyiapkan mitra koalisi lain. Di antaranya dengan PDIP. Untuk mengegolkan hal itu, Djunaedi menyatakan, komunikasi intensif terus dilakukan pihaknya.
"Sebagai ketua partai, saya sering bertemu dengan Pak Sriyono (Ketua DPC PDIP Kota Semarang). Itu bentuk komunikasi, baik langsung maupun tak langsung," katanya.
Upaya lain, kata Djunaedi, dilakukan oleh Farchan yang mendaftarkan diri mengikuti penjaringan di internal PDIP. Harapannya, jika Farchan mendapat rekomendasi untuk dicalonkan melalui PDIP, maka jalan koalisi akan lebih mudah. "Selain itu, kita terus memperkuat kesolidan di basis massa tingkat bawah. Pokoknya kita all out dalam pilwalkot 2010."
Terpisah, kandidat bakal calon wakil wali kota Suhariyanto berharap dirinya bisa diusung oleh Koalisi Pelangi. Sebagai bentuk keseriusan, Wakil Ketua DPC PKB Kota Semarang itu tak akan mencoba merapat ke partai lain. "Saya kan pengurus PKB. Kalau saya jalan dengan partai lain, secara etika tidak baik. Jadi saya cukup pendekatan dengan Koalisi Pelangi saja."
Suhariyanto juga menyatakan tak grusa-grusu membentuk tim sukses. Sebab, menurut dia, tim sukses nanti dibentuk bersama-sama dengan calon wali kota. "Tim sukses kita satu paket dengan H-1. Jadi setelah kita pastikan H-1, baru bicarakan manajemen pemenangan secara tepat dengan memilih orang-orang yang tepat juga." (dib/isk)
Selasa, 17 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Foto PKS Gajahmungkur di Palestine's Dialogue Forum
Comments :
0 komentar to “Koalisi Pelangi Pecah”
Posting Komentar