Simple Template For Entertainment News


Tempat Informasi Kegiatan Kader DPC PKS Gajahmungkur


GALLERY


Kamis, 19 November 2009

Bangunan Terminal Bermasalah Eternit Terminal Mangkang Ambrol

Radar Semarang, Untuk kali kedua, Terminal Mangkang mengalami masalah pada bangunan fisiknya. Setelah pada pembangunan dulu, atap terminal ambruk dan mengakibatkan korban luka, kini giliran eternit bangunan utama ambrol.

Peristiwa terakhir memang tak seberapa parah. Eternit yang ambrol hanya pada dua titik. Satu pada atap sebelah kiri lobi bangunan utama sepanjang kira-kira 3 x 5 meter. Satunya lagi, eternit di pojok kanan bangunan utama, dekat pintu keluar ke emplasemen angkutan kota. Yang kedua ini lebih luas, kira-kira 7 x 9 meter.

Terkait hal itu, kemarin, Komisi C DPRD Kota Semarang yang melakukan tinjauan. Anggota komisi ini hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan ketidakberesan tersebut. Sebab, Terminal Mangkang dalam pembangunannya menelan anggaran miliaran rupiah.

Eternit yang telah ambrol juga berpotensi menular pada bagian yang lain. Sebab, pantauan Radar Semarang di beberapa bagian tampak rembesan air. Artinya, ada yang tidak beres pada struktur atap bangunan. Selain itu, beberapa dinding dan lantai keramik juga tampak keropos.

Wakil Ketua Komisi C Agung Budi Margono mengatakan, ada dua hal yang jadi perhatian. Pertama, pembangunannya bisa jadi menyimpang atau tidak sesuai bestek.

Kedua, pengelolaan bangunan atau pemeliharaannya tidak serius. "Bangunan sebagus apapun pasti rusak kalau tidak dikelola baik. Nah, lalu siapa yang seharusnya bertanggungjawab pada pengelolaannya? Sebab katanya bangunan ini belum diserahterimakan ke Dinas Perhubungan," kata Agung.

Ia melanjutkan, setelah diselesaikan oleh kontraktor, Terminal Mangkang telah diserahterimakan kepada Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).

Menurut Agung, jika sudah diserahterimakan, asumsinya, kualitas bangunan dan keseluruhan pekerjaan sudah dicek. Karena sudah diterima, maka pengecekan diasumsikan tak ada masalah.

"Kalau tidak ada masalah, maka seharusnya kondisi bangunan itu baik dan sesuai dengan perencanaan. Maka sekarang tanggungjawab di pemkot. Tanggungjawab pada kualitas bangunan dan pada pengelolaan karena Dishub belum mengelola secara penuh bangunan ini," kata Agung.

Untuk mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan tersebut, komisi C bakal mengundang Dishub, Pemkot Semarang, dan DPKAD dalam waktu dekat. Menurut Agung, pemkot harus mempertanggungjawabkan kualitas bangunan dan pengelolaan sampai akhirnya Terminal Mangkang beroperasi. "Kalau cuma di DPKAD kan cuma tercatat, belum terkelola. Mosok belum digunakan sudah rusak," tegasnya.

Namun, sayangnya, tidak semua pihak menganggap ambrolnya eternit itu sebagai sesuatu yang harus diseriusi. Plt Kadishubkominfo Kota Semarang, Mustohar menganggap, peristiwa tersebut sebagai kecelakaan yang disebabkan oleh alam. "Itu karena alam saja. Kejadiannya Jumat (13/11) sore minggu. Kemarin itu pas hujan angin deras. Kami sudah agendakan untuk membahas perbaikannya," kata Mustohar.

Di sisi lain, Kepala UPTD Terminal Mangkang Bambang Kuntarso juga tak bisa banyak berkomentar. Selain posisinya yang masih baru, menggantikan kepala sebelumnya, Edowardo, terminal yang belum diserahterimakan kepada pihaknya, juga tidak memungkinkannya untuk berbuat jauh.

Dalam kondisi masih mengambang seperti itu, menurut Bambang, sulit mengharapkan perawatan yang maksimal. "Jadi ya belum ada dana untuk perawatan, kami mau mengoperasionalkan juga belum bisa. Sebab belum sepenuhnya menjadi aset kami." Bambang juga belum mendapat informasi kapan Terminal Mangkang akan diserahterimakan.

Sebelumnya, atap Terminal Mangkang pada Sabtu 24 November 2007 runtuh. Akibatnya, 14 pekerja proyek yang berada di atas atap menderita luka-luka berat.

Kerangka atap dengan panjang kurang lebih 30 meter itu runtuh saat 14 pekerja memasang kayu reng di atasnya. Alhasil, para pekerja yang semuanya warga Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, langsung terjun bebas dari ketinggian kurang lebih 10 meter.

Runtuhnya atap disebabkan konstruksi baja sebagai penyangga tak kuat menahan beban di atasnya. (dib/isk)

Comments :

0 komentar to “Bangunan Terminal Bermasalah Eternit Terminal Mangkang Ambrol”

Posting Komentar


Jadwal Sholat

 

Copyright © 2009 by DPC PKS Gajahmungkur Rindu Semarang Berubah Powered By Blogger Design by PKSGM-Team